Kategori Berita
Daerah
Layanan
Top Up & Tagihan
Detik Network

Baju Tunangan Tak Sempat Dipakai, Kisah Pilu Pria Meninggal Usai Kecelakaan

Gresnia Arela Febriani - wolipop
Selasa, 12 Mei 2026 09:31 WIB

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

two wedding rings and wedding invitation
Kisah pilu pria ini meninggal dunia beberapa jam sebelum pertunangan. Baju pilihan calon tunangan tak sempat dipakai, duka mendalam bagi keluarga. Foto: Dok. Sinar Harian.
Malaysia -

Sebuah rencana indah untuk mengikat janji suci berakhir dengan duka mendalam. Impian seorang pria di Malaysia ini untuk melangsungkan acara pertunangan pada hari Jumat (waktu setempat) sirna seketika setelah nyawanya terenggut dalam kecelakaan lalu lintas di Jalan Kampung Duyong.

Insiden memilukan tersebut terjadi sekitar pukul 07.30 pagi. Korban, Mohamad Shahrin Mohd (33 tahun), yang berprofesi sebagai nelayan, dinyatakan meninggal dunia di lokasi kejadian. Motor yang dikendarainya hilang kendali hingga menabrak pembatas jalan.

Calon tunangan korban, Ain Sofea Aminu Nansar (25 tahun), tak mampu membendung rasa sedihnya. Ia tidak menyangka pertemuan mereka pada Kamis sore adalah momen terakhir kalinya ia bisa menatap wajah sang kekasih.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Apa mau dikata, Allah lebih menyayanginya. Semalam saya baru saja mengirimkan baju untuk dia pakai hari ini, tapi tidak menyangka dia tidak sempat mengenakannya," ucapnya pilu dikutip dari Sinar Harian.

Lebih menyayat hati, Ain sempat mengirimkan sepasang baju untuk dikenakan almarhum pada acara pertunangan mereka. Namun, takdir berkata lain baju tersebut tidak pernah sempat dikenakan oleh sosok yang dicintainya.

ADVERTISEMENT

Sementara itu, kakak korban, Mohamad Hafiz Mohd (36 tahun), menyadari adanya perubahan sikap sang adik sejak perayaan Idul Fitri lalu. Korban yang biasanya sulit diajak berfoto, tiba-tiba menjadi sangat antusias mengajak keponakan-keponakannya berfoto bersama pada 1 Syawal. Baginya, itu adalah pertanda terakhir keberadaan sang adik.

"Dia bersungguh-sungguh mengajak semua keponakannya berfoto bersama. Ternyata itu pertanda dia akan pergi meninggalkan kami untuk selamanya," kenang Hafiz.

Kapolres (Ketua Polis Daerah) Kuala Terengganu, Asisten Komisioner Azli Mohd Noor, mengonfirmasi kejadian tersebut. Berdasarkan penyelidikan awal, korban diduga kehilangan kendali sebelum menabrak pembatas jalan sebelah kiri. Jenazah almarhum telah dimakamkan di Pemakaman Islam Cengal, Pulau Duyong, pada Jumat sore pukul 17.00.

"Penyelidikan awal menemukan bahwa korban diduga kehilangan kendali lalu menabrak pembatas di sebelah kiri jalan. Kasus ini sekarang sedang diselidiki berdasarkan Pasal 41(1) Undang-Undang Transportasi Jalan (APJ) 1987," jelas Azli Mohd Noor.

(gaf/eny)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Hide Ads