Abel Cantika Ungkap Kondisi Kulit Saat Hamil, Hindari Kandungan Skincare Ini
Kehamilan bisa menjadi salah satu faktor yang menyebabkan kondisi kulit berubah. Karena itu, dibutuhkan skincare yang tepat dengan kandungan yang aman dan tidak membahayakan janin.
Hal ini juga dialami oleh beauty influencer Abel Cantika. Ia membagikan cerita tentang perubahan kulit yang dialaminya dalam acara 'The Healthy Skin Barrier Starts with Wardah Cleansing Balm & Toner Pad' di Jakarta International Convention Center (JICC) baru-baru ini.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Aku memang punya jenis kulit yang normal to dry jadi cenderung kering. Tapi, pada saat kehamilan itu kulit aku menjadi semakin kering dan semakin sensitif, kadang jadi muncul kemerahan di kulit aku," ujar wanita kelahiran 1995 itu.
Abel beberapa kali juga mengunggah kondisi kulitnya yang sedang flare up ke media sosial. Tujuannya untuk berbagi pengalaman, sebab menurutnya perjalanan merawat kulit sensitif merupakan proses yang cukup panjang.
Setelah melahirkan anak keduanya dan memasuki masa menyusui, Abel merasa kondisi kulitnya masih cenderung lebih kering meski tidak separah saat hamil. "Kemerahannya pun enggak separah waktu hamil ya, tapi tetap belum kembali normal," tambahnya.
Abel Cantika Foto: Dok. Instagram Abel Cantika |
Meski dihadapkan pada perubahan kondisi kulit, Abel tetap bisa tampil cantik dan menawan. Menurutnya, kunci menjaga kesehatan kulit adalah menyesuaikan kembali produk skincare yang digunakan dengan kondisi kulit saat ini.
"Aku belum sempat pakai rangkaian skincare yang cukup panjang, tapi skincare yang aku pilih itu jadi lebih gentle dan aman untuk bumil busui tentunya," kata Abel.
Beberapa produk skincare diketahui mengandung bahan yang tidak aman untuk ibu hamil maupun ibu menyusui. Salah satu kandungan yang sangat dihindari Abel adalah retinol karena adanya risiko penyerapan ke aliran darah yang dapat mengganggu perkembangan janin atau bayi melalui ASI.
Saat ditanya soal pekerjaannya sebagai beauty influencer dan kerja sama dengan berbagai brand skincare, Abel mengaku selalu mengecek kandungan produk terlebih dahulu untuk mencegah break out akibat terlalu sering mencoba produk baru.
"Kalau ingredients-nya ada yang terlalu keras buat kulit aku atau memang lagi nggak mau coba, biasanya kerjasamanya aku tolak," jelasnya.
Selain memperhatikan kandungan, Abel juga mempertimbangkan apakah produk tersebut sesuai dengan kondisi kulit yang sedang dialaminya. Jika setelah digunakan selama sekitar satu hingga dua minggu ternyata tidak cocok, ia akan kembali menggunakan produk skincare miliknya yang lebih gentle.
(eny/eny)













































