Senin, 02/11/2015 12:49 WIB

Intimate Interview

Gita Saraswati, Hijaber yang Menginspirasi dengan Gerakan Mukena Bersih

Daniel Ngantung - wolipop
Gita Saraswati, Hijaber yang Menginspirasi dengan Gerakan Mukena Bersih (kiri-kanan: Pendiri GMB Gita Saraswati dan Ketua GMB Diana Herutami) Daniel Ngantung/Wolipop
Jakarta -

Gita Saraswati kaget bukan kepalang saat mendapati kotoran menempel di mukena yang ia pinjam kala menumpang salat di sebuah musala beberapa tahun silam. Lantas, timbul pertanyaan yang berkecamuk di benaknya. Mengapa umat muslim kurang memedulikan kebersihan mukena yang notabenenya adalah salah satu persyaratan untuk salat?

Rasa prihatin atas kondisi tersebut menggerakkan hati Gita untuk menyediakan mukena bersih di sejumlah musala. Tapi Gita yang saat itu berprofesi sebagai konsultan pendidikan tidak mau bergerak sendiri karena membutuhkan dukungan orang lain, baik sebagai donatur maupun relawan, untuk mewujudkan misi mulianya. Tidak sulit bagi Gita untuk menemukan rekan yang sehati dengannya.

Pada Desember 2007, akhirnya terbentuklah Gerakan Mukena Bersih (GMB) yang digagas Gita bersama enam rekannya. GMB memastikan ketersediaan mukena bersih di tempat ibadah agar para muslimah dapat khusyuk beribadah.

"Ke mal saja bisa rapi, masak beribadah dengan mukena kotor. Malu dong sama Allah," kata Gita saat ditemui Wolipop di sela puncak acara sewindu GMB di Masjid Jami 'Al-Ihsan, Kebayoran Baru, Jakarta, Sabtu (31/10/2015).

Diakui ibu dua anak itu, banyak tantangan yang menghiasi perjalanan GMB selama enam bulan pertama. Di saat paket mukena sudah tersedia, GMB malah kekurangan relawan karena kurang sosialisasi. Lalu sebaliknya, relawan sudah ada tapi mukena belum tersedia. Tapi, hal tersebut menjadi pembelajaran bagi GMB agar lebih siap dalam menjalankan misinya.

Setiap relawan GMB yang baru mendaftar akan dibekali sepaket mukena yang terdiri dari empat mukena. Menjaga mukena tetap "suci" dari kotoran adalah misi utama yang harus dijalankan para relawan. Setidaknya, mukena harus dicuci sekali dalam sepekan bergantung pada seringnya pemakaian. Semakin sering dipakai, frekuensi penyucian harus ditambah.

"Kegiatan ini simpel, sangat mendasar, tidak sophisticated. Tapi lebih dari itu, ini kan cerminan perilaku atau akhlak dari umat muslim," ungkap Gita yang kini mencurahkan seluruh waktunya untuk GMB.

Maka tidak heran, lanjut Gita, jika di Indonesia banyak terjadi kesalahan. Untuk urusan mukena yang wajib dan simpel saja terlewatkan, apalagi perkara yang lebih rumit.

"Harapannya, kita bisa memahami bawha ajaran agama kita itu baik dan sangat aplikatif untuk sehari-hari," ujar wanita kelahiran 26 Oktober 1969 itu.

Gayung bersambut, GMB mendapat respon positif dari masyarakat. Seiring berjalannya waktu, semakin banyak umat muslim yang tergerak hatinya untuk bergabung dengan kegiatan ini. Delapan tahun berselang, relawan GMB sudah mencapai 1.000 orang yang tersebar di 73 kota Indonesia. Bahkan beberapa di antaranya juga berdomisili di luar negeri. Mereka datang dari latar-belakang dan profesi berbeda. Tua-muda, dari arsitek, ahli finansial hingga aktris. Bahkan tidak hanya muslimah, para muslimin pun ikut berpartisipasi.

"Yang termuda dari SD karena kami juga mensosialisasikan GMB ke sekolah-sekolah dasar. Sementara jumlah pria yang menjadi relawan dan donatur sekitar 5-10 persen," kata Gita.

Meski GMB merupakan kegiatan amal, mukena tidak diproduksi asal-asalan. Pembuatan mukena melibatkan para penjahit andal dan menggunakan bahan katun berkualitas.

"Uniknya, di saat harga mukena naik, kami mendapatkan mukena yang murah karena para penjahit memotong harga sebagai bentuk donasi. Itulah indahnya dari kegiatan ini. Siapa saja bisa ikut," kata Gita yang ketika ditemui menggunakan hijab sederhana berwarna abu-abu.

Warna pastel dipilih agar terlihat tidak mudah kotor. Lagipula kata Gita, tidak ada ketentuan khusus menyangkut warna mukena dalam ajaran Islam. Yang terpenting adalah kebersihan mukena.

(dng/dng)

Redaksi: redaksi[at]wolipop.com
Informasi pemasangan iklan
Hubungi sales[at]detik.com,
Telepon 021-7941177

Wolipop's Social Media

@ redaksi@wolipop.com