Rabu, 25/05/2016 13:34 WIB

Baru Mulai Jadi Video Blogger? Jangan Sampai Berhenti karena 4 Hal Ini

Arina Yulistara - wolipop
Baru Mulai Jadi Video Blogger? Jangan Sampai Berhenti karena 4 Hal Ini Foto: Arina Yulistara
Jakarta - Banyak wanita muda yang bisa menghasilkan uang dari YouTube. Beberapa di antaranya bahkan sudah populer sebagai seorang vlogger atau video blogger. Untuk kalangan hijabers, Linda Kayhz dan Cheryl Raissa merupakan dua vlogger berhijab yang sudah akrab ditemui di You Tube. Mereka pun sudah memiliki penghasilan sendiri setelah menjadi vlogger. Ingin mengikuti jejak kedua hijabers tersebut? Ayo mulai untuk membuat video lalu mengunggahnya ke YouTube. Untuk pemula, menurut Linda dan Cheryl banyak tantangan yang harus bisa diatasi. Apa saja tantangan yang dimaksud?

1. Takut untuk Memulai
Linda mengatakan banyak hijabers yang sebenarnya ingin mencoba menjadi vlogger tapi takut untuk memulai. Perasaan seperti tidak bisa membuat video, tidak punya kamera, tidak biasa berbicara di depan kamera, hingga khawatir banyak yang tak suka akan hasilnya menjadi tantangan dari dalam diri yang sulit diatasi.

"Kamera nggak ada, lighting nggak punya, nggak mengerti filming, jadi takut untuk memulai, let's do it. Yang penting mulai dulu walaupun hasilnya masih kaku," ujar Linda saat berbincang dalam talkshow tentang vlogger yang digelar Sunsilk bersama 15 finalis Sunsilk Hijab Hunt 2016 di Menara Bank Mega, Komplek TransTV, Jakarta Selatan, Selasa (25/5).

Linda menambahkan, Anda bisa menggunakan smartphone bila tidak punya kamera. Namun dengan catatan tidak menggunakan kamera depan karena kualitasnya kurang bagus.

2. Haters
Haters menjadi tantangan tersendiri bagi para vlogger. Untuk pemula, haters bisa membuat Anda kesal dan malas membuat video lagi. Oleh karena itu, Linda dan Cheryl mengingatkan agar bersikap bijak saat menghadapi haters. Tidak perlu membalas komentar dengan kata-kata kasar tapi cukup dihapus lalu block.

"Hate comments pasti ada. Kalau aku cara paling bijak sebenarnya diamkan saja atau delete, block. Kalau aku sih delete terus block karena aku nggak mau memicu perdebatan di videoku, aku ingin semuanya positif," saran Linda.

3. Pihak Ketiga
Pihak ketiga yang dimaksud di sini berbeda-beda. Bagi Linda, pihak ketiga yang menjadi tantangan tersendiri dalam menjadi vlogger adalah anaknya. Ibu tiga anak itu mengatakan mengurus anak yang masih balita bisa memakan waktu seharian. Oleh sebab itu, saat membuat video dan kemudian anaknya menangis tentu menjadi tantangan tersendiri bagi dirinya untuk bisa mengurus keduanya. Sementara anak menjadi prioritas utama dalam hidupnya. Seiring berjalannya waktu, Linda sudah memiliki berbagai cara untuk menjalani profesinya sebagai vlogger serta ibu.

Berbeda dengan Cheryl, ia mengaku kehilangan waktu bersama orang-orang terdekat karena terlalu asyik blogging. Cheryl pun menyarankan agar bisa menyeimbangkan waktu dengan baik. "Dulu sempat aku merasa kehilangan orang-orang terdekat karena terlalu fokus dengan video. Makanya aku sarankan agar kamu bisa menyeimbangkan waktumu untuk orang-orang terdekatmu," ujar mahasiswi 22 tahun itu.

4. Konsistensi
Konsisten mengunggah video menjadi tantangan yang paling berat bagi pemula. Tidak hanya rutin membuat video tapi juga isi kontennya. Linda menyarankan untuk awal sebaiknya konten selalu konsisten dan fokus.

"Konsisten sih tantangan terberat sampai sekarang ya. Untuk yang baru mulai konsisten nggak cuma bikin video tapi juga kontennya. Sebaiknya kontennya fokus, kalau mau makeup ya seputar makeup saja dulu, jangan sekarang makeup, minggu depan masak, minggu depan lagi komedi. Kamu kan baru mau mengumpulkan subscriber, nanti penonton bingung sebenarnya kamu itu mau ke arah mana, jadi malas untuk subscribe," tambahnya.


(aln/eny)

Redaksi: redaksi[at]wolipop.com
Informasi pemasangan iklan
Hubungi sales[at]detik.com,
Telepon 021-7941177

Photo Gallery

Wolipop's Social Media

@ redaksi@wolipop.com