Kerja Demi Biaya Oplas Rp 56 Juta, Remaja Ini Malah Meninggal Saat Operasi

Anggi Mayasari - wolipop Kamis, 17 Jan 2019 17:10 WIB
Ilustrasi operasi plastik. Foto: iStock Ilustrasi operasi plastik. Foto: iStock

Guiyang - Seorang remaja asal China berusia 19 tahun memutuskan untuk menjalani rhinoplasty. Sayangnya, prosedur pembedahan plastik untuk membenarkan dan merekonstruksi bentuk, mengembalikan fungsi, dan mengaestetikan hidung baginya harus berakhir tragis.

Xia Lisha yang ingin menjalani operasi hidung dinyatakan meninggal karena reaksi alergi parah terhadap anestesi. Xia telah menjalani prosedur rhinoplasty di rumah sakit Li Mei Kang di Guiyang, China pada Kamis (3/1/2019).

Kerja Demi Biaya Oplas Rp 56 Juta, Remaja Ini Malah Meninggal Saat OperasiXia Lisha dinyatakan meninggal saat menjalani operasi hidung Foto: dok. Shanghaiist


Xia, yang ditemani ibunya, Wang pergi ke rumah sakit sekita pukul satu malam waktu setempat. Operasi itu seharusnya hanya berlangsung selama beberapa jam, tetapi Xia belum keluar setelah empat jam pengerjaan.

Seperti dilansir Shanghaist, Xia menderita reaksi yang buruk dan parah yang disebut hipertermia ganas. Ia mengalami peningkatan detak jantung dan demam yang sangat tinggi. Xia juga mengalami kejang-kejang yang parah. Setelah dipindahkan ke rumah sakit lain, Xia dinyatakan meninggal.

Xia Lisha dinyatakan meninggal saat menjalani operasi hidungXia Lisha dinyatakan meninggal saat menjalani operasi hidung Foto: dok. Shanghaiist


Sementara itu, Wang tidak diberitahu tentang kondisi putrinya hingga tujuh jam setelah Xia masuk ruang operasi. Ia pun sangat terpukul atas kepergian putrinya untuk selama-lamanya.

"Dia hanya ingin menjadi cantik, dia tidak pantas melalui hal seperti ini," ungkap sang ibu berbicara dan menambahkan bahwa putrinya mengambil pekerjaan paruh waktu hanya untuk menabung untuk operasi yang harganya 26.900 yuan atau sekitar Rp 56 juta

Pihak berwenang pun melakukan penyelidikan terhadap kasus ini. Diketahui bahwa keluarga Xia dan pihak rumah sakit telah mencapai kesepakatan lebih dari 1,6 juta yuan atau Rp 3,3 miliar sebagai kompensasi.
(agm/eny)