Mengubah Stigma Peran Perempuan di Dapur Dimulai dari Keluarga

Jihaan Khoirunnissa - wolipop Rabu, 01 Sep 2021 08:35 WIB
ilustrasi anak laki-laki memasak Foto: ilustrasi/thinkstock
Jakarta -

Kesadaran masyarakat Indonesia akan kesetaraan gender dinilai masih rendah. Berdasarkan data The Global Gender Gap Index yang dirilis oleh Word Economic Forum, rendahnya kesadaran masyarakat ini disebabkan oleh kurangnya edukasi kesetaraan gender sejak usia dini.

Tidak heran jika masih banyak stereotip yang melekat pada wanita. Wanita seolah dipaksa untuk pandai memasak serta mengurus dapur. Kebalikannya, memasak justru dianggap aktivitas yang tabu bagi laki-laki.

Namun, hal tersebut tidak berlaku di keluarga Annisa Nur Erawan. Tenaga kesehatan yang pernah bertugas di RS Salamun Bandung mengaku memiliki waktu yang terbatas karena sudah 2 tahun belakangan membantu penanganan COVID-19. Sehingga ia harus bisa membagi perhatian antara keluarga dan pekerjaan. Beruntung, Annisa mempunyai suami dan anak yang sudah sadar akan kesetaraan gender dalam keluarga.

"Untungnya, ketika pekerjaan saya sedang terasa berat, saya dibantu oleh istri dan anak laki-laki saya. Jadi kalau saya tinggal kerja, Jadi kalau saya tinggal kerja, mereka nggak kelaparan banget, karena bisa masak sendiri," ujar Annisa dalam keterangan tertulis, Kamis (1/9/2021).

Ia mengatakan, anak laki-lakinya yang bernama Zafran sudah paham mengurus rumah tangga bukan hanya tugas wanita. Laki-laki pun bisa ikut membantu mengerjakannya.

"Selama 2 tahun ini Ibu bekerja lebih keras karena pandemi Covid-19. Ibu kayaknya selalu terlihat capek. Tidak masalah. Saya senang bisa masak sendiri masakan yang simple, misal telur atau tahu, tinggal pakai kecap ABC," kata Zafran.

Contoh lainnya terlihat dari pasangan selebritis, Titi Kamal & Christian Sugiono. Pasangan ini, yang juga merupakan brand ambassador Kecap ABC, terkenal akan chemistry yang baik dalam membangun keluarga.

Christian menunjukan support-nya kepada Titi dengan cara membantu memasak di dapur, tanpa takut akan anggapan bahwa memasak hanya untuk perempuan. Berkolaborasi dengan Kecap ABC, pasangan ini juga mendukung suami dan istri untuk masak bersama, dengan mempromosikan hashtag #SuamiIstriMasak di media social.

Hal ini sejalan dengan komitmen PT Heinz ABC Indonesia, melalui Kecap ABC untuk mewujudkan semangat kesetaraan gender di Indonesia. Sejak 2018, Kecap ABC telah meluncurkan berbagai program untuk mendukung laki-laki untuk bisa membantu perempuan dalam keluarga.

Seperti menyediakan wadah online untuk mendukung suami masak, menggelar program Koki Muda Sejati sampai bekerjasama dengan platform belajar online untuk mengajarkan kesetaraan gender kepada generasi muda.

"Heinz ABC percaya bahwa penting untuk mendidik dan mendorong generasi muda demi memiliki pemahaman tentang kesetaraan gender, yang akan menjadi salah satu modal besar mereka ketika mereka mulai membangun keluarga sendiri di masa depan," kata Head of Legal & Corporate Affairs Kraft Heinz Indonesia & PNG, Mira Buanawati.



Simak Video "Ada Squid Game di Dunia Nyata, Hadiahnya Rp 6,5 Miliar"
[Gambas:Video 20detik]
(ads/ads)