Skandal Kontes Kecantikan Unta, 20 Ekor Didiskualifikasi karena Ketahuan Botox
Kontes kecantikan bukan hanya milik manusia. Selama bertahun-tahun, kompetisi untuk mencari unta berpenampilan terbaik diadakan di negara-negara Timur Tengah. Agar bisa jadi pemenangnya, seekor unta yang jadi partisipan harus cantik alami. Karena itu, sebanyak 20 unta didiskuliafikasi setelah ketahuan suntik Botox.
Hal tersebut terjadi dalam Camel Beauty Show Festival 2026 di Oman baru-baru ini. Dilansir Forbes, saat diperiksa dokter hewan, ditemukan beberapa peserta yang tidak jujur. Sejumlah unta terungkap telah disuntikan Hyaluronic acid untuk membuat bibir mereka lebih berisi.
Suntik filler dan silikon juga digunakan untuk membuat profil hidung yang lebih proporsional. Adapun lilin silikon untuk membuat punuk hidung terlihat lebih berisi. Sedangkan Botox dipakai untuk 'melembutkan' ekspresi wajah.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Selayaknya kontes Miss Universe, selain wajah, bentuk tubuh unta juga menjadi penilaian dalam kontes. Karena itu, suntik hormon juga dilakukan beberapa pemilik yang curang untuk membentuk definisi otot.
Penilaian kontes kecantikan unta sendiri biasanya terdiri dari empat kategori yakni bulu, leher, kepala, dan punuk. Juri akan mencari unta terbaik yang punya bulu berkilau, leher panjang dan lebar, kepala besar dengan bibir tebal dan bulu mata lentik, serta punuk berbentuk indah.
Skandal Botox Bukan Pertama Kali
Bukan pertama kalinya kontes unta jadi sorotan karena skandal Botox. Pada 2018, Festival Unta Raja Abdulaziz Arab Saudi yang bergengsi mendiskualifikasi selusin peserta yang bibirnya diduga disuntik dengan filler dan toksin botulinum.
Kemudian pada tahun 2021, lebih dari empat puluh unta dikeluarkan di ajang ketahuan melakukan perawatan yang tidak dibolehkan untuk membuat hidung lebih mancung dengan karet gelang hingga hormon tambahan.
Bukan hanya curang, berbagai tindakan kosmetika yang dilakukan kepada unta juga dinilai merupakan bentuk kekerasan pada hewan. Penggunaan zat kosmetik seperti Botox, asam hialuronat dan pengisi dermal, silikon, dan hormon dapat menimbulkan risiko signifikan terhadap kesehatan. Para ahli hewan menyoroti kekhawatiran termasuk rasa sakit, infeksi, pembengkakan, memar, nekrosis jaringan, dan pembentukan abses.
(ami/ami)
Kesehatan
Kolesterol Naik Setelah Makan Berat? Coba Rutin Minum Teh Hitam Herbal Ini
Kesehatan
Pantau Suhu Tubuh Saat Campak Merebak! 2 Termometer Ini Bikin Cek Demam Lebih Praktis di Rumah
Olahraga
Jangan Ngaku Runner Kalau Belum Punya 3 Perlengkapan Ini
Kesehatan
Kolesterol Tinggi Diam-Diam Mengancam? Ini 2 Suplemen Andalan untuk Jantung Lebih Aman
Bukan Banyak Minum, Ini Kunci Skin Barrier Sehat Saat Puasa Kata Dokter
7 Facial Wash untuk Kulit Kering yang Melembapkan, Cocok Dipakai Sehari-hari
Make Over Kolaborasi dengan Rinaldy Yunardi Rilis Powder Foundation Spesial
Wajah 'Old Money' Jadi Tren Operasi Plastik, Seperti Apa?
Pori-Pori Tak Bisa Dikecilkan Permanen, Ini 9 Cara Ampuh Menyamarkannya
Potret Aaliyah Massaid-Kesya Levronka di Ultah Mahalini, Kompak Pakai Daster
Potret Kemesraan Vidi Aldiano dan Sheila Dara yang Kini Tinggal Kenangan
Sleep Anxiety Bikin Susah Tidur? Ini 9 Cara Mengatasinya Agar Tidur Nyenyak
Pacar Baru Emma Watson Berstatus Miliarder, Dapat dari Mana Kekayaannya?













































