Kategori Berita
Daerah
Layanan
Top Up & Tagihan
Detik Network

Viral Sarden Kalengan Bikin Kulit Glowing, Terinspirasi Model Victoria's Secret

Hestianingsih Hestianingsih - wolipop
Minggu, 19 Apr 2026 17:30 WIB

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Fresh mackerel fish (Scomber scrombrus) on ice
Model Anok Yai. Foto: Maya Dehlin Spach/Getty Images
Jakarta -

Makan sarden setiap hari dipercaya bisa membuat kulit sehat, awet muda dan bercahaya. Ikan sarden kalengan bahkan disebut-sebut menjadi 'beauty essential' dan digadang-gadang sebagai 'botox alami'.

Tren makan sarden demi kulit glowing dipopulerkan oleh model Victoria's Secret Anok Yai. Saat diwawancara di sela persiapan fashion show Victoria's Secret, akhir tahun lalu, salah satu model termahal di dunia ini mengungkap bahwa ia terbiasa mengonsumsi sarden sebelum fashion show.

"Aku makan sekaleng sarden setiap malam untuk persiapan fashion show agar kulit terlihat menawan," kata Anok, seperti dikutip dari Hypebae.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Pengakuan Anok langsung membuat ikan sarden dicari-cari para beauty enthusiast. Setelah mencobanya, tak sedikit dari mereka -terutama TikTokers- yang mengklaim bahwa makan ikan ini secara rutin membuat kompleksi wajah lebih halus, lembap dan glowing.

Bahkan kreator konten ternama Madison Sarah menyebut bahwa sarden kalengan adalah superfood bagi kulit dan skincare alami. Tapi, benarkah demikian?

ADVERTISEMENT

Menurut sejumlah pakar gizi, ikan sarden memang memiliki banyak manfaat bagi kesehatan. Tapi melabelinya sebagai 'glass skin hack' atau 'botox alami' agak berlebihan. Makan ikan sarden tidak serta merta membuat kulit berkilau hanya dalam beberapa hari.

@hypebae Sardine sales after the @Victoria's Secret 📈 #AnokYai keeps her glow poppin' with a little tinned fish 🐟 Video: Hypebae #vsfashionshow #vsangel #victoriassecret #beautytok ♬ original sound - HYPEBAE

"Manfaatnya lebih untuk jangka panjang dan sebagai langkah pencegahan," kata ahli gizi Jo Sebastian, seperti dilansir Cosmopolitan.

Dia menegaskan bahwa perbaikan kulit datang dari kebiasaan berkelanjutan yang mendukung tubuh dari waktu ke waktu. Bukan karena satu bahan makanan yang tiba-tiba masuk ke dalam menu makanan.

Kulit secara alami memperbarui dirinya sendiri dan itu merupakan sebuah proses yang membutuhkan waktu berminggu-minggu, bukan berhari-hari. Pada dasarnya, nutrisi bekerja bersama-sama, bukan secara terpisah, dan tubuh selalu memprioritaskan fungsi keseluruhan sebelum estetika.

"Semuanya masih sangat bergantung pada pola makan Anda secara keseluruhan," tambahnya.

Fresh mackerel fish (Scomber scrombrus) on iceIlustrasi ikan sarden. Foto: Istock

Pakar kecantikan Dr. Jodi Logerfo juga meragukan efektivitas sarden kalengan sebagai skincare. Pasalnya, penelitian ilmiah tentang manfaa sarden bagi kulit masih sangat terbatas.

"Sayangnya, belum ada bukti yang benar-benar menunjukkan bahwa mengonsumsi sarden memberi manfaat nyata bagi kesehatan kulit atau bahwa mengonsumsi sarden secara khusus memperbaiki kondisi kulit apa pun," terang Jodi.

@madisonsarah_

sardines are natures skin care & superfood 🐟 they are incredible for hydration & glow keeping the skin plump and dewy so good for protein which is essential for collagen & the elasticity of the skin they are also an anti-inflammatory so they calm redness & acne they help slow down the aging process by helping prevent collagen breakdown from UV rays they have CoQ10 which helps energise skin cells and boots skin repair

♬ Her by The American Dawn - The American Dawn

Dia menambahkan bahwa secara ilmiah, sarden kaya akan asam lemak omega-3 yang sangat baik. Lemak sehat ini bermanfaat untuk kesehatan otak dan tubuh secara keseluruhan, termasuk kulit.

"Asam lemak Omega-3 membantu tubuh memproduksi lebih banyak ceramide, yaitu lemak yang menjaga lapisan pelindung kulit tetap utuh, dan mengurangi peradangan. Vitamin D mendukung pertumbuhan dan perbaikan sel kulit, dan protein sangat penting untuk produksi kolagen. Jadi, bahan-bahan utama dalam sarden memang memiliki manfaat kulit yang berarti," kata dermatologist Dr. Geeta Yadav.

Namun sekali lagi, ikan sarden hendaknya tidak dijadikan satu-satunya solusi untuk mengatasi masalah kulit, atau menjadikan kulit glowing maksimal.

"Sarden adalah makanan pendukung, bukan pengobatan. Netizen selalu menyukai cerita tentang satu bahan yang efektif, tetapi menurut sains, sarden hanyalah bagian dari manfaat yang lebih besar," pungkasnya.

(hst/hst)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Hide Ads