Apa Itu Filler Payudara? Ini 4 Penjelasan Dokter Kecantikan

Kiki Oktaviani - wolipop Kamis, 08 Apr 2021 19:00 WIB
Payudara Ilustrasi filler payudara. Foto: Istock
Jakarta -

Filler payudara belakangan banyak dibicarakan dan menjadi kontroversi. Lantaran, ada beberapa kasus yang mengungkap bahwa filler di payudara berisiko.

Misalnya saja kasus model Monica Indah yang melakukan filler payudara di klinik abal-abal. Prosedur yang dilakukannya tersebut berakhir miris. Monica mengungkapkan bahwa payudaranya jadi berlubang.

Belum lagi ada kasus dokter gadungan di Jakarta Barat yang menyuntikkan filler di payudara menggunakan bahan silikon. Silikon diketahui merupakan bahan ilegal dan tidak tepat untuk dimasukkan ke tubuh.

Inilah empat penjelasan dari ahli kecantikan soal filler payudara:

1. Filler Bukan untuk Memperbesar Payudara

Ahli kecantikan dari Miracle Clinic, dr. Renny Rosalita Dipl. A3M menjelaskan bahwa filler tidak tepat dijadikan sebagai prosedur pembesaran payudara. Filler bekerja untuk mengisi kekosongan, bukan menambah volume yang besar. Jika filler untuk payudara, maka memicu risiko.

"Kandungan filler cenderung aman, namun jika dilakukan dalam jumlah besar maka akan menimbulkan risiko yang besar. Penyuntikan filler di payudara tidak pada tempatnya," ujar dr. Renny kepada Wolipop, Rabu (7/4/2021).

2. Filler Harus Dilakukan oleh Dokter

Prosedur filler harus dilakukan oleh dokter. Jika dilakukan oleh sembarang orang, maka bisa berbahaya. Risikonya adalah penyumbatan pembuluh darah yang bisa menyebabkan memar.

3. Filler dengan Jaminan BPOM

dr. Renny pun menjelaskan bahwa pasien jangan ragu bertanya kepada klinik kecantikan untuk menanyakan tentang produk filler yang akan disuntikan. Pastikan sudah ada standarisasi yang telah diakui BPOM.

"Selain itu tanyakan juga expired datenya. Jika dilakukan di klinik yang kredibel, pasti dokter tidak akan menutupi tentang informasi dari filler tersebut. Pasien pun punya hak untuk bertanya banyak hal." ungkap dr. Renny.

4. Filler Beda dengan Silikon

Baru-baru ini heboh kasus dokter gadungan di Jakarta Barat yang menyuntikkan filler berbahan silikon ke payudara dua orang model. dr. Renny menjelaskan bahwa filler dan silikon adalah dua bahan yang berbeda.

"Filler bahannya hyaluronic acid yang bisa hilang di tubuh. Tubuh kita punya enzim yang bisa menghancurkan itu. Segala sesuatu yang bisa dihancurkan tubuh aman. Sementara silikon dipakai zaman dulu, tapi setelah ada banyak penelitian, silikon dinyatakan berbahaya dan telah ditinggalkan," ungkap dr. Renny.



Simak Video "Bangganya Melihat Batik Indonesia Mejeng di Takashimaya Tokyo"
[Gambas:Video 20detik]
(kik/kik)