Kategori Berita
Daerah
Layanan
Top Up & Tagihan
Detik Network

Tren Skincare 2026: PDRN hingga Ectoin Geser Snail Mucin dan Hyaluronic Acid

Almira Riva Az Zahra - wolipop
Sabtu, 14 Feb 2026 11:00 WIB

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Skincare PDRN dari DNA Salmon
Foto: Getty Images/tonefotografia
Jakarta -

Produk kecantikan dan perawatan kulit terus berkembang setiap tahun. Banyaknya produk baru yang bermunculan sering kali membuat konsumen kewalahan memilih. Belum lagi kandungan aktif yang semakin beragam-tidak sedikit orang akhirnya lupa memahami fungsi dan kecocokannya dalam rutinitas skincare sehari-hari.

Memasuki 2026, arah tren kecantikan mulai berubah. Banyak orang kini mengejar tampilan kulit sehat dalam jangka panjang, bukan sekadar hasil instan. Pendekatan ini dikenal sebagai slow beauty, yaitu perawatan yang lebih terencana dengan memprioritaskan bahan berkualitas tinggi dan hasil bertahap. Singkatnya, rutinitas skincare minimalis dengan hasil maksimal.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Kandungan yang Mulai Tergantikan

Tahun 2026 diprediksi menjadi momen pergeseran bahan aktif populer. Snail mucin atau lendir siput yang sempat viral beberapa tahun terakhir mulai tersaingi oleh Polydeoxyribonucleotide (PDRN), komponen kecil DNA salmon.

Selama ini PDRN banyak digunakan dalam perawatan klinis melalui suntikan atau prosedur microneedling. Namun berkat perkembangan teknologi formulasi, brand skincare mulai menghadirkannya dalam bentuk serum dan krim.

ADVERTISEMENT

PDRN dikenal mampu:

- meningkatkan produksi kolagen

- membantu regenerasi kulit

- menghidrasi

- meredakan peradangan

Menurut Melody Yuan, pendiri Skin Cupid, tujuan utama PDRN adalah membantu kulit memperbaiki dirinya sendiri sehingga menjadi lebih sehat dan elastis.

Selain snail mucin, hyaluronic acid juga mulai mendapat pesaing bernama ectoin. Bukan benar-benar menggantikan, melainkan menjadi alternatif generasi baru. Ectoin bekerja dengan melindungi kulit dari dehidrasi serta stres lingkungan seperti sinar UV dan perubahan suhu, sekaligus membantu meredakan peradangan kronis yang memicu penuaan dini.

Ada pula inovasi peptide 2.0, versi terbaru peptide yang dirancang untuk merangsang kolagen sekaligus meningkatkan kesehatan kulit, umumnya diformulasikan dalam serum dan pelembap.

Toner Pad & Milk Toner Jadi Favorit

Ilustrasi wanita memakai toner pad

Foto: Getty Images/Love portrait and love the world

Banyak orang merasa toner cair kurang praktis-mudah tumpah dan harus menggunakan kapas. Dari kebutuhan ini lahir inovasi baru: toner pad dan milk toner.

Toner pad berupa lembaran kapas yang sudah direndam essence atau toner. Fungsinya membantu eksfoliasi ringan sekaligus meningkatkan hidrasi, biasanya digunakan saat kulit masih sedikit lembap setelah cuci muka.

Sementara milk toner memiliki tekstur seperti susu cair yang terasa mirip pelembap ringan. Selain menghidrasi, produk ini juga membantu memperkuat skin barrier.

Skincare Minimalis & Perawatan Tubuh Ikut Berkembang

Waterbased Vs. Oil Based Skincare

Foto: Getty Images/Nadiia Borovenko

Tren well-aging atau menua dengan sehat juga merambah perawatan tubuh. Produk semakin diformulasikan secara ringkas-menggabungkan beberapa bahan aktif yang saling mendukung dalam satu produk.

Bahkan produk sederhana seperti lip balm diprediksi ikut berevolusi, misalnya dengan kombinasi peptide dan hyaluronic acid dalam satu formula. Pada akhirnya, 2026 bukan lagi soal banyaknya produk yang dipakai, melainkan seberapa tepat kandungan yang dipilih untuk kesehatan kulit jangka panjang.

(eny/eny)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Artikel Fokus Selanjutnya
Artikel Terkait
Detiknetwork
Hide Ads