dr. Deby Vinski Berharap Indonesia Menjadi Pusat Wisata Medis Anti-aging

Intan Kemala Sari - wolipop Senin, 25 Jul 2016 11:43 WIB
Foto: Intan Kemala Sari
Jakarta - Dr. Deby Vinski AAMS, MscAA memiliki misi mulia dalam memajukan ilmu kedokteran Indonesia. Ia mendirikan pusat anti-aging dunia yang terletak di Vinski Tower, Pondok Pinang, Jakarta Selatan. Pembukaan tersebut turut diresmikan oleh Wakil Presiden Republik Indonesia Dr. H. M. Jusuf Kalla. Dengan pusat anti-aging itulah, ia berharap bahwa Indonesia bisa menjadi medical tourism untuk anti-aging.

"Saya yakin setiap negara punya medical tourism yang menarik untuk dipromosikan. Harapan saya Indonesia melalui anti-aging dan stem cell bisa menjadi medical tourism yang tak kalah dengan negara lainnya," ujar dr. Deby setelah acara peresmian saat dijumpai Wolipop, Sabtu (23/7/2016).

Demi menjadikan Indonesia sebagai pusat anti-aging dunia dan wisata medis, dr. Deby sudah mempersiapkan segala sesuatunya dengan matang. Di dalam gedung yang terdiri dari 10 lantai itu, terdapat beberapa fasilitas yang menunjang pasien agar lebih nyaman untuk menjalani perawatan. Salah satunya ada penthouse untuk pasien VIP serta klinik yang dipisahkan antara pria dan wanita.

"Di sini fasilitas kami cukup banyak mulai dari kecantikan estetika, genetik, dan perawatan lain yang belum tentu ada di semua negara karena bersifat khusus. Di lantai 9 juga ada ruangan untuk program riset dari beberapa universitas internasional, salah satunya ada dari Universitas Hasanuddin Makassar," lanjut wanita yang dijuluki 'The Queen of Anti-Aging Indonesia' itu.

Di gedung itu pula, terdapat laboratorium untuk riset dan pengembangan stem cell yang bekerja sama dengan kementerian kesehatan untuk membentuk tim konsultasi. Nantinya, akan ada dokter-dokter dari Indonesia dan luar negeri yang akan bekerja di dalamnya. Dokter satu anak itu pun berharap nantinya para dokter tersebut bisa bertukar ide dan pikiran demi mengembangkan riset tersebut.

Lebih lanjut ia memaparkan, saat dirinya diangkat sebagai presiden dari WOCPM (World Council for Preventive, Regenarative and Anti-Aging Medicine) pada 2013 lalu, ia sudah memikirkan langkah-langkah yang bisa ditempuh untuk menjadikan Indonesia sebagai pusat anti-aging sekaligus pusat wisata medis. Namun tak hanya bagi kemajuan dunia medis Indonesia saja, tujuan didirikannya pusat anti-aging tersebut untuk memudahkan 74 anggota WOCPM dalam melakukan riset mereka.

"Maka dari itu saya minta doa restu dari teman-teman semua agar Indonesia ini bisa jadi pusat medical tourism dan kesehatan stem cell. Anti-aging itu tindakan preventif dan saya berharap anti-aging bisa membuat umur lebih panjang dan kita bisa berguna bagi orang lain dan berbakti sama orang tua," tutupnya.

(itn/itn)