Jumat, 31/07/2015 10:22 WIB

Terkena Jerat Selingkuh

Definisi Selingkuh di Era Sekarang, Tidak Selalu dalam Bentuk Fisik

Intan Kemala Sari - wolipop
Definisi Selingkuh di Era Sekarang, Tidak Selalu dalam Bentuk Fisik Dok. Thinkstock
Jakarta - Setiap pasangan yang sudah menikah tentunya menginginkan rumah tangganya berjalan dengan mulus tanpa suatu halangan. Namun seiring berjalannya waktu, pasti ada saja berbagai problematika yang menimpa rumah tangga dan seolah menguji kesetiaan suami-istri. Salah satu masalah yang paling sering dialami adalah perselingkuhan.

Perselingkuhan bisa dilakukan oleh siapa saja, baik suami maupun istri. Mereka menjalin hubungan dengan orang lain yang bukan pasangannya. Tetapi, pada zaman sekarang istilah perselingkuhan ini memiliki definisi tersendiri yang berbeda-beda tergantung dari individu yang melihatnya.

Diterangkan oleh psikolog Anna Surti Ariani, ada beberapa orang yang berpendapat bahwa dengan melirik orang lain saja sudah termasuk berselingkuh. Ada pula yang berpikiran bahwa melirik saja tidak apa-apa, selama tidak terjadi kontak fisik, seperti berpegangan tangan, pelukan, atau berhubungan seksual.

"Nah, ada juga yang menganggap jika sudah terjadi kontak fisik sampai berhubungan seksual ataupun belum, tetapi kalau ada perasaan suka atau 'main hati', itu sudah dianggap berselingkuh juga," paparnya ketika berbincang dengan Wolipop di Cilandak Town Square, Jakarta Selatan, Selasa (28/7/2015).

Baca Juga: 50 Inspirasi Gaya Hijab Selebgram

Lebih lanjut psikolog dua anak ini menjelaskan, pengertian perselingkuhan di zaman sekarang tidak harus melulu dengan bertemu atau bertatap muka. Ada sebagian orang yang merasa bahwa selingkuh bisa dilakukan melalui berbagai media, seperti media jejaring sosial ataupun aplikasi pesan singkat yang sifatnya lebih pribadi.

Wanita yang praktik di Klinik Terpadu Fakultas Psikologi Universitas Indonesia ini menilai, dari sisi psikologis, perselingkuhan bisa dikatakan mempunyai makna sebagai bentuk ketidaksetiaan pada pasangan dan memiliki ketertarikan kepada orang lain yang bisa tercipta dalam berbagai macam bentuk mulai dari yang ringan, sekadar lirik-lirikan sampai yang berat seperti berhubungan intim.

"Ada juga beberapa jenis perselingkuhan, seperti cinta lokasi, atau hanya ingin meraih kenikmatan seksual tetapi tidak ada perasaan apa-apa, memang semata-mata hanya ingin mendapatkan kepuasan saja," kata psikolog kelahiran 10 April ini.

Selain itu, ada juga jenis perselingkuhan yang terjadi karena seringnya bertemu sehingga merasa tertarik dan 'main hati'. Untuk hal yang seperti itu, Nina menilai perselingkuhan tersebut lebih sulit untuk dipisahkan jika sudah berurusan dengan perasaan.

Lebih lanjut, psikolog yang sering menjadi pembicara pada acara seminar-seminar ini mengatakan, ada beberapa wanita yang berniat untuk menjadi wanita selingkuhan karena ingin mendapatkan harta atau mencari uang tambahan. "Ada yang memang diniatkan selingkuh demi harta atau ingin dapat uang saja, tapi untuk kasus seperti itu saya jarang menemukannya," tutupnya.


(itn/hst)

Redaksi: redaksi[at]wolipop.com
Informasi pemasangan iklan
Hubungi sales[at]detik.com,
Telepon 021-7941177