Liputan Khusus Animal Beauty

Relaksasi Sekaligus Uji Nyali dengan Pijat Ular Piton di Bali Heritage Spa

- wolipop Jumat, 25 Okt 2013 14:16 WIB
Foto: Arina Yulistara/Wolipop
Jakarta - Spa merupakan salah satu sarana wanita untuk memanjakan tubuh dan menghilangkan penat. Spa saat ini tidak hanya dilakukan dengan pemijatan tradisional menggunakan tangan manusia, tapi juga memakai alat bantu agar memiliki sensasi yang berbeda. Misalnya saja spa bola, bambu, beer, hingga ular. Macam-macam spa unik itu memiliki sensasinya masing-masing.

Pada Jumat (18/10/2013), Wolipop mencoba spa unik yaitu dengan alat bantu ular di Bali Heritage Reflexiology & Spa. Proses awal melakukan spa ular sama dengan spa lainnya, yaitu berganti pakaian dengan kain yang telah disediakan. Kemudian terapis mengambil air garam untuk mencuci kaki Anda agar merasa lebih rileks. Usai dicuci menggunakan garam, Anda diminta telungkup untuk melakukan pemijatan di tubuh bagian belakang.

Saat Wolipop mencoba spa ini, terapis telah menyediakan dua ular dengan bobot 5 kg dan 8 kg yang siap diletakkan di atas punggung. Punggung merupakan bagian pertama yang merasakan sensasi 'dipijat' ular. Demi keamanan dan kenyamanan pelanggan, ular-ular tersebut mulutnya sudah lebih ditutup dengan selotip. Ular yang dipakai juga sudah jinak, tidak berbisa, serta terbiasa mengenal aroma tubuh manusia.

Sebenarnya rumah kecantikan dengan nuansa Bali itu memiliki lima ular dengan berat berbeda-beda untuk melayani pelanggan bila 'pijatan' kurang terasa. Jadi jika Anda merasa bobot ular kurang terasa, bisa langsung memberitahu sang terapis agar ditambahkan ularnya.

Selama prosesnya, Anda akan dilayani oleh dua terapis, satu terapis untuk memijat dan lainnya menjaga ular supaya tetap pada tempatnya. Ular berjalan perlahan, meliak-liuk di atas punggung sehingga menimbulkan sensasi yang berbeda dari spa lainnya. Kulit ular yang sedikit bersisik halus menimbulkan rasa tersendiri. Sementara ular 'memijat' punggung, terapis melakukan rileksasi pada kaki.

Setelah berselang antara 15 sampai 20 menit, terapis bergantian dengan ular untuk melakukan pemijatan di area punggung yang kemudian memindahkan kedua ular tersebut di bagian kaki. Ular dengan jenis piton itu melilit kaki Anda sehingga terasa diremas untuk menghilangkan pegal-pegal. Namun sayang, ular tersebut terkadang hanya diam saja sehingga tidak memberikan pijatan yang maksimal.

Setelah tubuh bagian belakang merasa rileks, kini beralih ke area depan. Bagian intim akan ditutup dengan handuk lalu ular diletakkan di atas perut hingga dada. Terapis memulai pijatan di area kaki dan ular memijat bagian depan.

Selesai melakukan pemijatan, Anda diminta membersihkan diri di kamar mandi yang tersedia dalam ruangan. Usai membersihkan diri, terapis menyediakan teh jahe hangat agar tubuh merasa lebih rileks. Ketika Wolipop mencoba spa ini, terapis tidak melakukan pemijatan di bagian tangan, hanya kaki, punggung, dan area depan sehingga rasa rileks yang didapatkan kurang maksimal.

Di balik semua itu, spa ular diklaim memiliki manfaat untuk kesehatan seperti memacu adrenalin serta melemaskan otot-otot yang tegang. Manajer Bali Heritage Reflexiology & Spa di Jakarta, Endang Suprapti, mengatakan jarang wanita Indonesia yang mau mencoba spa ular karena binatang melata itu terkesan mengerikan.

"Orang lokalnya sendiri kira-kira cuma 20 persenlah yang suka. Rata-rata orang asing karena kebanyakan dari mereka penyayang binatang," tutur Endang saat berbincang dengan Wolipop di Bali Heritage Reflexiology & Spa, kawasan Blok M, Jakarta Selatan, Jumat (18/10/2013).

Spa unik ini tersedia di Bali Heritage Reflexiology & Spa dengan harga Rp 400 ribu. Berani mencobanya?

(aln/hst)