7 Kalimat Gaslighting yang Harus Diwaspadai, Bikin Jadi Rendah Diri

Hestianingsih - wolipop Kamis, 25 Nov 2021 21:00 WIB
Foto: Getty Images/SDI Productions Foto: Getty Images/SDI Productions

Ilustrasi pasangan bertengkarIlustrasi pasangan bertengkar Foto: Getty Images/iStockphoto/Panupong Piewkleng

4. "Udahlah nggak usah dianggap terlalu serius"

Biasanya kalimat ini diucapkan pelaku gaslighting saat dia baru saja mengatakan sesuatu yang menyakiti hati pasangan. Alih-alih minta maaf, dia justru membuat korban merasa reaksinya berlebihan.

Saat ada situasi tak mengenakkan atau masalah, dia juga cenderung menumpahkan kesalahan pada korban, karena menganggap itu terlalu serius. Hasilnya korban akan selalu meragukan keputusan atau kesimpulan yang dia buat dan tidak dapat bersikap tegas.

5. "Masalahnya bukan di aku. Tapi kamu"

Ini adalah frasa klasik yang digunakan para pelaku gaslighting. Dengan mengatakan kalau masalahnya ada pada korban, bisa menyebabkan dia menderita gangguan kepercayaan diri.

Ketika terlalu sering dibuat seperti dia yang bermasalah, lama kelamaan korban akan menerima saja, kalau setiap problem berasal dari dirinya. Bahkan ketika dia benar-benar bukan yang memulai masalah.

6. "Ini sebabnya banyak orang nggak suka dengan kamu"

Ini merupakan suatu bentuk manipulasi yang membuat korban merasa harus tetap bersama si pelaku. Sebab dia berpikir tidak ada orang yang menyukainya selain pasangan.

"Kalimat ini kerap kali digunakan pelaku kekerasan sebagai usaha untuk membuat diri sendiri malu dan merasa bersalah," jelas psikoterapis dan penulis 'Gaslighting: Recognize Manipulative and Emotionally Abusive People-and Break Free' Stephanie Sarkis, seperti dikutip dari Brightside.

7. "Sepertinya kamu butuh pertolongan"

Kalimat seperti ini bertujuan menjustifikasi kalau benar-benar ada sesuatu yang salah pada diri korban. Membuatnya meragukan diri mereka sendiri sampai mempertanyakan kesehatan mental.

Maksud dari si pelaku gaslighting dengan cara ini adalah untuk mengalihkan kesalahannya. Dalam jangka panjang, korban akan mengira kalau pendapat dan emosinya tidaklah valid.

Halaman
1 2 Tampilkan Semua

(hst/hst)