Kategori Berita
Daerah
Layanan
Top Up & Tagihan
Detik Network

Viral Cerita Ibu Batalkan Pernikahan Anak, Rela Rugi Hingga Ratusan Juta

Gresnia Arela Febriani - wolipop
Sabtu, 04 Apr 2026 08:00 WIB

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Ilustrasi cincin pernikahan
Ilustrasi cincin pernikahan. Foto: Shutterstock.
Malaysia -

Impian pesta pernikahan bertema 'English Style' yang seharusnya digelar pada 31 Maret 2026 kini tinggal kenangan. Pernikahan yang dirancang oleh wanita ini, dibatalkan secara mendadak setelah terungkapnya tindakan penganiayaan yang dilakukan oleh mantan tunangannya pada Februari 2026.

Ialah Putri Fasha Felisa yang harus menelan kerugian materi hingga ratusan juta Rupiah. Meski demikian pihak keluarga merasa bersyukur karena karakter asli pelaku terungkap sebelum ikatan suci pernikahan sempat terucap.

"Saya lebih baik membatalkan hari bahagia putri kami daripada membiarkan kejadian yang lebih buruk terjadi saat dia sudah menjadi istri orang," ujar pemilik produk kosmetik, Fara Sharina Zamari (37 tahun).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Pernikahan putri sulungnya, Putri Fasha Felisa Mohd Izhan (19 tahun), seharusnya berlangsung 31 Maret 2026. Namun, rencana itu dibatalkan di saat-saat terakhir setelah wanita asal Malaysia ini mengetahui putrinya menjadi korban kekerasan fisik.

Fara mengatakan bahwa persiapan untuk merayakan hari besar anaknya itu hampir selesai, dan kartu undangan pun sudah mulai disebarkan sejak awal Ramadan.

ADVERTISEMENT

"Setelah kejadian pemukulan pada 21 Februari terungkap, ikatan pertunangan yang baru berjalan tiga bulan segera diputuskan," ucapnya.

Ia mengucapkan semua persiapan pernikahan anaknya sudah hampir rampung. Semua pilihannya, termasuk tema 'English Style' dengan lokasi di Padang Polo, Kemumin, Malaysia, terpaksa dibatalkan.

"Cincin pertunangan juga sudah dikembalikan, dan dari pihak laki-laki tidak ada keberatan yang diajukan. Kerabat dan teman-teman sangat mengerti dan tidak banyak bertanya," tuturnya saat ditemui Harian Metro.

Fara Sharina menjelaskan bahwa tanggal pernikahan dipilih sendiri oleh putrinya agar senada dengan tanggal lahirnya, yakni 31 Agustus. Selain itu, mahar yang disepakati juga berjumlah RM31.000 atau Rp 130,8 Juta.

Akibat pembatalan ini, keluarga tidak hanya berduka atas musibah yang menimpa anaknya, tetapi juga mengalami kerugian materi. Total Kerugian sekitar RM150.000 (setara Rp 500 Juta). Alokasi biaya katering, dekorasi pelaminan dan pembelian seragam untuk kerabat.

Namun, ia menegaskan bahwa kerugian uang tidak ada artinya dibandingkan trauma yang dialami putrinya hingga saat ini. Saat ini, keluarga masih berusaha memulihkan semangat dan mental Putri Fasha Felisa.

"Siapa yang tidak sedih melihat anak perempuan satu-satunya diperlakukan seperti ini? Tapi kami bersyukur setidaknya ini terungkap sebelum mereka sah menikah," tuturnya.

Anaknya mengalami kekerasan fisik oleh mantan tunangannya. Ia dipukuli, dicekik, ditendang, hingga diseret, yang mengakibatkan sulung dari empat bersaudara tersebut menderita luka memar dan bengkak di sekujur tubuh.

Pada 18 Maret 2026, mantan tunangan anak Fara Sharina yang berusia 20 tahun itu telah dijatuhi hukuman denda sebesar RM1.500 atau sekitar Rp 6,3 juta kali oleh pengadilan karena terbukti sengaja menyebabkan cedera pada korban.

(gaf/eny)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Hide Ads