Kamis, 06/12/2012 11:39 WIB

10 Fakta yang Perlu Diketahui untuk Menjaga Kesehatan Miss V Saat Haid

Dwiyasista W. Sekartaji - wolipop
10 Fakta yang Perlu Diketahui untuk Menjaga Kesehatan Miss V Saat Haid Dok. Thinkstock
Jakarta - Wanita modern saat ini memiliki aktivitas dan rutinitas yang sangat padat. Namun terkadang, sejumlah aktivitas itu akan mulai terganggu bila sudah kedatangan tamu bulanan. Menstruasi bagi sebagian wanita hal yang sangat menghambat kegiatan, karena akan menimbulkan rasa sakit pada perut dan sekitar pinggul.

Bukan hanya itu saja, terkadang area seputar Miss V pun bisa jadi tidak nyaman saat haid. Ketika datang bulan ini, sangat penting untuk para wanita menjaga kebersihan Miss V. Seperti dikatakan, dokter spesialis kulit dan kelamin, dr. Susie Rendra, SpKK, daerah miss v adalah organ penting wanita yang haru dijaga dan sangat unik.

Agar Miss V tetap sehat dan bersih saat haid, berikut ini sepuluh fakta yang perlu diketahui berdasarkan penjelasan dari dr. Susie saat ditemui wolipop usai peluncuran Charm Extra Dry di Djakarta Theater, Rabu (5/12/2012):

Fakta 1
Wilayah seputar Miss V akan mengeluarkan cairan secara dinamis dan rutin secara otomatis setiap harinya dan akan lebih banyak lagi mengeluarkan cairan pada saat mensturasi.

Fakta 2
Dibanding pria, Miss V wanita cukup unik karena di area tersebut terdapat tiga saluran yang berdekatan. Mulai dari uretra (tempat keluar urin), vagina, dan alat pengeluaran atau dubur. Ketiganya bergabung menjadi satu di area yang berdekatan. Maka tidak heran tiga area ini saling mempengaruhi, jika ada infeksi di satu tempat akan mudah pindah ke area yang lain.

Fakta 3
Bentuk pada area Miss V ini cenderung tertutup oleh labia mayora, sehingga menjadi lembab. "Tanpa memakai pembalut saja sudah lembab, jadi bisa dibayangkan kalau pakai pembalut. Tentu akan lebih lembab lagi, kan? Darah yang keluar itu nantinya akan menimbulkan berbagai masalah kesehatan, khususnya pada kulit di sekitar Miss V. Sehingga, pada masa menstruasi diperlukan perhatian khusus agar tetap sehat," jelas dr. Susie.

Fakta 4
Adanya mikro organisme yang hidup secara normal di Miss V tidak menimbulkan penyakit bagi tubuh, karena jumlahnya terbatas. Salah satu jenis bakteri yang tumbuh di Miss V adalah Laktobasilus. Laktobasilus merupakan bakteri yang hidup di dalam alat kelamin, yang membentuk suatu asam laktat untuk menjaga ph di area Miss V agar tetap bersifat asam. Ph yang asam ini kemudian berfungsi sebagai proteksi dari iritasi.

Fakta 5
Wanita yang akan menstruasi, akan mendapatkan masa Pra Menstruasi Syndrom (PMS). PMS akan menyebabkan rasa sakit pada perut, wilayah sekitar pinggul, rasa lelah, mudah marah, dan sebagainya. Semua hal itu adalah pengaruh hormonal.
Namun menurut dr. Susie, semua rasa tidak nyaman itu juga ikut dipengaruhi pikiran. Semakin Anda berpikir akan sakit, maka yang terjadi adalah rasa sakit.

Fakta 6
Masalah kulit yang terjadi di sekitar Miss V dipengaruhi oleh tiga faktor: darah, pembalut, dan perubahan kulit saat perubahan hormon.

Fakta 7
Apa yang menyebabkan kulit menjadi iritasi saat menstruasi? Ph kulit pada Miss V bersifat asam, sementara darah bersifat basa. Darah memiliki Ph 7,3-7,4, sedangkan normalnya ph kelamin wanita 4-4,5. Artinya ph yang basa ini sifatnya merusak kulit. Kulit kemudian menjadi rentan terhadap iritasi. Semakin banyak darah yang mengenai kulit, semakin tinggi masalah kulitnya.

Fakta 8
Salah satu infeksi bakteri yang akan terjadi pada Miss V adalah herpes, dan akan lebih berisiko terjadi pada saat menstruasi. Herpes bisa menjadi berbahaya jika area Miss V terlalu lembab. Oleh karena itu, saat haid, wanita perlu rajin mengganti pembalut agar Miss V tidak mudah teriritasi.

Fakta 9
Untuk mengurangi risiko terkena herpes adalah dengan menjaga kebersihan seputar wilayah Miss V. Caranya, gunakan pembalut yang memiliki daya serap cepat, permukaan lembut, tipis, dan tidak mengandung parfum.

Fakta 10
Menjaga kebersihan Miss V wajib dilakukan setiap wanita. Menggunakan pakaian dalam berbahan katun, menghindari penggunaan antiseptik yang berlebihan, tidak menggunakan pengharum miss v, dan menggunakan sabun yang mengandung ph asam adalah cara-cara yang dapat dilakukan agar Miss V tetap bersih dan sehat.

Penggunaan pentyliner sangat dianjurkan bagi wanita yang banyak mengeluarkan sisa-sisa cairan yang berlebihan. Pilihlah pentyliner yang sesuai dengan kulit dan kebutuhan Anda.


(eny/eny)

Redaksi: redaksi[at]wolipop.com
Informasi pemasangan iklan
Hubungi sales[at]detik.com,
Telepon 021-7941177