Suntik DNA Salmon Jadi Tren, Apa Bedanya Buatan Korea dan Eropa?

Daniel Ngantung - wolipop Sabtu, 04 Des 2021 13:00 WIB
Girl receiving hyaluronic acid treatment Ilustrasi suntik DNA salmon di wajah (Foto: Getty Images/iStockPhoto)
Jakarta -

Semakin banyak perawatan yang menjanjikan hasil kulit yang awet muda. Teranyar, injeksi DNA salmon yang belakangan sedang menjadi tren setelah pengakuan Krisdayanti yang menghabiskan Rp 1 miliar hanya untuk perawatan tersebut.

Injeksi DNA Salmon memang masih terbilang baru di Indonesia. Namun, perawatan tersebut sudah cukup populer di mancanegara.

Diungkapkan dr. Junivan Lindra, M.Biomed (AAM), penggunaan DNA salmon untuk bidang kecantikan mulai diteliti sejak 2009.

"Pada 2017, treatment ini mulai diperkenalkan di Korea Selatan," katanya saat jumpa media yang digelar Interbat Aesthetics di kawasan Gading Serpong, Jumat (3/12/2021).

Lindra menggunakan DNA Salmon racikan Korea Selatan untuk pasiennya di Indonesia sejak 2018 sebelum akhirnya beralih ke produk buatan Italia.

DNA Salmon versi Eropa, kata Lindra, mulai masuk ke Indonesia saat pandemi. Kehadirannya tepat ketika kebutuhan orang-orang akan perawatan kulit meningkat saat pandemi.

Girl receiving hyaluronic acid treatmentIlustrasi suntik DNA salmon di wajah (Foto: Getty Images/iStockPhoto)

"Sekarang, konsumen tak terlalu tertarik menuriskan wajah. Mereka lebih mencari perawatan lebih cerah karena wajah kusam efek olahraga outdoor dan pemakaian masker semasa pandemi," terang Lindra.

Di dalam suntikan, terkandung DNA salmon dan asam hialuronat. Biasanya, orang-orang yang mencari treatment ini mendambakan efek glowing dan wajah yang awet muda.

Namun, Lindra melihat terdapat perbedaan antara DNA salmon buatan Korea Selatan dan Eropa.

"Ada efek lifting dan tightening yang tak didapat dari Korea punya. Secara komposisi dan dosisnya, spesifikasi DNA salmon buatan Eropa lebih tinggi," katanya.

Dalam satu sesi yang hanya berlangsung kurang dari 15 menit, DNA salmon disuntikkan di lima titik wajah. Titik tersebut berdekatan dengan ligamen yang merupakan penentu kekencangan kulit.

Untuk harga, satu sesi perawatan DNA salmon dari Italia berkisar antara Rp 6-7 juta. Selain wajah, penyuntikan juga bisa dilakukan di leher, belahan dada, dan tangan.

Pasien disarankan melakukan perawatan DNA salmon sedikitnya dua kali demi mendapatkan efek maksimal.



Simak Video "Gaya Puan Maharani hingga Krisdayanti di Sidang Tahunan MPR"
[Gambas:Video 20detik]
(dtg/dtg)