×
Ad

Tren Wanita Cukur Bulu Wajah, Dokter Kulit Ungkap Manfaat dan Risikonya

Kiki Oktaviani - wolipop
Senin, 03 Agu 2026 15:30 WIB
Foto: dok. TikTok
Jakarta -

Tren mencukur bulu halus wajah atau peach fuzz ramai diperbincangkan setelah video seorang TikToker viral di media sosial. Aksi yang disebut bisa bikin kulit lebih halus dan membuat makeup lebih menempel itu justru memicu perdebatan soal keamanan bagi kulit.

Dalam video yang diunggah akun TikTok @bridionna, ia memperlihatkan wajahnya yang disemprot produk penanda bulu hingga tampak putih seluruhnya. Setelah itu, ia mencukur bulu-bulu halus di wajah menggunakan pisau cukur kecil. Ia mengaku rutin melakukan cara tersebut karena bulu halus di wajah membuat riasannya kurang menempel dengan baik. Namun, banyak netizen justru khawatir. Sebagian mempertanyakan apakah kebiasaan itu bisa merusak skin barrier atau membuat bulu wajah tumbuh lebih tebal.

"Apa nanti bulunya malah tumbuh lebih panjang dan lebih terlihat?" tulis salah satu netizen.

Ada juga yang mengaku pernah mencoba tren serupa, tetapi kulitnya menjadi sensitif selama berminggu-minggu hingga memicu jerawat. Di sisi lain, banyak juga netizen yang merasakan manfaat dari cara tersebut. Mereka mengklaim wajah menjadi jauh lebih glowing dan makeup terlihat lebih mulus setelah bulu halus dicukur.

Menanggapi perdebatan itu, dokter spesialis dermatologi kosmetik di New York, Dr. Debra Jaliman, menjelaskan bahwa prosedur ini dikenal sebagai dermaplaning, yaitu teknik mengangkat sel kulit mati sekaligus bulu halus di permukaan wajah, asal menggunakan pisau cukur khusus. Untuk itu, ia menyarankan untuk dilakukan di tenaga profesional.

"Prosedur ini aman jika dilakukan dengan benar, tetapi bukan berarti cocok untuk semua orang," ujarnya, seperti dikutip dari Bored Panda

Dr. Jaliman juga mengingatkan bahwa orang yang sedang mengalami jerawat aktif, eksim, rosacea, atau kulit yang sedang meradang sebaiknya menghindari dermaplaning karena dapat memperparah iritasi. Meski begitu, prosedur ini memang memiliki manfaat.

"Dermaplaning membuat kulit terasa lebih halus, membantu makeup menempel lebih rata, dan meningkatkan penyerapan produk skincare," ungkap Dr. Jaliman.

Ia juga meluruskan salah satu mitos yang paling sering dipercaya, yakni mencukur bulu wajah membuat rambut tumbuh lebih tebal atau lebih cepat. Menurutnya, anggapan tersebut tidak benar karena mencukur hanya memotong rambut di permukaan kulit, bukan mengubah folikel rambut.

Rambut yang tumbuh kembali mungkin terasa lebih kasar karena ujungnya tumpul, tetapi ketebalan dan kecepatannya tidak berubah.

Meski demikian, dermaplaning tetap tidak boleh dilakukan terlalu sering. Jika berlebihan, lapisan pelindung kulit bisa terganggu sehingga kulit menjadi lebih sensitif dan mudah mengalami iritasi.



Simak Video "Video Yuni Shara Ngomongin Tren Oplas: Itu Semua Pilihan"

(kik/kik)
Berita Terkait
Berita detikcom Lainnya
Berita Terpopuler

Video

Foto

detikNetwork