Jumat, 22/04/2016 11:41 WIB

Lurah Muda Berprestasi

Maria Agustin, Lurah di Surabaya yang Giat Galakkan Progam Sungai Bersih

Intan Kemala Sari - wolipop
Maria Agustin, Lurah di Surabaya yang Giat Galakkan Progam Sungai Bersih Foto: Dok. Facebook Maria
Jakarta - Maria Agustin adalah salah satu wanita yang menjabat sebagai lurah di Kelurahan Mojo, Kecamatan Gubeng, Kota Surabaya, Provinsi Jawa Timur.  Lewat tangan terampilnya, ia berhasil mengubah salah satu sungai di wilayahnya menjadi lebih bersih dan bebas sampah.

Sejak menjabat sebagai lurah pada Februari 2008 silam, wanita 34 tahun ini memiliki kepedulian yang tinggai terhadap kebersihan di wilayah pimpinannya. Maka dari itu, ia membuat program sungai bersih sebagai bentuk pengajarannya kepada masyarakat untuk mencintai dan mempunyai rasa kepemilikan terhadap sungai.

"Kita buat bagaimana caranya sungai itu jadi sesuatu yang menarik, bukan sesuatu yang harus disembunyikan. Program ini sudah ada dari 2010, hampir 6 tahun berjalan," cerita Maria saat dihubungi Wolipop, Kamis, (21/4/2016).

Dulu sebelum diadakannya program ini, kondisi sungai sangat kotor. Sekarang pun, Maria bersama seluruh warganya bahu-membahu membersihkan sungai meskipun tidak 100% bersih, setidaknya ada perubahan yang terasa. Kini volume sampah di sungai sudah sangat berkurang, selain itu para warga juga sudah mulai pandai untuk mengolah sampai menjadi produk yang lebih berguna.

Selain berusaha membersihkan sungai, program lainnya yang dilakukan lurah dua anak ini berfokus kepada pemberdayaan wanita, khususnya dalam menyikapi kenakalan remaja. Karena menurutnya, masalah yang dihadapi remaja tidak lepas dari peranan seorang ibu. Hal ini adalah sesuatu yang dilakukannya selama dua tahun belakangan.

"Kami gencar bikin kumpulan bimbingan belajar gratis. Kerja sama dengan anak-anak BEM Unair (Universitas Airlangga) sebagai tenaga pengajar mereka. Setiap malam, anak-anak itu kumpul di balai RW, dan saya berbincang dengan orangtua mereka," kata lurah kelahiran 1981 itu.

Dalam menjalankan tugasnya demi memajukan kelurahan Mojo, tentunya ada tekanan dan tantangan yang dirasakannya. Salah satunya adalah saat ingin memberikan program pembinaan dan pemahaman kepada masyarakat yang secara kondisi ekonomi masih di bawah rata-rata yang secara pendidikan dan pengetahuan pun masih kurang.

Namun ia tidak putus asa dalam menghadapi para warganya. Kuncinya adalah tetap bersabar dan telaten jika ingin mendapatkan manfaat yang nyata. "Sedangkan program yang kita buat hasilnya tidak saat itu terlihat, tapi berjangka. Ini yang menjadi permasalahannya. Kadang kami juga pakai cara yang sedikit tegas tapi tetap telaten," lanjut lurah yang hobi jalan-jalan ini.

Setelah jatuh bangun membuat perubahan nyata demi kemajuan kelurahan Mojo, perlahan mulai terasa manfaat yang dirasakannya dengan menjalankan kegiatan pemerintah. Kini mulai banyak Usaha Kecil Menengah (UKM) yang dilatih oleh pemerintah kota. Mereka mulai mampu membuka usaha sendiri mulai dari kerajinan tangan, makanan, dan produk pakaian.

Maria pun tidak melakukan ini semua dengan setengah hati. Seluruh jiwa raganya ditujukan untuk membangun kelurahan mojo yang lebih baik. Dukungan dari suami dan kedua anaknya pun juga terus mengalir hingga kini.

"Kalau memang sudah niat mengabdi kepada negara, Insya Allah bisa dilakukan dengan baik. Dengan catatan urusan domestik sebagai istri dan ibu sudah dilaksanakan dengan baik," tutupnya. (itn/itn)

Redaksi: redaksi[at]wolipop.com
Informasi pemasangan iklan
Hubungi sales[at]detik.com,
Telepon 021-7941177

Wolipop's Social Media

@ redaksi@wolipop.com