Efek Bucin, Viral Pria Jual Perabotan Rumah Ibunya Demi Manjakan Pacar

Gresnia Arela Febriani - wolipop Jumat, 26 Nov 2021 09:30 WIB
Ilustrasi pria yang memberikan hadiah untuk pcar. Foto: Getty Images/iStockphoto/teddybearpicnic. Ilustrasi pria yang memberikan hadiah untuk pcar. Foto: Getty Images/iStockphoto/teddybearpicnic.


Alasan DRS Jual Perabotan dan Genting Rumah

DRS mengaku uang hasil penjualan perabotan ibunya itu digunakan untuk hidup sehari-hari dan pacarnya. "Kalau itu (uang hasil jual perabotan rumah) saya buat makan sehari-hari, sama buat cewek saya. Saya cewek ada satu, rumahnya di Ngawi, Jawa Timur," ucap DRS.

DRS mengaku sudah berkenalan dengan pacarnya sekitar satu bulan, setelah itu ia sering memberi berbagai hadiah. "Memberi ya langsung kasih, kadang berupa makanan, kadang tas dan kadang baju. Saya lakukan ya karena cinta," ujarnya.

Pria berpawakan kurus ini mengaku berkenalan dengan pacarnya sekitar satu bulan yang lalu. Tepatnya saat pacarnya yang order melalui ojek online di sekitar Giwangan, Umbulharjo beberapa waktu lalu.

"Kenalnya di pintu masuk SLB Giwangan, dia order ojol. Jadi baru menjalin hubungan satu bulan," katanya.

Anak yang tega menjual perabotan dan mempreteli genting rumah saat ditinggal ibu bekerja. DRS saat digelandang di Mapolres Bantul, Rabu (24/11/2021).Anak yang tega menjual perabotan dan mempreteli genting rumah saat ditinggal ibu bekerja. DRS saat digelandang di Mapolres Bantul, Rabu (24/11/2021). Foto: Pradito Rida Pertana/detikcom

DRS pun mengaku belum memberi kabar kepada kekasihnya soal proses hukum yang menjeratnya. Dia pun hanya mengirimkan pesan meminta kekasihnya asal Ngawi untuk selalu menjaga kesehatan.

"Belum tahu (cewek saya kalau saya ketangkap). Yang jelas untuk cewek saya intinya jaga kesehatan saja, kalau di rumah saya tidak ada. Jaga kesehatan dan jangan lupa makan," katanya.

DRS menyadari tidak akan berhenti menjual perabotan rumah jika tidak berurusan dengan polisi. Namun, dia kini hanya bisa menyesali perbuatannya.

"Kalau genting belum saya jual, tidak jadi itu. Mungkin kalau tidak ditangkap ya paling gawang (pintu) saya jual, karena sudah habis (perabotan rumah)," ujarnya.

"Tapi setelah merenung di sel saya menyesal lahir batin. Sudah minta maaf ke ibu saya. Yang jelas karena sudah begini ya berani berbuat harus berani bertanggung jawab," imbuh DRS.

Sang ibu, Paliyem merupakan warga Padukuhan Paten, Kalurahan Srihardono, Kapanewon Pundong, melaporkan anaknya DRS (24 tahun) ke polisi karena menjual perabotan rumah yang ditaksir mencapai Rp24 juta. Uang hasil penjualan perabot itu digunakan DRS foya-foya dengan pacarnya.

Kanit Reskrim Polsek Pundong, Ipda Heru Pracoyo mengatakan, kejadian berawal saat ayah DRS meninggal dunia beberapa waktu yang lalu. Di sisi lain, masih ada pinjaman bank yang wajib diselesaikan oleh ibu DRS.

"Karena itu ibunya berniat mengangsur kredit dengan bekerja sebagai pembantu rumah tangga dan anaknya ditinggal di rumah sendiri," ucap Heru saat dihubungi wartawan, Selasa (23/11).

Paliyem yang sudah sekitar dua bulan tidak pulang ke rumah pun kaget ketika diberitahu tetangganya jika perabotan rumah dan gentingnya dipreteli anaknya sendiri. Peristiwa itu dilaporkan sang ibu dengan harapan anaknya kapok dan menyadari perbuatannya. Kini DRS harus menjalani proses hukum karena perbuatannya tersebut.

Halaman
1 2 Tampilkan Semua

(gaf/eny)