Penjelasan Kiehl's Indonesia Soal Krim Pure Vitality Ditarik dari Pasaran

Kiki Oktaviani - wolipop Kamis, 08 Jun 2017 19:17 WIB
Foto: Kiki Oktaviani Foto: Kiki Oktaviani

Jakarta - Baru-baru ini ada isu tentang penarikan salah satu produk skin care Kiehl's membuat netizen dan para pecinta beauty jadi bertanya-tanya. Kepada Wolipop, pihak Kiehl's Indonesia pun telah memberikan jawabannya terkait dengan penarikan produk Pure Vitality Skin Renewing Cream

Menurut pernyataan resminya, Pure Vitality Skin Renewing Cream ditarik dari peredaran secara global sejak Mei 2017. Sejumlah customer Kiehl's bertanya-tanya mengapa krim berbasis alami tersebut ditarik dari peredaran.

"Benar. Kiehl's telah menghentikan penjualan atas formula ini untuk memastikan konsumen kami hanya mendapatkan standar kualitas produk yang terbaik," ujar Melanie Masriel selaku Head of Communications Kiehl's Indonesia dalam pernyataan resminya kepada Wolipop.

Kiehl's Indonesia tidak mengklarifikasi secara detail tentang penarikan produk yang pada Maret lalu rilis di Indonesia. Mereka hanya menyampaikan bahwa penarikan produk karena menyangkut kandungan yang ada pada produk Pure Vitality.

"Kiehl's tengah mengkaji produk Pure Vitality Skin Renewing Cream yang kemungkinan mengalami variasi bahan baku dalam level minor," begitu penjelasannya.
Penjelasan Kiehl's Indonesia Soal Krim Pure Vitality Ditarik dari PasaranFoto: Kiki Oktaviani

Produk ini mengandung bahan 99,6% bahan alami. Adalah madu manuka dari New Zaeland dan akar gingseng merah yang menjanjikan kulit menjadi lebih sehat.

Beauty Blogger dari Malaysia, Paris B dalam blog My Women Stuff yang pertama kali memaparkan keresahannya terkait penarik produk tersebut. Paris pun telah mendapatkan jawaban yang senada dari pihak Kiehl's global. Yang membuat Paris bertanya-tanya dan pecinta beuaty lainnya adalah 'ketidaknyamanan minor' yang dimaksudkan seperti apa dan bagaimana pengukurannya.

"Apa yang terjadi bagi mereka yang telah membeli krim dan menggunakannya atau masih menggunakannya. Padahal 'ketidaknyaman minor' tidak berefek pada mereka, apakah ini adil jika Kiehl's tidak menjelaskannya pada customer atau mengukur reaksi terhadap krim ini?" ujar pemilik blog My Women Stuff itu yang juga menggunakan krim Pure Vitality itu.

Sejumlah netizen Indonesia di Instagram cukup menyayangkan dengan penarikan produk tersebut. Dari sejumlah komentar di kolom Instagram Puch dan Deszell, kebanyakan komentarnya adalah pengguna krim tersebut dan mereka cocok menggunakannya.

"Aku padahal pake buat malem dan mukaku ga kenapa2 juga (badak kali ya kulitnya). So sad to hear this news, kalo dipake ke badan aja gpp gak sih mbak (sayang produknya)," tulis salah satu netizen dengan akun audrreysview di kolom Instagram Deszell.

"What?? Aku pakai ini cocok banget di kulit ku padahal *sigh.." tulis netizen lailamunaf di Instagram Puch.

Bagi mereka yang sudah memakainya disarankan untuk berhenti menggunakan krim perawatan wajah tersebut. Sebagai solusinya, Kiehl's Indonesia menawarkan untuk mengganti krim tersebut dengan krim lainnya, bahkan uang bisa dikembalikan.

"Kami masih terus mengevaluasi produk ini, sebagai alternatifnya kami sarankan untuk mencoba Super Multi-Corrective Cream. Bagi pelanggan kami yang meminta pengembalian uang, tentu kami menerimanya," tutup Melanie.

UPDATE:
Setelah melakukan kajian lebih lanjut, pihak Kiehl's kembali memberikan pernyataan resmi soal penggunaan krim Pure Vitality tersebut. Diinformasikan bahwa bagi konsumen yang merasa cocok selama menggunakan produk Pure Vitality Cream dan tidak menemukam rasa tidak nyaman selama pemakaian, maka diperbolehkan melanjutkan pemakaian produk tersebut.

"Bagi konsumen kami yang telah memiliki dan menyukai produk ini, maka Anda dapat melanjutkan untuk menggunakannya. Namun bila Anda menggunakan produk ini dan merasakan adanya rasa kurang nyaman, maka bisa mengunjungi butik/konter Kiehl's terdekat. Kami dengan senang hati akan merekomendasikan produk alternatifataupun melayani layanan Jaminan 100% uang kembali," pernyataan pihak Kiehl's Indonesia.

Sementara itu, Kiehl's masih terus mengkaji lebih dalam formulanya. Dalam kasus yang yang jarang terjadi, konsumen tersebut mengalami rasa kurang nyaman pada kulit yang kemungkinan disebabkan oleh variasi bahan baku dalam level minor yang terdapat dalam formula.

"Untuk memastikan standar terbaik kami dan untuk memastikan semua konsumen kami mendapatkan pengalaman produk yang sama, kami memutuskan untuk mengkaji kembali formula produk ini dan menghentikan distribusi serta penjualan produk ini," dalam pernyataan resmi Kiehl's (kik/kik)