Yakin Skincare Malam Kamu Sudah Benar? Cek 4 Kesalahan Fatal Ini!
Apakah kamu yakin rutinitas skincare malam yang kamu lakukan sudah benar, atau justru merusak kulit tanpa disadari?
Setiap malam, tubuh secara alami memasuki fase pemulihan. Kulit memanfaatkan momen istirahat ini untuk memperbaiki kerusakan sel akibat paparan polusi, sinar matahari, dan penggunaan riasan sepanjang hari.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurut sebuah studi, kualitas tidur yang buruk dan skincare malam yang keliru terbukti memperlemah pertahanan alami kulit serta mempercepat munculnya tanda-tanda penuaan. Oleh karena itu, memaksimalkan rutinitas malam adalah kunci utama untuk mendapatkan kulit yang sehat dan awet muda.
"Kulit kamu berada dalam mode perbaikan setiap malam. Tidak seperti siang hari, Anda tidak berkeringat untuk menghilangkan apa yang ada di kulit, sehingga produk dapat terserap dengan baik," ucap dr. Deirdre Hooper, dokter spesialis kulit di New Orleans seperti dikutip dari everydayhealth.
Namun, beberapa kekeliruan kecil sering kali menggagalkan proses regenerasi alami tersebut. Berikut adalah beberapa kesalahan skincare malam yang dapat merusak kulit:
1. Membiarkan Wajah Kotor dan Tidak Mencuci Muka Sebelum Tidur
Rasa lelah setelah beraktivitas seharian sering kali membuat seseorang ingin langsung tidur tanpa membersihkan wajah. Padahal, keputusan ini sangat merugikan kesehatan kulit karena minyak berlebih, sisa riasan, dan debu yang menumpuk akan mengendap di dalam pori-pori.
"Saya rasa kamu tidak perlu mencuci muka di pagi hari, terutama jika kulit kamu sensitif atau kering, tetapi hal itu mutlak diperlukan pada malam hari," ucap dr. Hooper. Langkah ini penting dilakukan untuk mencegah munculnya jerawat.
Penumpukan sebum berlebih yang bercampur dengan sel kulit mati akan menyumbat pori-pori dan memicu peradangan. Jika kamu terlalu lelah untuk pergi ke wastafel, menyediakan micellar water dan kapas di samping tempat tidur dapat menjadi solusi praktis untuk membersihkan wajah dengan cepat.
2. Menghentikan Penggunaan Retinoid Terlalu Dini
Banyak orang mendatangi dokter spesialis untuk mencari formula pencegah penuaan dini, dan retinoid hampir selalu menjadi rekomendasi utama. Turunan dari vitamin A ini bekerja efektif memicu pembentukan kolagen guna menyamarkan kerutan dan garis-garis halus.
Penelitian membuktikan bahwa penggunaan tretinoin topikal (retinoid resep dokter) secara teratur dapat meratakan warna kulit, menyamarkan kerutan, dan mengurangi bintik-bintik gelap. Namun, karena retinoid mempercepat regenerasi sel, efek samping seperti kulit kering, perih, dan mengelupas kerap membuat penggunanya panik lalu mendadak berhenti menggunakannya.
"Jangan terburu-buru! Jika kamu melihat pengelupasan atau kemerahan ringan, atau jika wajah terasa perih saat dicuci, hentikan penggunaannya selama satu atau dua malam," ucap dr. Charisse Dolitsky, dokter spesialis kulit di New York.
Ia juga mengimbau untuk mengaplikasikan retinoid seukuran kacang polong pada malam hari saja guna menghindari sensitivitas terhadap sinar matahari. Selain itu, dr. Charisse menyarankan untuk memilih produk retinoid yang tidak memicu iritasi berat dan melanjutkannya dengan moisturizer untuk meningkatkan hidrasi kulit.
3. Melewatkan Penggunaan Moisturizer di Malam Hari
Memasuki waktu malam, kelembapan alami kulit secara bertahap akan menurun seiring perubahan suhu tubuh. "Telah terbukti bahwa tingkat hidrasi kulit cenderung menurun sejak siang hingga malam hari. Oleh karena itu, penggunaan pelembap sebelum tidur menjadi bagian penting dari rutinitas perawatan kulit," ucap dr. Joshua Zeichner, ahli dermatologi di New York City.
Penelitian menunjukkan bahwa kulit bekerja mengikuti ritme sirkadian, yaitu lapisan luar kulit menjadi lebih terbuka pada malam hari untuk menyerap nutrisi dan melepaskan sel-sel yang rusak. Tanpa moisturizer, kulit tidak hanya menjadi sangat kering, tetapi juga lebih rentan mengalami iritasi akibat penggunaan bahan aktif seperti retinol.
dr. Joshua menyarankan penggunaan moisturizer yang mengandung ceramide, dimethicone, glycerin, atau hyaluronic acid untuk mengunci kelembapan dan menjaga kulit tetap kenyal hingga pagi hari.
4. Menggunakan Antioksidan yang Salah di Malam Hari
Tidak semua antioksidan bekerja optimal jika digunakan pada waktu yang sama, salah satunya vitamin C. Mengaplikasikan produk vitamin C di malam hari cenderung kurang efektif karena kulit tidak membutuhkan perlindungan dari paparan lingkungan luar saat Anda tidur.
"Antioksidan ini berfungsi menetralkan radikal bebas yang menyerang kulit sepanjang hari," ucap dr. Deirdre. Radikal bebas merupakan zat yang dapat merusak sel-sel sehat dan memicu berbagai masalah pada tubuh.
Untuk perawatan malam, bahan antioksidan seperti vitamin E jauh lebih disarankan karena efektif meredakan peradangan serta menjaga kekenyalan kulit. Penelitian membuktikan bahwa selain berfungsi sebagai antioksidan, vitamin E topikal (umum digunakan dalam face wash dan krim dalam bentuk tocopheryl acetate) dapat membantu mengurangi peradangan serta menjaga kulit tetap terhidrasi dan lembut.
(eny/eny)











































