Kategori Berita
Daerah
Layanan
Detik Network

Fenomena Wanita Suka Film 'Boys' Love' yang Kontroversial, Ini Kata Pakar Seks

Kiki Oktaviani - wolipop
Kamis, 15 Jan 2026 21:00 WIB

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Serial Heated Rivalry
Serial Heated Rivalry Foto: Serial Heated Rivalry
Jakarta -

Fenomena ketertarikan wanita terhadap film atau serial bertema Boys' Love (BL) bukanlah tren sesaat. Popularitas serial Heated Rivalry menjadi salah satu contohnya. Drama romantis ini mengisahkan dua atlet hoki es pria yang menjadi rival sengit di arena, namun diam-diam menjalin hubungan asmara di luar lapangan. Meski temanya masih menuai kontroversi, basis penggemar dari kalangan wanita terus tumbuh dan sulit diabaikan.

Sekilas, Heated Rivalry tampak seperti drama olahraga maskulin. Namun di balik kerasnya persaingan dunia hoki es, serial adaptasi novel karya Rachel Reid ini justru menghadirkan sesuatu yang berbeda, yakni relasi romantis yang setara, emosional, dan penuh kerentanan. Menurut psikolog dan terapis seks, inilah daya tarik utama genre BL bagi penonton wanita.

Salah satu alasan yang paling sering diungkap penggemar adalah absennya pola hubungan romantis tradisional. Dalam kisah Shane Hollander dan Ilya Rozanov, tidak ada peran "si dominan" atau "si bergantung" yang ditentukan oleh gender. Keduanya berdiri sejajar dalam hubungan yang kompleks namun saling menghargai.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Pakar seks dan hubungan, Casey Tanner, menjelaskan bahwa ketertarikan wanita pada genre ini tidak semata-mata didorong oleh daya tarik fisik para tokohnya.

"Wanita menikmati melihat laki-laki melakukan hal yang sering mereka rindukan dalam kehidupan nyata, yakni mampu terbuka dan menunjukkan kerentanan emosional," ujar Tanner kepada Daily Mail.

ADVERTISEMENT

Ia menambahkan bahwa romantisasi dalam cerita BL memungkinkan kedua karakter utama sama-sama rapuh dan jujur secara emosional, meski hubungan mereka diwarnai konflik.

"Mereka saling merindukan, mengalami pergulatan batin, dan bahkan menata ulang hidup mereka demi satu sama lain. Itu adalah bentuk kerinduan emosional yang sangat kuat," lanjut Tanner.

Dalam kehidupan nyata, banyak wanita merasa jarang mendapatkan sensasi benar-benar diinginkan oleh pasangan, terutama dalam hubungan jangka panjang atau pernikahan. Karena itu, ketika menonton dinamika dalam genre BL, ketertarikan mereka tidak berhenti pada sosok pria di layar semata, namun mengisi kekosongan emosional.

"Bagi wanita, sensasinya bukan 'saya ingin salah satu dari mereka', melainkan 'saya ingin diinginkan dan dipilih dengan cara seperti itu'. Dengan jarak psikologis yang aman, tubuh merasa lebih tenang. Dan saat rasa aman hadir, hasrat justru lebih mudah muncul," ungkap Tanner kepada Women's Health.

(kik/kik)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Artikel Fokus Selanjutnya
Artikel Terkait
Detiknetwork
Hide Ads