Retinol Bikin Glowing atau Rusak Skin Barrier? Ini Aturan Pakainya!
Bahan aktif skincare retinoid jadi salah satu favorit dermatolog dan praktisi kecantikan, selain niacinamide dan salicylic acid. Turunan vitamin A ini (termasuk retinol dan retinal) sudah lama dipakai untuk membantu mengatasi jerawat, pigmentasi, hingga tanda penuaan dini seperti garis halus.
Seiring perkembangan teknologi skincare, kini pun makin mudah menemukan produk retinoid dalam berbagai bentuk dan formula. Namun, meski manfaatnya banyak, penggunaan retinoid yang tidak tepat bisa memicu iritasi, kulit mengelupas, sampai muncul jerawat kecil sementara yang dikenal sebagai skin purging.
Oleh karena itu kamu tidak bisa langsung asal mengaplikasikan skincare dengan kandungan retinoid. Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan terutama untuk kulit yang benar-benar baru mencoba retinoid, agar manfaatnya maksimal tanpa 'mengorbankan' kondisi kulit.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Usia Terbaik Memakai Retinoid
Umumnya, memasuki usia 25 tahun produksi kolagen mulai melambat. Menurut ahli bedah oftalmologi dan okuloplastik Dr. Elizabeth Hawkes, penggunaan retinoid berformula baik di tahap ini bisa membantu mempercepat pergantian sel, merangsang produksi kolagen, dan menunda tanda penuaan dini. Meski begitu, semuanya tetap kembali pada kondisi dan kebutuhan kulit masing-masing.
Cara Pakai Retinoid untuk Pemula
Foto: Getty Images/CentralITAlliance
Pemula juga bisa mencoba sandwich method:
- Pelembap
- Retinoid
- Pelembap lagi
- Pastikan wajah sudah bersih sebelum memakai skincare.
Rutinitas skincare saat menggunakan retinoid sebaiknya sederhana, fokus pada hidrasi, perbaikan skin barrier, dan wajib SPF di pagi hari. "Memadukan retinoid dengan hyaluronic acid, ceramide, dan squalane adalah pilihan yang sangat baik," tambah Dr. Hawkes.
Sebaliknya, Dr. Phillips menyarankan menghindari AHA seperti glycolic acid bersamaan dengan retinoid karena bisa menyebabkan pengelupasan berlebih. Vitamin C juga sebaiknya dipakai pagi hari saja untuk meminimalkan iritasi.
Untuk area mata, gunakan retinoid khusus 'eye area' agar mengurangi risiko iritasi, milia, dan penyumbatan kelenjar karena kulit di sekitar mata lebih sensitif.
Retinoid yang Cocok untuk Pemula
Foto: Getty Images/bmanzurova
Retinol juga masih termasuk pilihan aman untuk pemula. Produk dengan label encapsulated retinol atau slow-release retinol dibuat agar manfaatnya maksimal dengan risiko iritasi minimal.
Walau sering disebut 'kunci emas' mengatasi garis halus, kenyamanan kulit tetap prioritas. Jika muncul kemerahan, perih, atau iritasi berkepanjangan, sebaiknya hentikan pemakaian skincare dengan retinol dan konsultasikan ke dokter kulit untuk mencari alternatif yang lebih sesuai.
Elektronik & Gadget
SanDisk Phone Drive USB, Solusi Tambah Storage HP Android yang Praktis
Olahraga
Performa di Lapangan Lebih Stabil dan Responsif dengan Nike Sabrina 3 EP
Hobi dan Mainan
Review Bagasi LOBO Assistant Kit 3.5L, Organizer Praktis untuk Travel
Olahraga
Nike Precision 7 Pink Blast, Pilihan Sepatu Basket yang Nyaman & Stylish
Bella Hadid Jadi Global Ambassador Pertama Prada Beauty
Rambut Kering dan Bercabang? Coba 6 Cara Merawat Kulit Kepala Ini
7 Tips Skincare Saat Mudik Naik Motor, Glowing Meski Kena Debu dan Matahari
Harper Beckham Siap Rilis Brand Kosmetik di Usia 14, Jadi Saingan Kylie Jenner
Contrast Makeup Theory: Teori Makeup Viral Bikin Riasan Lebih Cocok di Wajah
Aurelie Moeremans Bagikan Foto Usai Lahiran, Tetap Cantik Tanpa Makeup
Seo Kang Joon Siap Comeback Usai Jadi Pacar Jisoo BLACKPINK Lewat Drakor Baru
Sinopsis Backtrace, Film Sylvester Stallone di Bioskop Trans TV
Gaya Aurel Hermansyah-Aaliyah Massaid, 2 Menantu saat Bukber Gen Halilintar













































