<i>Intimate Interview</i>

Aisyah Laila, Remaja 13 Tahun yang Kini Jadi Make-up Artist Laris

Intan Kemala Sari - wolipop Rabu, 03 Jun 2015 15:39 WIB
Foto: Intan/Wolipop Foto: Intan/Wolipop

Jakarta -

Usia muda bukan menjadi halangan untuk mencapai impian. Hal ini dibuktikan oleh seorang remaja bernama Aisyah Laila, di usianya yang masih 13 tahun, ia berhasil menggapai cita-citanya di dunia kecantikan dengan menjadi penata rias.

Ketertarikan Aisyah kepada dunia make-up dimulai ketika ia berusia 7 tahun. Kala itu memiliki suatu hobi, yaitu melihat tutorial make-up dari YouTube. Lama kelamaan remaja yang akrab disapa Icha ini mulai mencoba untuk merias dirinya sendiri, namun hal itu rupanya tak disetujui ibunda.

Sang ibunda mengatakan bahwa anak kecil seusianya belum saatnya bermain dengan produk-produk kecantikan. Tetapi ketertarikannya pada dunia make-up semakin lama tak dapat dibendung, terlebih lagi setelah ia melihat kakaknya yang kala itu duduk di bangku SMA mulai menggunakan riasan.

"Akhirnya aku mulai beli make-up tapi diam-diam. Mama dan kakak nggak ada yang tahu. Make-upnya aku taruh di beauty case yang disembunyiin di bawah tempat tidur," cerita Icha pada Wolipop di Honey & Me Cafe, Jl. Wijaya I, Jakarta Selatan, Rabu (3/6/2015).

Pada saat awal-awal belajar merias wajah, remaja kelas 1 SMP ini menjadikan asisten rumah tangga sebagai 'korban' pertamanya. Hasil riasannya diakui masih sangat berantakan dan jauh dari sempurna. Tetapi berkat latihan otodidak secara tekun, perlahan kemampuan yang dimilikinya mulai terlihat.

Kebiasaanya 'menyembunyikan' make-up ini berlangsung hingga usianya 11 tahun. Namun lambat laun ternyata sang ibunda mengetahuinya. Beliau sempat marah dan melarangnya untuk melakukan apapun yang berhubungan dengan make-up.

"Terus aku cerita ke tante kalau aku suka banget merias wajah dan menyuruhku masuk ke sekolah khusus make-up artist. Alhamdulillah akhirnya mamaku setuju dan aku mulai sekolah make-up selama satu tahun," lanjutnya lagi.

Saat sekolah make-up, Icha menjadi murid termuda di kelasnya. Teman-teman seprofesinya rata-rata berusia 20 tahun ke atas dan sudah dewasa. Salah satu gurunya bahkan tidak percaya bahwa ada murid semuda itu di kelasnya, tetapi untungnya ia tetap mampu mengikuti pelajaran make-up dengan baik dan tepat.

Kini setelah enam tahun menggeluti dunia kecantikan, remaja yang berdomisili di Surabaya ini mulai memantapkan dirinya untuk menjadi seorang make-up artist. Kliennya berasal dari berbagai kalangan, yang paling banyak adalah remaja usia 17 hingga 20 tahun yang ingin dirias dengan tampilan natural.

"Kebanyakan klien aku minta dirias untuk acara kelulusan sekolah atau acara formal seperti pesta pernikahan. Tapi ada juga beberapa klien yang aku rias untuk keperluan photshoot majalah," tutupnya kemudian.



(int/eny)