Rabu, 27/03/2013 12:35 WIB

Libido Makin Lama Makin Turun Padahal Usia Masih Muda, Apakah Normal?

Vanda Mustika - Wolipop
Libido Makin Lama Makin Turun Padahal Usia Masih Muda, Apakah Normal? Dok. Thinkstock
Jakarta - Dok, saya ibu rumah tangga yang baru menginjak usia 22 tahun. Suami saya berusia 26 tahun yang masih memiliki hasrat bercinta yang tinggi. Tapi saya sendiri sejak memiliki anak setahun yang lalu semakin hari semakin tidak bisa menikmati sesi bercinta sehingga makin membuat saya malas untuk melakukannya. Apa hal tersebut normal di usia saya yg masih muda? Apa ada cara untuk mengatasinya? Karena semakin lama hal tersebut menjadi masalah dalam rumah tangga saya. Terima kasih.

Siti, 22 Tahun

Jawab:

Sebelumnya saya ucapkan selamat terlebih dahulu, bahwa di usia yang masih sangat muda Anda sudah menikah dan sudah memiliki seorang anak, suami Anda pun relatif masih cukup muda. Namun di usia yang masih sama-sama muda justru yang menjadi masalah adalah hubungan seksual. Sementara biasanya puncak usia biologis terjadi pada usia 20-30 tahun, puncak usia biologis ini merupakan puncak kematangan tingkat seksual manusia dewasa, di mana kadar hormon seksualnya mencapai tingkat tertinggi.

Hubungan seksual dalam suatu rumah tangga memang bukanlah yang terpenting namun merupakan salah satu hal yang penting untuk mempertahankan keharmonisan rumah tangga. Sehingga masalah hubungan seksual antara Anda dan pasangan harus segera diatasi.

Untuk mengatasinya pertama kita harus mencari penyebab Anda tidak bisa menikmati hubungan seksual. Bagaimana hubungan seksual Anda dan pasangan saat baru menikah dulu, apakah Anda dapat menikmati setiap kali hubungan seksual terjadi. Anda juga perlu mengingat-ingat kembali gaya, posisi dan ritme seperti apa yang bisa membuat Anda menikmati hubungan seksual.

Setelah Anda memiliki anak, mengapa Anda tidak bisa menikmati hubungan seksual, apakah karena sulitnya mencari waktu yang tepat, misalnya jika Anda menyusui anak Anda sepanjang malam; atau tidak ada tempat yang tepat, terutama jika Anda tidur di kamar yang sama dengan anak Anda; atau Anda khawatir jika anak Anda terbangun atau menangis selama Anda dan suami
berhubungan intim. Faktor lain yang mungkin menjadi penyebab adalah kekhawatiran Anda bahwa Anda tidak bisa membahagiakan suami setelah melahirkan, apakah Anda pernah terpikirkan hal itu, jika iya maka sebenarnya pikiran Anda salah, karena dinding vagina akan kembali ke ukurannya semula setelah melahirkan, namun tentunya Anda juga perlu melakukan latihan otot dasar panggul atau Kaegel exercise.

Kebanyakan perempuan sulit untuk bisa menikmati suatu hubungan seksual karena faktor psikis, sehingga hubungan seksual hanya dilakukan demi menunaikan kewajiban melayani pasangannya. Sehingga solusinya adalah menghilangkan terlebih dahulu semua pikiran lain selama hubungan seksual, sehingga tubuh Anda menjadi rileks dan dapat menikmati hubungan seksual. Faktor lain adalah kondisi fisik yang lelah setelah seharian bekerja dan mengurus anak, jika ini alasannya maka Anda dapat mengubah waktu hubungan seksual Anda menjadi pagi hari setelah istirahat yang cukup di malam hari. Pada dasarnya adalah hubungan seksual itu penting, sehingga Anda dan pasangan perlu bersama-sama mengkomunikasikan tentang hal ini dan berusaha mencari solusinya bersama dengan pasangan Anda. Jika diperlukan, Anda dapat berkonsultasi dengan dokter keluarga Anda.

(eny/aln)

Redaksi: redaksi[at]wolipop.com
Informasi pemasangan iklan
Hubungi sales[at]detik.com,
Telepon 021-7941177

Wolipop's Social Media

@ redaksi@wolipop.com