Pemilik Salon Dipenjara & Denda Rp 105 Juta karena Buka Salon Saat Lockdown

Kiki Oktaviani - wolipop Jumat, 08 Mei 2020 09:37 WIB
salon Ilustrasi salon (Foto: iStock)
Dallas -

Seorang wanita pemilik salon a la Mode dijatuhi hukuman pidana karena melanggar membuka salon kembali di tengah lockdown. Shelley Luther, pemilik salon asal Dallas, Texas, AS itu dipenjara selama seminggu dan dikenakan denda US$ 7 ribu atau sekitar Rp 105 juta.

Pandemi Corona menyebabkan banyak usaha harus ditutup untuk sementara waktu. Salon milik Shelley telah ditutup pada 22 Maret setelah adanya peringatan untuk karantina diri rumah. Namun Shelley membuka salonnya kembali pada 24 April.



Pada 28 April, Shelley menerima surat perintah penahanan sementara. Namun sang pemilik salon itu tidak mengindahkan peringatan, dan tetap membuka salonnya.

Shelley mengaku bahwa menutup salonnya selama satu bulan berdampak besar pada ekonominya dan pekerjanya. Dia telah berusaha mengajukan pinjaman uang untuk membantu usahanya, namun ia tidak menerimanya.

"Aku tidak bisa memberi makan keluargaku, dan para hair stylist ku juga tidak bisa menafkahi keluarga mereka," ujar Shelley, seperti dikutip dari Dallas News.


Sebelum mengeluarkan keputusan, hakim Dallas Eric Moye memberi kesempatan untuk Shelley untuk meminta maaf dan berjanji untuk menutup salonnya sampai waktu yang belum ditentukan. Eric pun akan mempertimbangkan soal denda yang akan dibebankan oleh Shalley.

Shelley merasa bahwa tindakannya tidak salah. Dia membuka salonnya demi kehidupan keluarganya.

"Memberi makan anak-anakku bukanlah tindakan egois. Jika kamu berpikir bahwa hukum lebih penting dibanding anak-anak mendapatkan makan, silakan teruskan keputusanmu, tapi aku tidak akan menutup salonku," ungkap Shelley.



Simak Video "Saat Para Lansia Diberi Perawatan Gratis di Salon"
[Gambas:Video 20detik]
(dtg/dtg)