Pernahkah kamu heran melihat stiker mungil menempel di wajah seseorang saat berjalan-jalan di mal? Stiker ini adalah pimple patch atau acne patch, tren perawatan wajah yang makin populer dan bikin banyak orang penasaran untuk mencobanya.
Plester jerawat ini sering dianggap sebagai jalan ninja paling ampuh untuk meredakan kemerahan di wajah dalam waktu singkat. Acne patch bekerja dengan menyerap cairan pada jerawat, melindunginya dari sentuhan tangan berbakteri, serta menjaga kelembapan kulit untuk mempercepat pemulihan.
Namun, tahukah kamu bahwa penggunaan acne patch yang kurang tepat justru bisa memicu masalah baru pada kulit?
Dilansir dari Everyday Health, berikut kesalahan penggunaan acne patch yang perlu dihindari:
1. Menggunakannya pada Jenis Jerawat yang Kurang Sesuai
Plester yang mengandung hidrokoloid ini pada dasarnya bekerja maksimal dengan menyerap cairan serta nanah pada jerawat papula (benjolan merah) dan pustula (berisi nanah).
Namun, plester ini kurang efektif jika ditempelkan pada komedo atau area jerawat yang menyebar luas. "Karena plester hidrokoloid membantu mengeluarkan cairan, plester ini mungkin membantu mengatasi jerawat biasa, tetapi tidak seefektif untuk komedo yang cenderung membutuhkan bahan seperti salicylic acid dan retinoid untuk menembus serta membersihkan pori-pori," ucap Dr. Marisa Garshick, seorang dermatolog asal Amerika Serikat.
2. Menggabungkan Produk dengan Bahan Aktif Lain
Acne patch yang dijual di pasaran tersedia dalam dua jenis: tanpa bahan aktif (hanya mengandung hidrokoloid) dan yang diperkaya bahan aktif. Bahan aktif tersebut seperti benzoyl peroxide (membunuh bakteri), niacinamide (mengatur produksi minyak dan mengurangi peradangan), serta tea tree oil (antimikroba dan antiinflamasi alami).
Dr. Marisa menganjurkan untuk menempelkan acne patch pada kulit yang bersih dan kering. Menempelkan stiker ini di atas lapisan serum, krim malam, atau kulit yang masih lembap setelah cuci muka sangat tidak dianjurkan karena dapat meningkatkan risiko iritasi.
Sifat perekat yang tertutup rapat dapat memperkuat penetrasi bahan kimia secara berlebihan hingga memicu rasa perih. "Jika ada bahan lain di kulit, hal itu juga dapat mempersulit bahan aktif dalam acne patch untuk menembus kulit sehingga efektivitasnya berkurang," jelas Dr. Marisa.
3. Durasi Pemakaian yang Kurang Tepat
Waktu ideal untuk menempelkan acne patch adalah sekitar 6-8 jam agar cairan terserap sempurna. Menurut Dr. Marisa, jika dilepas terlalu cepat, proses penarikan kotoran dari dalam pori-pori belum berjalan maksimal. Sebaliknya, membiarkannya menempel lebih dari 8 jam bisa memicu iritasi dan menyumbat pori-pori di sekitarnya.
"Bagi sebagian orang, terutama pemilik kulit sensitif atau rentan berjerawat, hal itu dapat menyebabkan iritasi atau bahkan penyumbatan pori-pori di sekitar area tersebut," kata Dr. Marisa.
4. Menempelkannya pada Kondisi Kulit Sensitif
Pemilik kulit yang mudah memerah atau mengelupas harus ekstra hati-hati sebelum menggunakan produk ini. Gesekan dari lem perekat serta kandungan tea tree oil kerap memicu reaksi alergi yang cukup mengganggu.
"Siapa pun yang mengalami iritasi kulit akibat perekat atau bahan aktif maupun reaksi alergi, terutama terhadap tea tree oil atau benzoyl peroxide, sebaiknya menghindari acne patch," ujar Dr. Angela J. Lamb, dermatolog asal Amerika Serikat.
Jika kamu memiliki kulit sensitif dan sedang berjerawat, Dr. Marisa menyarankan untuk menggunakan bahan aktif yang lebih lembut secara perlahan, seperti azelaic acid, niacinamide, dan adapalene.
"Menggabungkan produk-produk ini dengan pelembap tanpa pewangi yang mendukung skin barrier dapat membantu mengurangi iritasi sekaligus mengatasi jerawat," tambah Dr. Marisa.
5. Mengandalkannya untuk Mencegah Jerawat Baru
Banyak orang mengira menempelkan acne patch di area kulit yang bersih bisa mencegah timbulnya jerawat baru. Padahal, "acne patch dirancang untuk mengobati jerawat yang sudah ada dan bersifat reaktif, bukan preventif," terang Dr. Marisa.
Kandungan salicylic acid dalam acne patch memang dapat mengobati jerawat aktif, tetapi tidak dapat mencegah pertumbuhan jerawat di area wajah lain karena cakupan plester yang terbatas.
Formulanya tidak bisa menggantikan fungsi skincare harian secara menyeluruh. Untuk mencegah masalah kulit datang kembali, kamu tetap harus konsisten menjaga kebersihan wajah, mencuci muka secara teratur, serta menghindari kebiasaan menyentuh wajah dengan tangan kotor.
Simak Video "Penggunaan Acne Patch untuk Gaya-gayaan Tak Dianjurkan Dokter"
(eny/eny)