Rabu, 07/11/2012 19:05 WIB

Suka Merokok, Karyawan jadi Sering Bolos ke Kantor

Dwiyasista W. Sekartaji - wolipop
Suka Merokok, Karyawan jadi Sering Bolos ke Kantor Dok. Thinkstock
Jakarta - Temuan di Inggris telah menemukan fakta baru bahwa perokok lebih sering bolos ke kantor hingga dua atau tiga hari lebih banyak dalam satu tahun, ketimbang dengan rekan kerjanya yang tak merokok.

Dikutip dari Reuters, Douglas Levy, peneliti dari Harvard Medical School mengatakan, "Sangat jelas bahwa pesan yang disampaikan penelitian ini adalah 'Berhenti merokok!'. Namun inti penelitian ini adalah, merokok tak hanya mempengaruhi kesehatan individu, tetapi juga ekonomi dan perusahaan."

Dari data yang ditemukan juga diketahui bahwa absensi para pekerja yang merokok telah merugikan perusahaan di Inggris sebanyak 1,4 miliar poundsterling atau sekitar Rp 20 Triliun, di akhir tahun lalu. Analisis ini dilakukan antara tahun 1960 sampai 2011 di Eropa, Australia, Selandia Baru, Amerika Serikat dan Jepang, dengan melibatkan lebih dari 71.000 pekerja di sektor publik dan swasta.

Para peneliti meminta para pekerja yang juga mantan pecandu rokok tersebut untuk menjelaskan bagaimana gaya hidup dan kebiasaan mereka merokok. Peneliti juga mengamatinya dengan menggunakan catatan pekerjaan mereka untuk mengetahui seberapa sering mereka tidak hadir selama kurang lebih dua tahun bekerja.

Jo Leonardi-Bee dari University of Nottingham, Inggris, dan rekan-rekannya menemukan hasil bahwa 33% karyawan berisiko lebih besar kehilangan pekerjaannya dibandingkan dengan orang-orang yang tidak merokok. Hal ini disebabkan banyak karyawan yang menghabiskan waktu untuk izin merokok, sehingga produktivitas bekerja menurun dan banyak biaya yang dikeluarkan untuk kerusakan akibat kebakaran.

Hasil studi tersebut juga menunjukkan bahwa berhenti merokok di tempat kerja, sesungguhnya dapat berpotensi menghemat biaya pribadi dan perusahaan. Selain itu juga dapat memilimalisir ketidakhadiran saat bekerja.

Sementara penelitian lainnya menunjukkan bahwa anak-anak yang hidup dengan perokok aktif lebih mungkin untuk tidak hadir di sekolah karena sakit. Sebab, asap rokok yang dihasilkan oleh para perokok aktif menyebabkan berbagai penyakit, seperti asma hingga serangan jantung.

(rma/hst)

Redaksi: redaksi[at]wolipop.com
Informasi pemasangan iklan
Hubungi sales[at]detik.com,
Telepon 021-7941177

Wolipop's Social Media

@ redaksi@wolipop.com