Brand Makeup Ini Protes Fotonya Diberi Label AI, Padahal Foto Pakai iPhone
Instagram memberi label peringatan AI pada sebuah foto dari brand makeup milik penyanyi Halsey, About-Face. Masalahnya, pihak brand menegaskan foto tersebut bukan hasil AI dan hanya diambil menggunakan iPhone lalu diedit secara sederhana.
Kontroversi bermula ketika seorang pengguna mempertanyakan label AI yang muncul pada unggahan About-Face. Akun media sosial brand itu kemudian membalas dengan tegas bahwa tidak ada AI yang digunakan dalam foto tersebut.
"Tidak ada AI yang digunakan!" tulis pengelola media sosial About-Face dalam kolom komentar.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Mereka juga menjelaskan bahwa foto tersebut diambil langsung dari iPhone sebelum mendapat sedikit sentuhan melalui aplikasi edit foto biasa. Komentar tersebut kemudian mendapat dukungan dari sejumlah netizen yang merasa label AI pada foto sederhana itu tidak masuk akal.
Kasus About-Face menyoroti masalah yang belakangan semakin sering diperdebatkan di media sosial. Sistem pendeteksi AI milik platform bisa saja membaca proses pengolahan foto sebagai tanda adanya konten buatan AI.
Kamera ponsel modern sendiri sudah menggunakan teknologi komputasional untuk mengatur pencahayaan, mempertajam detail, menggabungkan beberapa eksposur, hingga memperbaiki hasil foto secara otomatis. Belum lagi ketika foto tersebut diedit menggunakan aplikasi seperti Lightroom, VSCO atau editor bawaan ponsel. Sentuhan sederhana seperti memperbaiki cahaya atau warna bisa saja terbaca berbeda oleh sistem deteksi.
Halsey Foto: Instagram@iamhalsey |
Meta memang menghadapi tekanan untuk lebih agresif menandai konten yang dibuat atau dimanipulasi menggunakan AI, terutama untuk mencegah penyebaran deepfake dan informasi palsu. Namun, sistem yang terlalu sensitif justru berisiko menimbulkan masalah baru.
Bagi brand kecantikan seperti About-Face, label semacam ini bukan sekadar masalah teknis. Konsumen kini semakin kritis terhadap foto produk yang dianggap terlalu banyak menggunakan filter atau manipulasi digital.
Jika sebuah foto diberi kesan sebagai hasil AI, konsumen bisa mempertanyakan apakah warna makeup, tekstur kulit atau tampilan produknya benar-benar sesuai dengan kondisi nyata.
Hal tersebut menjadi semakin sensitif bagi About-Face yang mengusung konsep kreativitas dan makeup sebagai bentuk ekspresi manusia. Persoalannya, kreator yang merasa mendapat label AI secara keliru juga belum memiliki jalur banding yang jelas di Instagram. Akibatnya, protes melalui kolom komentar atau media sosial menjadi salah satu cara untuk menarik perhatian terhadap kasus tersebut.
(kik/kik)











































