Produk Kecantikan Ini yang Banyak Dibeli Orang Indonesia Selama Corona

Daniel Ngantung - wolipop Kamis, 14 Mei 2020 19:00 WIB
Eco friendly skincare. Natural cosmetics and organic herbs and flowers on pink background, top view, flat lay. Bio research and healthy lifestyle concept. Ilustrasi produk kecantikan (Foto: iStockphoto)
Jakarta -

Hampir semua sektor perekonomian terdampak oleh wabah COVID-19, tanpa terkecuali industri kecantikan. Menariknya, perubahan perilaku konsumen karena pandemi justru membuat produk yang dulu penjualannya kurang malah meningkat.

Menurut Manashi Guha selaku General Manager Consumer Product Division, L'Oréal Indonesia, terdapat beberapa alasan yang membuat industri kecantikan ikut terkena imbas pandemi COVID-19.

"Pertama karena konsumen berada di rumah, sehingga kebutuhan produk kecantikan berubah. Produk yang dimaksud skincare, haircare, makeup dan parfum," kata Manashi saat forum virtual yang diadakan Garnier, Kamis (14/5/2020), dalam rangka pembagian 300 ribu hand sanitizer kepada pejuang COVID-19.

Eco friendly skincare. Natural cosmetics and organic herbs and flowers on pink background, top view, flat lay. Bio research and healthy lifestyle concept.Ilustrasi pembeli produk kecantikan (Foto: iStockphoto)



Kedua, lanjut Manashi, kondisi tersebut lantas membuat prioritas konsumen akan produk kecantikan berubah. Ketika harus berdiam diri di rumah dalam jangka panjang, orang menjadi kurang tertarik untuk membeli produk kosmetik dan wewangian.

"Secara global, penjualan produk makeup mengalami penurunan. Begitu pula di Indonesia, tapi tidak terlalu besar," tambah Manashi.

Di sisi lain, perubahan perilaku konsumen tersebut turut membawa dampak positif bagi perusahaan kecantikan seperti L'Oreal. Minat konsumen justru berpindah pada produk-produk perawatan kulit dan rambut.

Beauty Hair Care. Woman With Mask On Long Hair, Hair Treatment. High ResolutionIlustrasi produk pewarna rambut (Foto: Getty Images/iStockphoto/puhhha)



"Sungguh menarik jika dilihat, pada akhirnya para wanita dan pria punya lebih banyak waktu di rumah, sehingga mereka bisa memberi perhatian lebih pada kecantikan kulit mereka. Hal tersebut menyebabkan kenaikan penjualan produk-produk self-care seperti serum wajah dan masker," jelas Manashi.

Peningkatan yang lebih signifikan lagi terjadi pada permintaan produk pewarnaan rambut. Menurut Manashi, penutupan salon-salon karena kebijakan pembatasan fisik menjadi penyebabnya. "Kenaikannya bisa sampai 300 persen," kata Manashi.

Terkait kapasitas produksi dan nasib karyawan L'Oreal Indonesia, ia menegaskan perusahaannya masih dalam kondisi stabil di tengah pandemi COVID-19. Namun untuk sementara ini, sejumlah pabriknya beralih fokus memproduksi produk hand sanitizer. Ada yang didonasikan, sementara sisanya dijual ke publik.



Simak Video "Patricia Gouw Dibikin Kaget dengan Protokol Covid-19 di Luar Negeri"
[Gambas:Video 20detik]
(dtg/dtg)