Jumat, 03/08/2012 16:33 WIB

Liputan Khusus

Sikap Memaafkan Bisa Atasi Stres & Kurangi Risiko Penyakit Jantung

Alissa Safiera - wolipop
Sikap Memaafkan Bisa Atasi Stres & Kurangi Risiko Penyakit Jantung dok. Thinkstock
Jakarta - Idul Fitri memiliki makna yang mendalam bagi setiap umat muslim di seluruh dunia. Di hari yang fitri, pintu maaf terbuka bagi setiap orang. Saling memaafkan pun menjadi tradisi yang wajib dilakukan untuk menghapuskan perasaan buruk seperti dendam dan iri hati.

Namun tahukah Anda, memaafkan kesalahan juga bisa mengatasi stres dan mengurangi risiko sakit jantung? Penelitian di Stanford menemukan, dalam sebuah studi dari 259 orang yang menerima pelatihan mengenaik sikap memaafkan, 70% dari mereka mengalami penurunan perasaan sakit hati, 27% telah mengurangi gejala fisik dari stres, dan 15% memiliki tekanan emosional yang lebih rendah.

Selain memaafkan, ada cara lain yang bisa Anda lakukan agar beban pikiran Anda berkurang. Simak 10 cara lainnya untuk kurangi stres yang dikutip dari Prevention International.

1. Selalu Optimis
Ungkapan 'orang yang optimis lebih lama hidup dibanding mereka yang pesimis', sepertinya benar. Berdasarkan penelitian 30 tahun terhadap 1.100 orang, ditemukan bahwa pria dan wanita berumur antara 65 sampai 85 tahun, 77% mereka yang optimis memiliki risiko sakit jantung yang lebih rendah dibanding orang yang pesimis.

2. Mencari Aktifitas Lain
Bos Anda yang selalu memberi tumpukan pekerjaan setiap harinya, bisa membuat risiko hormon stres meningkat. Stres yang berlarut ini lama-kelamaan akan meningkatkan kemungkinan terkena sakit jantung bahkan diabetes (berdasarkan studi terhadap 10.000 pegawai negeri di Inggris). Untuk itu berikan otak Anda sedikit relaksasi dengan melakukan aktifitas lain diluar pekerjaan setiap minggunya.

3. Musik
Para peneliti menemukan bahwa musik klasik, berpengaruh sangat baik bagi penurunan tingkat stres Anda. Musik dengan tempo 60 beat per menit menghasilkan aktivitas gelombang otak alpha yang tinggi, kondisi ini sama ditemukan ketika Anda melakukan relaksasi dan meditasi.

4. Diet Sehat
Ingin memiliki tubuh kurus bak model? Pikirkan lagi! Sebuah penelitian yang disponsori oleh Institut Kesehatan Nasional menunjukkan bahwa, secara konsisten orang yang menurunkan berat badan ekstrim tanpa konsumsi protein yang cukup, dapat meningkatkan risiko penyakit jantung. Hal ini terjadi akibat rendahnya tingkat HDL atau kolesterol baik.

5. Ambil Kendali
Kadang suatu hal yang sudah direncanakan bisa berjalan tidak sesuai rencana. Ketika hal ini terjadi, hormon stres akan meningkat. Cari tahu sumber stres Anda dan segera perbaiki agar tidak berlarut-larut.

6. Kurangi Alkohol
"Beberapa orang menggunakan alkohol untuk mengurangi stres, tetapi itu adalah pedang bermata dua yang kemungkinan besar akan menyebabkan ketergantungan," kata Joann Manson, MD, DrPH, kepala Divisi Obat Pencegahan di Brigham. Konsumsi alkohol yang berlebih dapat meningkatkan kadar trigliserida, atau lemak dalam darah yang memicu tekanan darah dan gagal jantung.

7. Latihan Tai Chi
Taichi merupakan satu jenis seni bela diri yang berasal dari negeri China. Berbeda dengan jenis bela diri lainnya, Taichi justru menonjolkan unsur kelembutan dan mengolah pernapasan Anda. Penelitian menemukan, latihan Taichi dapat menurunkan kadar kortisol dan meningkatkan suasana hati sama seperti mereka yang berjalan sejauh 6 kilometer per jam.

8. Tertawa
Para peneliti di Loma Linda University Medical Center telah menemukan bahwa humor memicu respon fisiologis yang mirip seperti ketika Anda berolahraga. Tertawa meningkatkan endorfin dan neurotransmiter, yang dapat menurunkan kadar hormon stres, dan mengaktifkan T-sel, yang dapat melawan virus.

9. Tidak Terbawa Emosi
Sebuah penelitian pada tahun 2005 yang diterbitkan dalam New England Journal of Medicine menyatakan, wanita memiliki jantung yang rentan terhadap serangan stres mendadak. Tingkat emosional yang tinggi akan menyebabkan peningkatan hormon stres dan selama beberapa saat dapat melemahkan otot jantung.

10. Bermeditasi
Dalam sebuah penelitian di Kanada dari 90 pasien, mereka yang bermeditasi dalam kelompok selama 7 minggu, memiliki risiko lebih rendah dari gangguan suasana hati seperti, stres, depresi, kegelisahan, dan kemarahan dari kelompok lain yang tidak bermeditasi. Jadi ambil waktu sekitar 20-30 menit untuk melakukan meditasi, atau ikuti kelas yoga.

(eya/eya)

Redaksi: redaksi[at]wolipop.com
Informasi pemasangan iklan
Hubungi sales[at]detik.com,
Telepon 021-7941177

Wolipop's Social Media

@ redaksi@wolipop.com