Kamis, 12/11/2015 08:44 WIB

Romantisme Gaya Retro Dalam Koleksi Terbaru Studio 133 Biyan

Alissa Safiera - wolipop
Romantisme Gaya Retro Dalam Koleksi Terbaru Studio 133 Biyan Foto: M. Abduh/Wolipop
Jakarta - Potongan flare, lambaian bahan satin silk yang gemulai, kolaborasi antar motif, serasa menyaksikan show musim semi dari Gucci atau Valentino di suatu malam di The Dharmawangsa Hotel. Namun bukan karya ini adalah milik desainer ternama Indonesia yang kreasinya tak kalah untuk disandingkan dengan dua desainer tadi, Biyan Wanaatmadja.

Sekilas informasi, karya Biyan dijual dalam satu wadah belanja online Net-a-Porter, bersandingan dengan puluhan desainer dunia dari Valentino sampai Saint Laurent. Kembali ke koleksi malam itu, Rabu (11/11/2015), desainer lulusan sekolah mode London ini mengikuti arus tren yang dibawa para desainer dari New York sampai Paris. Arus mundur yang kian tren, yaitu nuansa era '70-an atau juga dikenal dengan kata retro.

Biyan mengenalkan koleksi terbaru dari lini keduanya yang ia rilis pada 1985, Studio 133 by Biyan. Mengikuti DNA dari label utamanya, Biyan setia dengan komposisi berbagai elemen budaya Indonesia yang menjadi ciri khasnya. Untuk kali ini terlihat jika ia mengambil inspirasi dari Indonesia dan Asia Tengah sebagai inspirasi untuk 100 look yang terdiri dari busana wanita dan pria.

"Yang tidak berubah adalah sejak dari awal berdiri, selalu memikirkan bagaimana membuat suatu koleksi yang bisa untuk wanita Indonesia aktif yang memiliki peran dalam kesehariannya, memiliki pesona Indonesia, tapi juga memiliki wawasan global. Semua itu esensinya sangat kompleks dan harus dipikirkan terutama daya pakainya," ujar Biyan sebelum menampilkan karya terbaru Studio 133 di The Dharmawangsa Hotel, Jakarta Selatan.

Baca Juga: 50 Foto Before-After Selebriti yang Operasi Plastik

Gaun-gaun siluet longgar serta coat panjang masih menjadi andalan Biyan. Hanya saja dikemas secara grafis dengan aksen print dari motif ikat Uzbekistan dan gabungannya bersama motif kotak yang mirip sarong pria.

Pembawaan era '70-an dipertegas lewat terusan model tunik yang senada dengan celana flare. Atau dari potongan motif garis-garis vertikal dan juga paduan celana model kulot. Dari musik dan gaya rambut ala headpiece Frida Kahlo semakin menggambarkan tema yang diinginkan.


Embroidery geometris dan ornamen semanggi berdaun empat dimasukkan pada potongan busana sederhana, misalnya slip on dress atau jaket-jaket siluet boxy (cenderung mengotak). Pun dihadirkan atasan unik yang sarat nuansa Indonesia, yakni terinspirasi siluet kebaya kartini. Ada pula atasan bentuk cape dari material cotton lace dan dipercantik aplikasi payet.

Hal lain yang menarik adalah bagaimana tiap item dipadukan sebagai busana dalam presentasi ini. Padu padannya sebenarnya sangat simpel namun proporsional. Misal antara atasan tunik dengan kulot, atau preppy look memadukan kemeja, kulot dan coat. Atau ketika blouse panjang seperti kaftan dimainkan bersama celana panjang di dalamnya. Teknik tumpuk yang sangat aplikatif untuk diambil inspirasinya langsung dari runway.

"Kita hidup di era modern, jadi warisan itu harus bisa diterjemahkan pada sesuatu yang kekinian," pungkasnya lagi. Untuk koleksi foto selengkapnya, bisa anda klik disini


(asf/hst)

Redaksi: redaksi[at]wolipop.com
Informasi pemasangan iklan
Hubungi sales[at]detik.com,
Telepon 021-7941177

Wolipop's Social Media

@ redaksi@wolipop.com