Rabu, 13/07/2016 14:20 WIB

Intimate Interview

Kisah Jatuh-Bangun Medina, Hijabers Muda yang Raup Miliaran Rupiah Tiap Bulan

Arina Yulistara - wolipop
Kisah Jatuh-Bangun Medina, Hijabers Muda yang Raup Miliaran Rupiah Tiap Bulan Foto: Medina Zein
Jakarta - Medina Susani Daivina Zein merupakan salah satu wanita berhijab yang sukses di usia muda. Medina sukses dengan produk skin care yang dilabeli dengan nama 'Lazeta', memiliki reseller dan distributor di seluruh Indonesia hingga luar negeri, memiliki tiga klinik kecantikan di Bandung, serta merambah usahanya ke bidang travel serta fashion.

Dari hasil penjualan produk perawatan kulit dan kliniknya saja ia bisa meraup omzet hingga miliaran rupiah setiap bulan. Untuk bisa menjadi seorang miliuner muda seperti sekarang tentu tidak didapatkan secara instan. Wanita 24 tahun itu juga mengalami jatuh-bangun ketika mendirikan usaha kecantikannya selama kurang lebih empat tahun.

"Pasti ada dukanya, mempertahankan suatu usaha itu sulit. Pernah suatu ketika aku merasa ah kayaknya harus berhenti saja karena sudah pusing banget tapi karena aku orangnya pekerja keras, aku nggak patah semangat. Alhamdulillah sekarang bisa mewujudkan apa yang aku impikan," papar Medina kepada Wolipop beberapa hari lalu.

Medina pun berbagi kisah suka dan dukanya dengan Wolipop saat ditemui secara eksklusif di bilangan Cilandak, Jakarta Selatan.

Mengurus Anak
Medina termasuk salah satu wanita yang menikah muda ketika usianya masih 19 tahun. Kala itu ia juga masih menempuh pendidikan di Jurusan Kebidanan Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Budhi Luhur, Bandung. Medina kemudian melahirkan putra pertamanya di 2012 ketika lulus kuliah. Setelah lulus, wanita kelahiran 23 Mei 1992 itu memilih untuk mengambil kursus singkat tentang estetika selama beberapa bulan dan langsung meluncurkan produk skin care.

Anak pertama dari dua bersaudara itu menuturkan bahwa anak menjadi tantangan terberat saat ia baru membangun bisnis. Belum lagi keuangan keluarga yang belum stabil.

"Anak aku ditinggal-tinggalin berat banget awalnya, tapi alhamdulillah anak aku dekatnya sama neneknya bukan pembantu. Tapi dengan begini, aku bisa fokus membangun bisnis ini. Aku kepikiran kalau aku cuma jadi ibu rumah tangga saja belum tentu bisa sampai kayak sekarang," ujar ibu satu anak itu.

Plagiat
Duka lain yang dialami oleh Medina saat baru merintis usahanya adalah ditiru banyak pihak tak bertanggung jawab. Terkadang juga produk tiruan mengatasnamakan labelnya sehingga banyak konsumen percaya. Beberapa produk juga meniru inovasi-inovasi yang dikeluarkan oleh Medina, tentu membuat dirinya merasa sebal.

"Aku ngerasain ketika kita ngeluarin suatu produk baru terus diikutin. Makanya aku selalu berusaha untuk terus meningkatkan kualitasnya, jadi biar produknya sama tapi kualitasnya beda," ujar Medina.

Ditipu
Ditipu menjadi hal yang sering terjadi di awal langkahnya membangun bisnis kecantikan. Tak hanya oleh konsumen tapi juga karyawannya sendiri. Medina pun pernah mengalami kerugian hingga puluhan juta rupiah.

"Waktu aku masih jualan online shop aku pegang sendiri adminnya aku sempat dikirim bukti transfer palsu karena sekarang sistemnya belum ketat kayak sekarang. Customer pernah Rp 10 juta paling gede. Ada juga karyawan karena aku terlalu percaya uangnya dibawa kabur," keluhnya.

Belajar dari pengalaman, Medina pun berusaha memperkuat sistem dan menejemen di perusahaannya. Semua uang yang masuk dan keluar dipantau ketat dengan adanya manager dan orang-orang terpercaya dalam perusahaannya.

Jadi Motivator
Kini Medina sudah bisa menikmati hasil jerih payahnya. Tidak hanya itu, ia pun merasa senang karena sering diminta menjadi motivator sebagai pengusaha muda sukses.

"Aku senang banget di usia segini sering diminta jadi motivator. Biasanya aku lebih ngajarin bagaimana membangun dan mempertahankan bisnis. Walaupun aku nggak ngerasa pantas ya," tambahnya. (ays/ays)

Redaksi: redaksi[at]wolipop.com
Informasi pemasangan iklan
Hubungi sales[at]detik.com,
Telepon 021-7941177

Wolipop's Social Media

@ redaksi@wolipop.com