Jumat, 16/01/2015 10:08 WIB

Liputan Khusus Aplikasi Cari Jodoh

Ini Alasan Para Jomblo Cari Pacar Lewat Aplikasi Kencan Online

Intan Kemala Sari - wolipop
Ini Alasan Para Jomblo Cari Pacar Lewat Aplikasi Kencan Online dok. Thinkstock
Jakarta - Dunia percintaan para lajang kini terasa semakin berwarna. Jika dulu urusan asmara dibatasi oleh jarak dan waktu, namun seiring dengan perkembangan teknologi semuanya serba dipermudah. Seperti hadirnya aplikasi smartphone yang dirancang khusus untuk membantu para penggunaannya menemukan pasangan sesuai dengan kriteria idamannya.

Salah satu aplikasi yang bisa membantu para jomblo mencari pasangan ini adalah Tinder. Aplikasi ini cukup digemari. Terbukti pada Apple Store dan Google Store aplikasi ini masuk dalam 10 besar daftar aplikasi favorit untuk kategori gaya hidup.

Kenapa para jomblo senang dengan aplikasi cari jodoh ini? Fira seorang fashion stylist mengatakan dia membuka aplikasi Tinder awalnya hanya karena iseng. "Mau menambah teman. Kalau lagi bosan juga jadi ada yang dikerjakan, bisa melihat-lihat profil orang lain," kata wanita 24 tahun.

Alasan serupa juga dikatakan Ditto yang bekerja di sebuah perusahaan IT. "Iseng aja sih, mau lihat cewek-cewek, siapa tahu ada yang lucu. Kalau ada yang lucu langsung di-match. Kalau dia juga match, seneng banget," kata pria 25 tahun itu.

Sedangkan Kemala memberikan alasan berbeda soal kenapa dia akhirnya mencari pasangan melalui aplikasi jodoh. Dia mengunduh aplikasi itu bukan karena iseng, tapi juga memang ingin mencari calon kekasih. Dengan adanya aplikasi tersebut dia jadi lebih terbantu menemukan pria yang benar-benar cocok dengannya.

Psikolog klinis Liza Marielly Djaprie melihat fenomena mencari pasangan di aplikasi jodoh ini sebagai suatu dampak dari kemajuan teknologi sehingga segalanya lebih banyak dilakukan melalui perangkat teknologi. Termasuk juga dalam hal percintaan.

"Sekarang ini mau ngapa-ngapain lebih gampang lewat handphone ya, termasuk juga hubungan sosial dan percintaan. Dulu memang banyak dilakukan dengan bertemu langsung. Yang saya lihat kalau sekarang sudah banyak tergeser oleh pertemuan melalui gadget," paparnya pada Wolipop saat berbincang via e-mail, Selasa (13/1/2015).

Tak hanya itu saja, terdapat beberapa faktor lain yang juga turut mempengaruhi banyaknya orang-orang yang menggunakan aplikasi percintaan. Salah satunya adalah padatnya jalanan di kota-kota besar yang membuat seseorang cenderung enggan untuk bertemu. Selain itu, tuntutan pekerjaan yang menyita waktu membuat mereka kekurangan waktu untuk bersosialisasi ataupun mencari kekasih.

"Akibatnya ya semua hal dicoba, termasuk cari pacar lewat aplikasi di handphone. Sekarang juga komunikasi dengan teman dan keluarga juga bisa terjalin lancar melalui media sosial," kata wanita yang memulai kariernya sebagai psikolog sejak tahun 2005 itu.

Meski hadirnya aplikasi pencari jodoh ini memudahkan segala urusan percintaan, namun tingkat kesuksesan untuk menjadi sepasang kekasih masih cukup rendah. Konsultan percintaan Kei Savourie menilik ada beberapa faktor yang melatarbelakangi kesuksesannya. "Aplikasi kencan mengutamakan foto sebagai sarana memilih pasangan, karena itu orang yang memiliki foto yang menarik otomatis akan punya peluang kesuksesan yang lebih besar," jelasnya saat diwawancara Wolipop via e-mail, Selasa (13/1/2015).

Aplikasi kencan ini juga memudahkan penggunanya untuk bercengkrama melalui fitur chatting room yang disediakan. Disinilah para pencari cinta dapat bertukar informasi tentang satu sama lain tanpa harus bertemu terlebih dahulu.

"Istilahnya Anda bisa tebar pesona. Ngobrol dulu, tunjukkan kelebihan yang dimiliki sehingga dia tertarik untuk mengajak Anda bertemu," tutupnya.


(int/eny)

Redaksi: redaksi[at]wolipop.com
Informasi pemasangan iklan
Hubungi sales[at]detik.com,
Telepon 021-7941177

Wolipop's Social Media

@ redaksi@wolipop.com