ADVERTISEMENT

Ini Kata Ilustrator Viral Rumini dan Ibu, Korban Semeru Meninggal Berpelukan

Gresnia Arela Febriani - wolipop Rabu, 08 Des 2021 18:30 WIB
Foto: Dok. Tangkapan layar akun TikTok @tatazie. Foto: Dok. Tangkapan layar akun TikTok @tatazie.


Kesulitan Membuat Ilustrasi Rumini

Pria 34 tahun itu mengaku membutuhkan waktu sekitar 40 menit dan satu jam untuk membuat dua ilustrasi tentang erupsi Semeru. Ia juga menjelaskan kesulitan dalam membuat ilustrasi.

"Kalau kesulitan dalam berkarya sih di karya ini tidak terlalu sulit ini hanya lukisan sederhana. Tapi kesulitannya dalam hal ekspresi perasaan. Setiap goresannya memberikan makna yang dalam. Dan tangan bergetar hebat waktu menggambarnya. Dan air mata ikut mengalir waktu membuatnya membayangkan bagaimana kalau saya yang mengalami dan bagaimana hati Rumini di saat detik-detik bencana itu terjadi," jelasnya.

Sehari-harinya, Uky bekerja di dunia gambar mulai desain, ilustrasi, membuat buku mewarnai, lukisan sketsa wajah, lukisan dari limbah sampah plastik, dan juga mengajar seni. Saat Semeru mengalami erupsi, Uky terinspirasi membuat ilustrasi Rumini setelah mengetahui kisah sedih anak dan ibu tersebut.

"Inspirasinya tentu saja dari kisah mbak Rumini yang luar biasa. Dan juga saya mengingat ibu-ibu (ibu kandung, nenek, tante, ibu teman yang saya sering main). Ibu hebat dalam perjalanan hidup saya. Dan juga imajinasi kesan perasaan mendalam dari saya," lanjut Uky.

Foto Rumini dan ibu Salamah.Foto Rumini. Foto: Dok. Facebook Robi Jaya Putra.

"Dan berita akhir-akhir ini dimana banyak anak yang kurang berbakti pada orangtua. Maka kisah ini perlu saya angkat dalam lukisan, untuk memotivasi anak-anak muda Indonesia lebih Berbakti kepada orang tua," ujarnya lagi.

Ketika ilutrasinya viral diberbagai media sosial, Uky pun memberikan tanggapannya,"Alhamdulillah senang dan sangat terharu. Karya saya yang sederhana dari kertas bekas bisa menyampaikan pesan dahsyat dari sosok luar biasa bernama mbak Rumini. Dan pesan harapan saya dari lukisan itu bisa tersampaikan keseluruh Indonesia dari semua lapisan masyarakat," ucapnya.

Melalui ilustrasinya, Uky ingin memberikan pesan pada masyarakat. Pesan tersebut adalah tentang pentingnya berbakti, menghormati, menyayangi dan mengujungi orangtua.

"Terutama kepada anak-anak generasi muda, komunikasi dengan orangtua lewat gadget sehingga lupa mengunjungi bertatap mata, karena alasan kesibukan tak penting lupa menjenguk orang tua. Semoga masyarakat semakin cinta terhadap lingkungan alam, lebih care menjaga lingkungan sehingga mengurangi dampak bencana akibat eksploitasi serakah ulah manusia," tutup Uky.

Halaman
1 2 Tampilkan Semua

(gaf/eny)