Rabu, 24/02/2016 13:43 WIB

Hijab Hunt 2016

Dwi Tiara Rusci, Polisi Cantik Asal Sulawesi Tenggara Peserta Hijab Hunt 2016

Arina Yulistara - wolipop
Dwi Tiara Rusci, Polisi Cantik Asal Sulawesi Tenggara Peserta Hijab Hunt 2016 Foto: Hijab Hunt 2016
Jakarta - Hijab Hunt 2016 sudah buka pendaftaran online. Saat ini terhitung lebih dari 1.600 hijabers dari seluruh Indonesia mendaftar Hijab Hunt 2016. Mulai dari wanita yang masih berstatus sebagai mahasiswi, pegawai swasta, pegawai BUMN, hingga polisi menjadi peserta Hijab Hunt 2016.

Dwi Tiara Rusci adalah salah satu peserta Hijab Hunt 2016 yang berprofesi sebagai polisi wanita (polwan). Wanita dengan sapaan akrab Ruci ini sudah lebih dari tiga tahun bertugas sebagai polisi di Sulawesi Tenggara. Pangkatnya kini Bripda (Brigadir Polisi Dua) dengan jabatan Brigadir SI STNK Ditlantas Polda Sulawesi Tenggara.

Meski tugasnya sebagai polisi namun tidak menutup langkahnya untuk mengembangkan diri di bidang seni. Ketika dihubungi Wolipop melalui telepon, wanita berparas Arab ini mengaku sangat mencintai segala jenis kesenian, mulai dari menyanyi, menari, hingga bela diri. Ia pun suka bergulat di bidang seni dengan mengikuti berbagai kompetisi untuk muslimah.

Ruci bercerita kalau ia semakin bisa mengeksplor potensi dalam dirinya setelah menggunakan jilbab. Ruci baru berhijab selama kurang lebih satu tahun sejak Maret 2015. Ia langsung konsisten mengenakan jilbab saat Keputusan Kapolri Nomor: 245/III/2015 --mengenai perizinan penggunaan jilbab bagi seluruh polwan di Indonesia-- dikeluarkan. Ruci mengaku sangat senang akan putusan tersebut karena sebenarnya ia sudah berhijab sejak SMA namun di kepolisian tidak boleh mengenakan jilbab maka wanita yang lahir di Wakatobi itu harus mengikuti aturan yang berlaku.

"Saya cita-citanya sejak kecil memang menjadi polwan. Kebetulan masuk polisi nggak boleh berjilbab kecuali dari Aceh padahal saya sudah berjilbab sejak SMA. Cuma saya berusaha mengikuti aturan yang berlaku waktu saya masuk di 2012. Saat peraturan polwan boleh berjilbab dikeluarkan Maret 2015 saya langsung berjilbab lagi, saya sangat senang," papar Ruci saat dihubungi Wolipop melalui telepon, Rabu (24/2/2016).

Setelah berhijab, Ruci merasa lebih tenang saat menjalani pekerjaannya. Wanita kelahiran 5 Maret 1994 itu menuturkan tidak ada yang mengkritik penampilannya. Bahkan ia beberapakali mendapatkan pujian dari lingkungan sekitarnya.

"Lebih menyenangkan setelah menggunakan jilbab, alhamdulillah. Saya pernah sosialisasi ke sekolah-sekolah pas sudah berjilbab. Beberapa siswanya bertanya polisinya orang Arab ya? Padahal saya Sulawesi asli, saya nggak menyangka, setidaknya berjilbab justru bawa sesuatu yang positif. Di kantor semuanya juga menerima dengan terbuka, nggak ada komentar negatif," tambah wanita yang pernah menjadi ajudan dari istri Kapolda Sulawesi Tenggara sejak 2012 hingga 2015 itu.

Dalam berpakaian, Ruci mengatakan harus sesuai aturan yang berlaku. Ketika menggunakan seragam dinas kepolisian maka ia harus memakai jilbab yang telah ditentukan yakni kerudung instan berwarna cokelat yang dimasukkan ke dalam bajunya. Seragam polisi berhijab dari kepala hingga kaki wajib sama dengan polwan lainnya.

Berbeda ketika ia tidak sedang memakai seragam dinas, Ruci mengaku lebih senang tampil anggun menggunakan rok atau terusan panjang untuk memberikan kesan feminin. Seperti ketika mengirimkan foto saat daftar Hijab Hunt 2016, ia memakai kebaya warna hijau dengan kain tenun sebagai bawahannya.

Ruci berharap dengan mengikuti Hijab Hunt 2016 ia bisa menunjukkan kalau polwan yang berhijab itu tetap bisa tampil modis saat tidak menggunakan seragam dinas. Tak hanya itu, ia juga ingin menunjukkan kalau polwan berhijab juga berprestasi di bidang kesenian.

"Menjadi wanita yang tetap anggun dan modis dengan tetap memperlihatkan identitas kita sebagai muslimah di era modern ini menjadi tantangan tersendiri bagi setiap orang. Tetapi tidak menghalangi sedikitpun untuk saya tetap melaksanakan tugas sebagai seorang polisi wanita Indonesia. Dengan ikut Hijab Hunt 2016 saya berharap bisa banyak belajar dan tidak ketinggalan zaman," paparnya. (ays/ays)

Redaksi: redaksi[at]wolipop.com
Informasi pemasangan iklan
Hubungi sales[at]detik.com,
Telepon 021-7941177