Kisah Pria yang Jual Rumah & Perusahaan Demi Ajak Putrinya Keliling Dunia

Arina Yulistara - wolipop Jumat, 06 Nov 2015 07:14 WIB
Dok. Weiboo
Jakarta - Banyak orangtua yang sibuk bekerja sehingga kurang waktu untuk menemani buah hati tercinta. Hal tersebut dialami oleh pria bernama Zhu Chunxiao asal China. Zhu memiliki seorang anak perempuan berusia balita.

Pria yang berprofesi sebagai pengusaha tersebut mengaku memiliki sedikit waktu untuk bersama putrinya karena sibuk bekerja. Zhu mengatakan kini merasa bersalah karena tidak memperhatikan anak perempuannya saat masih dalam tahap pertumbuhan. Rasa bersalahnya muncul ketika mendengar keluahan teman-temannya yang tidak bisa menyisihkan waktu dengan keluarga.

Merasa sudah hidup berlebihan selama sepuluh tahun terakhir namun masih kurang menyempatkan waktu untuk si kecil, Zhu lalu memutuskan untuk lebih fokus ke anak. Bahkan demi menebus kesalahannya, ia rela menjual rumah dan perusahaan agar bisa menyenangkan putrinya.

Dari hasil penjualan rumah dan perusahaan, Zhu mendapatkan uang sekitar US$ 300 ribu atau Rp 4 miliar. Uang tersebut ia gunakan membeli RV (mobil yang seperti rumah berjalan) untuk pergi keliling dunia selama lima tahun demi menyenangkan putri tunggalnya.

"Jika aku tidak menemaninya sekarang maka aku akan kehilangan kesempatan melihatnya tumbuh besar," papar Zhu seperti dilansir dari Oddity Central.

Pria berdarah Korea ini sudah merencanakan perjalanan keliling dunia selama tiga bulan. Kini rumah dan perusahaannya berhasil terjual dan ia telah memulai rencanan perjalanannya.

Zhu bersama putrinya memulai perjalanan mereka dari China bagian Selatan propinsi Shenzhen dan berhenti di beberapa kota berbeda untuk mengenalkan putrinya pada banyak budaya. Ia kemudian melanjutkan perjalanan dan berhenti di China Utara, propinsi Jillin. Perjalanan pun berlanjut dengan keliling China hingga akhir 2015 sebelum menyebrang ke negara lain.

Dengan cara ini, Zhu percaya bahwa ia telah memberikan banyak pengalaman indah di masa kecil untuk putrinya. Keputusan Zhu ini rupanya menuai banyak kritik. Beberapa orang mengatakan keputusan Zhu menjual rumah dan perusahaannya itu tidak tepat. Ia dianggap mengambil keputusan yang implusif. Meski demikian, Zhu tidak ingin komentar orang-orang merusak kebahagiaan bersama putri tercinta.

"Aku tidak peduli dengan orang lain. Di mata seorang anak memiliki seorang ayah yang menemani mereka melalui masa anak-anak adalah hal paling penting," tambahnya.

Zhu juga mengatakan tidak ingin menyia-nyiakan kesempatan traveling keliling dunia hanya untuk bersenang-senang. Ia akan membangun jaringan yang lebih luas. Sambil menyelam minum air, ia ingin mencari peluang bisnis dengan bertemu banyak orang berbeda di dunia.

(aln/eny)