Bahaya Filler Payudara dari Bahan Silikon, Diamputasi Sampai Kematian

Kiki Oktaviani - wolipop Kamis, 08 Apr 2021 14:15 WIB
Close up of elegant fashion woman in red dress. Bahaya filler payudara ilegal. Foto: Thinkstock
Jakarta -

Pembesaran payudara menjadi salah satu tindakan estetika yang banyak diminati wanita. Tidak sedikit wanita yang tergiur dengan promosi harga terjangkau dari tindakan estetika yang ditawarkan klinik kecantikan 'abal-abal'. Perlu diwaspadai bahwa hal tersebut bisa mengancam nyawa.

Seperti kasus baru-baru ini, di mana ada dokter gadungan berinisial SR yang menjadi tersangka malpraktik filler payudara di Jakarta Barat. Korbannya dua model berinisial CT dan WT, yang disuntik filler menggunakan cairan silikon industri.

Pakar kecantikan dari Miracle Clinic dr. Renny Rosalita, Dpl. A3M menegaskan bahwa cairan silikon yang disuntikkan ke payudara sangat membahayakan. Banyak efek samping yang bisa terjadi akibat filler payudara ilegal mulai dari nanah, amputasi sampai yang paling parah adalah kematian.

"Risikonya pembuluh darah tersumbat. Kalaupun tidak tersumbat bisa menekan pembuluh darah. Efeknya sama bisa membuat nyeri, warna kulit berubah, dan berisiko jaringan tersebut rusak," ujar dr. Renny dari Miracle Clinic, saat dihubungi Wolipop via telepon, Rabu (7/4/2021).

"Parahnya lagi, jika sudah berhari-hari terjadi infeksi maka bisa bernanah sampai jaringan mati, kalau jaringan mati maka payudara bisa diamputasi. Kondisi infeksi yang parah disebut sepsis karena bakteri dan kuman dan bisa menyebabkan kematian," jelas dr. Renny.

Silikon yang sudah masuk dalam tubuh juga sulit untuk dihilangkan. Untuk menghilangkannya harus melalui operasi.

"Berbeda dengan filler yang bisa diluruhkan dengan antinya. Kalau silikon harus melalui operasi dengan cara dikerok," kata dr. Renny.

Dr. Renny pun menjelaskan bahwa konsep filler payudara dengan silikon sudah jelas-jelas salah. Lantaran, filler tidak cocok dijadikan sebagai prosedur pembesaran payudara. Butuh terlalu banyak filler untuk membesarkan payudara. Penjelasan kedua, filler mengandung hyaluronic acid yang bahannya aman bagi tubuh. Sementara silikon tidak larut di tubuh yang cenderung berbahaya.

"Segala sesuatu yang bisa dihancurkan tubuh aman. Sementara silikon tidak bisa diserap tubuh sehingga lebih tinggi risiko," pungkas dr. Renny.



Simak Video "Wadidaw! Filler Juga Kini Digunakan untuk Besarkan Penis?"
[Gambas:Video 20detik]
(kik/kik)