Jumat, 28/06/2013 10:50 WIB

Liputan Khusus Hypnolangsing

5 Aturan 'Ajaib' Turunkan Berat Badan dengan Hypnolangsing

Hestianingsih - wolipop
5 Aturan Ajaib Turunkan Berat Badan dengan Hypnolangsing dok. Thinkstock
Jakarta - Berdasarkan survei dari American National Health Institute, 91 persen orang yang berdiet gagal turun berat badan dengan permanen. Sebagian besar disebabkan karena terlalu terobsesi melakukan diet. Merasa bersalah karena diet tak kunjung berhasil, sehingga berujung menjadi malas untuk menjaga pola makan sehat.

Padahal, menurunkan berat badan berlebih bisa dilakukan tanpa harus diet ketat. Anda bisa tetap mengonsumsi makanan favorit, kapan saja Anda mau dan tidak perlu membatasi porsi makanan. Caranya dengan metode pelangsingan melalui terapi hipnosis.

"Hypnolangsing, atau saya lebih suka menyebutnya mindslim program adalah pemrograman pikiran bagaimana menjadi langsing tanpa akupunktur, pil pelangsing atau diet," ujar Master Hypnolangsing Juli Triharto kepada wolipop, di kantor MindSlim Academy di Kemang Square, Kemang Raya, Jakarta Selatan, Selasa (25/06/2013).

Pemrograman pikiran ini meliputan lima aturan yang disebut Juli, sang penemu metode hypnolangsing sebagai 'Five Magic Rules'. Apa saja aturan yang harus diperhatikan agar metode pelangsingan tanpa diet ini efektif dan berhasil secara permanen?

1. Makanlah Ketika Lapar
Pahami sinyal dari tubuh Anda dan hanya makan pada saat perut terasa lapar. Jangan ditunda. Sebab menunda makan hanya akan membuat Anda melahap lebih banyak makanan dari seharusnya. Kenalilah mana lapar secara fisik dan mana lapar yang hanya untuk memuaskan emosi Anda.

2. Makan Makanan yang Paling Anda Inginkan
Makanan apa yang paling Anda inginkan saat lapar? Usahakan untuk memenuhinya. Menurut Juli, ketika keinginan mengonsumsi makanan tertentu sudah terpenuhi, hasrat makan lebih terpuaskan dan Anda tidak akan tergoda lagi untuk mengunyah makanan lainnya. Misalnya saja ketika Anda sedang ingin makan pizza. Hanya pesan pizza yang Anda inginkan dan abaikan menu lainnya. Begitu pesanan datang, Anda hanya akan fokus pada makanan tersebut.

"Jangan sambil menunggu pizza datang, Anda pesan salad. Begitu salad habis dan pizza baru datang, Anda sudah kenyang tapi hasrat untuk makan pizza masih ada. Akhirnya Anda pun 'terpaksa' makan lagi dan perut jadi kekenyangan," tutur pria yang khusus terbang ke Amerika untuk mempelajari metode hipnoterapi ini.

3. Makan Secara Sadar
Biasa disebut juga dengan mindful eating. Artinya, Anda fokus dengan makanan yang ada di piring. Hirup aroma makanan, kunyah secara perlahan dan rasakan setiap teksturnya di dalam mulut. Daging, sayur, ikan, ayam, semua memiliki rasa serta tekstur yang unik dan berbeda. Dengan berkonsentrasi terhadap makanan, dengan sendirinya kontrol Anda terhadap makanan jadi lebih baik dan merasakan kenyang lebih cepat.

4. Berhenti Makan Sebelum Kenyang
Waktu paling tepat untuk berhenti makan adalah ketika perut Anda hampir mencapai titik kenyang. "Istilahnya netral, jadi perut tidak kelaparan juga tidak kekenyangan," ujar Juli. Dengan berhenti makan sebelum benar-benar kenyang, perut akan terasa lebih nyaman. Sementara ketika Anda baru berhenti makan setelah kenyang, Anda akan merasakan kekenyangan dan perut terasa penuh sehingga timbul rasa tidak nyaman.

5. Tingkatkah Aktivitas Tubuh
Aktivitas tubuh tidak selalu harus dilakukan di gym atau klub fitnes dengan treadmill, dumbbell atau peralatan berat lainnya. Tapi dengan memperbanyak jumlah langkah kaki. Melangkahlah secara mindfulnes, yaitu melibatkan fisik dan pikiran secara penuh ketika berjalan.

Bagaimana melangkah dengan mindfulness? Ketika melangkah, perhatikan setiap tarikan dan helaan napas. Ayunan tangan, gerakan kaki, kontraksi pada otot paha, pinggang, perut. Bukan pada mobil yang sedang ngebut di dekat Anda, pria tampan yang melintas di depan mata atau toko-toko yang menjual koleksi pakaian terkini.

Memfokuskan pikiran pada berjalan ketika melakukannya berefek baik secara biologis. "Melangkah secara mindful membuat Anda tidak terasa cape, tenaga bertambah dan lebih bahagia. Akhirnya jadi keranjingan bergerak. Ujung-ujungnya Anda ingin lebih banyak bergerak seperti ikut yoga, fitnes atau pilates. Fisik akan mengirimkan sinyal untuk tubuh terus bergerak," jelas Juli.

(hst/kik)

Redaksi: redaksi[at]wolipop.com
Informasi pemasangan iklan
Hubungi sales[at]detik.com,
Telepon 021-7941177