Kategori Berita
Daerah
Layanan
Top Up & Tagihan
Detik Network

Pakai Bedak di Badan Kembali Viral, Body Care Jadul yang Bikin Wangi Seharian

Kiki Oktaviani - wolipop
Senin, 09 Mar 2026 10:08 WIB

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Powder
Powder Foto: Getty Images/gvictoria
Jakarta -

Tren kecantikan selalu berputar. Yang dulu sempat populer, bisa kembali viral di era media sosial. Hal ini juga terjadi pada dusting powder, produk body care klasik yang kini kembali ramai dibicarakan di TikTok.

Di platform tersebut, tren #dustingpowder bahkan sudah diikuti lebih dari 10 ribu video. Banyak kreator membagikan cara membuat dusting powder sendiri hingga rekomendasi produk siap pakai. Tak sedikit pula yang menyebut produk ini sebagai rahasia nenek-nenek zaman dulu agar tubuh tetap wangi dan segar sepanjang hari.

Dusting powder sebenarnya bukan produk baru. Bedak tabur untuk badan ini sudah populer sejak era 1970-an hingga 1990-an dan sering digunakan sebagai bagian dari rutinitas perawatan tubuh.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Secara sederhana, dusting powder adalah bedak tubuh bertekstur sangat halus yang berfungsi menyerap kelembapan berlebih di kulit. Selain membantu menyerap keringat dan minyak, produk ini juga dapat mengurangi gesekan di area lipatan kulit serta membuat kulit terasa lebih lembut dan kering.

Sebelum deodorant spray atau roll-on menjadi produk wajib, banyak wanita mengandalkan bedak tubuh seperti ini agar tetap merasa segar, terutama saat cuaca panas. Beberapa pengguna di media sosial bahkan menyebutnya sebagai 'grandma hack' yang bisa diandalkan.

ADVERTISEMENT

"Dusting powder benar-benar game changer, sekarang jadi bagian wajib dari rutinitas harian saya," tulis seorang pengguna.
Ada juga yang mengatakan, "Pakai dusting powder bikin saya merasa sangat mewah."

Cara Pakai Dusting Powder

Di TikTok, banyak kreator membagikan cara menggunakan dusting powder sebagai bagian dari ritual body care setelah mandi. Biasanya, bedak ini ditaburkan secara ringan di beberapa area tubuh seperti dada, paha, atau lengan. Tujuannya untuk menjaga kulit tetap kering, lembut, dan meninggalkan aroma lembut.

Sebagian orang menggunakan puff berukuran besar untuk mengaplikasikannya, sementara yang lain cukup menaburkannya dengan tangan. Banyak pengguna juga menyebut produk ini membuat kulit terasa "selembut kulit bayi" dan membuat tubuh wangi sepanjang hari.

Dusting powder juga cocok untuk tren body care layering, yaitu teknik menumpuk beberapa produk perawatan tubuh seperti lotion, body mist, oil, hingga parfum. Bedak ini membantu "mengunci" aroma sekaligus memberi efek matte pada kulit.

Tren Lama dengan Sentuhan Baru

Sebenarnya, dusting powder sudah ada sejak era Victoria dan dulu dianggap sebagai bagian penting dari perawatan tubuh perempuan. Bintang Hollywood pada tahun 1950-an juga kerap menggunakannya agar tetap tampil segar di depan kamera.

Rumah mode mewah bahkan pernah menjualnya dalam wadah kaca cantik yang dirancang seperti aksesori meja rias. Kini, ketika tren kecantikan kembali mengarah pada ritual perawatan tubuh yang lebih detail, dusting powder kembali menemukan momentumnya. Beberapa brand kecantikan pun mulai merilis versi modernnya.

Salah satunya adalah Lush yang menghadirkan dusting powder bebas talc dengan aroma populer seperti Super Milk, Let The Good Times Roll, dan Sticky Dates.

Di masa lalu, dusting powder umumnya menggunakan talc sebagai bahan utama. Namun belakangan bahan ini sempat menjadi kontroversial karena kekhawatiran adanya kontaminasi asbestos. Meski begitu, Cancer Research UK dan Komite Ilmiah Keamanan Konsumen Uni Eropa menyatakan bahwa talc yang bebas asbestos masih dianggap aman. Karena itu, banyak brand kini memilih menggunakan bahan alternatif berbasis tanaman atau mineral, seperti tepung jagung (cornstarch).

(kik/kik)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Hide Ads