Mengenal Sandwich Generation

Kisah Generasi Sandwich, Belasan Tahun Beri Sebagian Gaji untuk Ortu & Adik

Gresnia Arela Febriani - wolipop Sabtu, 25 Jul 2020 17:08 WIB
Sandwich Generation. Vector illustration Ilustrasi sandwich generation. Foto: dok. istock
Jakarta -

Sandwich Generation atau generasi sandwich adalah mereka yang memiliki beban finansial terhimpit antara dua generasi. Seperti kisah wanita yang bekerja sebagai paralegal di salah satu konsultan hukum di Jakarta Selatan ini.

Gina sebut saja namanya (nama asli disamarkan atas permintaan narasumber) termasuk dalam sandwich generation karena harus menanggung finansial orangtuanya dan adiknya dalam kehidupannya sehari-hari. Gina adalah anak pertama dari tiga bersaudara yang semuanya perempuan.

Pekerjaan ayah dan ibunya adalah pengusaha di bidang sewa menyewa mobil. Hingga di tahun 1998 ketika krisis ekonomi menghantam Indonesia, bisnis orangtuanya termasuk terdampak karena hampir sebagian besar pelanggannya yang adalah warga negara asing, banyak melakukan eksodus dari Tanah Air.

"Sejak 2004 hampir padam usaha sewa menyewa mobil yang dijalankan orang tua saya. Puncaknya 2009 ayah saya menutup usahanya dan hingga hari ini karena usia yang juga sudah sepuh, ayah saya tidak memiliki usaha lagi. Orangtua tidak siap dengan krisis yang melanda, tidak pula memiliki perencanaan matang tentang bagaimana usia pensiun mereka," kata Gina saat berbagi kisahnya kepada Wolipop, Rabu (22/7/2020).

Meski belum memiliki tabungan pensiun, Gina dan kedua saudarinya beruntung orangtuanya mempersiapkan pendidikan yang baik untuk mereka. "Saya lulusan fakultas hukum salah satu universitas negeri ternama di kota Bandung. Adik-adik saya pun mengikuti jejak saya kuliah di universitas yang sama walau beda jurusan (yang kedua FISIP dan yang bungsu Kedokteran)," tuturnya.

Sejak kecil Gina menetap dan sekolah hingga SMA di Jakarta. Dia kemudian tinggal di Bandung untuk kuliah dan setelahnya kembali ke Jakarta untuk bekerja. Adiknya yang kedua menikah lebih dulu dari Gina pada 2011. Dan adik bungsunya berencana menikah tahun 2020 ini.

Gina sendiri menikah pada Agustus 2018. Sebelum menikah ia dan suaminya sepakat memahami dan melihat sendiri kondisi keluarganya. Gina harus membantu kehidupan orangtua dan adik bungsunya.

"Saya bersyukur pada YME yang mempertemukan saya dan suami yang begitu besar toleransinya dalam menghadapi apa yang sudah saya lakukan untuk keluarga jauh sebelum kami saling kenal. Kami sama-sama berusaha memahami bahwa rumah tangga adalah proses belajar seumur hidup, beradaptasi dan saling menghormati serta meluaskan toleransi pada hal-hal baru bagi hidup masing-masing," ujarnya.

Gina menjelaskan jika suaminya merupakan anak tunggal dan ibu mertuanya tinggal di luar kota dan masih memiliki usaha sendiri. Gina baru menyadari bahwa ia termasuk salah satu generasi sandwich sekitar dua tahun yang lalu.

"Sebenarnya, terminologi Sandwich Generation baru saya pahami sekitar tahun 2018, walaupun pada kenyataannya telah saya jalankan lebih dari satu dekade yang lalu (tahun 2006 ketika saya mulai bekerja di suatu kantor konsultan hukum). Pemahaman secara empiris yang selama ini telah saya jalankan adalah suatu kondisi anak di usia produktif yang secara finansial menopang keadaan ekonomi orangtua dan di saat yang bersamaan juga memenuhi kebutuhan sendiri baik bagi mereka yang sudah berkeluarga maupun belum,"ucapnya.

Wanita 38 tahun itu menuturkan sejak ia bekerja selalu menanamkan pada diri menyisihkan gajinya untuk membantu orangtua di samping memenuhi kebutuhan hidup sendiri. Gina selalu memberikan dukungan secara finansial pada kebutuhan rumah tangga orangtua sampai membantu biaya pendidikan dan pernikahan adik-adiknya.

Gina pun cukup positif memaknai istilah Sandwich Generation yang selama belasan tahun telah ia jalani.

Sandwich Generation. Vector illustrationIlustrasi Sandwich Generation. Vector illustration Foto: dok. istock

"Walaupun tidak pernah diminta, dituntut, atau diharuskan oleh orangtua, di satu sisi saya merasa tindakan menopang keadaan ekonomi keluarga adalah bentuk bakti saya terhadap orangtua yang telah menghadirkan saya dan menjadikan saya sosok yang tangguh menjalani kehidupan. Bentuk terima kasih yang tidak pernah diharapkan mereka. Namun menjelang usia mereka yang sudah tua, ada rasa bahagia melihat kebutuhan mendasar orangtua terpenuhi," kata Gina.

Di sisi lain, kondisi yang dialami orangtua di masa tuanya, melatih Gina untuk mengambil hikmah bagaimana kelak di masa tua mampu berdikari secara finansial bersama suaminya.

"Sehingga ketika saya masih ada di periode produktif bekerja dan menghasilkan pendapatan secara materi, saya harus mampu memahami instrumen apa yang harus saya pilih untuk tabungan hari tua nanti atau bagaimana gaya hidup saya dan pasangan di usia produktif ini," jelas Gina.



Simak Video "Dear Bucin, Yuk Kenali 'Toxic Financialship' saat Berpacaran!"
[Gambas:Video 20detik]
(gaf/hst)
dMentor
×
Mindset dan Mental Pengusaha Sukses
Mindset dan Mental Pengusaha Sukses Selengkapnya