Kategori Berita
Daerah
Layanan
Top Up & Tagihan
Detik Network

Retinol Bikin Glowing atau Rusak Skin Barrier? Ini Aturan Pakainya!

Almira Riva Az Zahra - wolipop
Rabu, 11 Feb 2026 05:30 WIB

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Wanita Memakai Skincare
Foto: Getty Images/seb_ra
Jakarta -

Bahan aktif skincare retinoid jadi salah satu favorit dermatolog dan praktisi kecantikan, selain niacinamide dan salicylic acid. Turunan vitamin A ini (termasuk retinol dan retinal) sudah lama dipakai untuk membantu mengatasi jerawat, pigmentasi, hingga tanda penuaan dini seperti garis halus.

Seiring perkembangan teknologi skincare, kini pun makin mudah menemukan produk retinoid dalam berbagai bentuk dan formula. Namun, meski manfaatnya banyak, penggunaan retinoid yang tidak tepat bisa memicu iritasi, kulit mengelupas, sampai muncul jerawat kecil sementara yang dikenal sebagai skin purging.

Oleh karena itu kamu tidak bisa langsung asal mengaplikasikan skincare dengan kandungan retinoid. Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan terutama untuk kulit yang benar-benar baru mencoba retinoid, agar manfaatnya maksimal tanpa 'mengorbankan' kondisi kulit.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Usia Terbaik Memakai Retinoid

Umumnya, memasuki usia 25 tahun produksi kolagen mulai melambat. Menurut ahli bedah oftalmologi dan okuloplastik Dr. Elizabeth Hawkes, penggunaan retinoid berformula baik di tahap ini bisa membantu mempercepat pergantian sel, merangsang produksi kolagen, dan menunda tanda penuaan dini. Meski begitu, semuanya tetap kembali pada kondisi dan kebutuhan kulit masing-masing.

Cara Pakai Retinoid untuk Pemula

Skincare dengan Retinol

Foto: Getty Images/CentralITAlliance

Kuncinya, bagi pemula retinol akan sangat baik jika digunakan dengan dosis rendah dan secara perlahan. "Mulailah dari konsentrasi rendah seperti ester retinol (misalnya retinyl palmitate) atau retinol, cukup satu sampai dua malam dalam seminggu," kata spesialis kulit Dr. Derrick Phillips.

Pemula juga bisa mencoba sandwich method:

- Pelembap

- Retinoid

- Pelembap lagi

- Pastikan wajah sudah bersih sebelum memakai skincare.

Rutinitas skincare saat menggunakan retinoid sebaiknya sederhana, fokus pada hidrasi, perbaikan skin barrier, dan wajib SPF di pagi hari. "Memadukan retinoid dengan hyaluronic acid, ceramide, dan squalane adalah pilihan yang sangat baik," tambah Dr. Hawkes.

Sebaliknya, Dr. Phillips menyarankan menghindari AHA seperti glycolic acid bersamaan dengan retinoid karena bisa menyebabkan pengelupasan berlebih. Vitamin C juga sebaiknya dipakai pagi hari saja untuk meminimalkan iritasi.

Untuk area mata, gunakan retinoid khusus 'eye area' agar mengurangi risiko iritasi, milia, dan penyumbatan kelenjar karena kulit di sekitar mata lebih sensitif.

Retinoid yang Cocok untuk Pemula

Retinol Vs. Bakuchiol

Foto: Getty Images/bmanzurova

Beberapa turunan retinoid lebih lembut dan ramah kulit sensitif, seperti retinyl palmitate dan retinaldehyde. Menurut Dr. Hawkes, keduanya memberi manfaat jangka panjang serupa retinoid kuat, tapi lebih mudah ditoleransi-terutama di area mata.

Retinol juga masih termasuk pilihan aman untuk pemula. Produk dengan label encapsulated retinol atau slow-release retinol dibuat agar manfaatnya maksimal dengan risiko iritasi minimal.

Walau sering disebut 'kunci emas' mengatasi garis halus, kenyamanan kulit tetap prioritas. Jika muncul kemerahan, perih, atau iritasi berkepanjangan, sebaiknya hentikan pemakaian skincare dengan retinol dan konsultasikan ke dokter kulit untuk mencari alternatif yang lebih sesuai.

(eny/eny)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Artikel Fokus Selanjutnya
Artikel Terkait
Detiknetwork
Hide Ads