Viral Anak Buatkan Sarapan Ayah, Ini Adab dan Akhlak Kepada Orang Tua

Puti Yasmin - wolipop Kamis, 16 Jul 2020 17:35 WIB
ilustrasi anak dan orang tua Foto: iStock/Viral Anak Buatkan Sarapan Ayah, Ini Adab dan Akhlak Kepada Orang Tua
Jakarta -

Sebuah postingan mengenai seorang anak yang membuatkan sarapan sang ayah tengah ramai diperbincangkan di Twitter. Pasalnya, dalam postingan tersebut lawan bicara menilai tindakan itu sebagai bentuk patriarki atau bentuk sosial menempatkan pria sebagai pemegang kekuasaan.

Dilihat detikcom, postingan yang memperlihatkan tangkapan layar percakapan itu diunggah oleh akun @tubirfss. Bahkan, tweet itu telah mendapat likes hingga 12 ribu orang dan retweet lebih dari 7.300 kali.

ilustrasi anak dan orang tuaViral Anak Buatkan Sarapan Ayah, Ini Adab dan Akhlak Kepada Orang Tua Foto: iStock

Dalam gambar tangkapan layar percakapan tersebut awalnya mereka tengah membicarakan rencana untuk bertemu. Namun, satu orang menyuruh temannya untuk jalan terlebih dahulu karena ia tengah membuatkan sarapan sang ayah.

Hal itu langsung ditanggapi oleh kawannya dengan menilai perilaku tersebut sebagai bentuk patriarki. Bahkan ia membandingkan ayahnya yang bisa melakukan segala sesuatu sendiri.

"Hari gini lo masih masak buat bokap lo??. Ternyata sekeliling gue masih banyak penganut patriarki. Bersyukur bokap gue bisa apa aja sendiri. Ga bermasuk yahh. Percuma lo kuliah tinggi tapi masih ngurus dapur." tulis sang kawan kepada orang tersebut.

Lantas, bagaimana sebenarnya adab dan akhlak kepada orang tua dalam Islam?

1. Dalil Adab Kepada Orang Tua

Dikutip dari buku 'Nilai-nilai Pendidikan Agama Islam Multikultural' karya Dr Halimatussa'diyah ada beberapa bentuk akhlak anak kepada orang tuanya, pertama adalah dengan berbuat baik kepada mereka berdua dan tidak mengucapkan 'ah'.

Hal ini sesuai dengan perintah Allah SWT dalam Quran surat Al Isra' ayat 23 yang berbunyi:

Arab: وَقَضٰى رَبُّكَ اَلَّا تَعْبُدُوْٓا اِلَّآ اِيَّاهُ وَبِالْوَالِدَيْنِ اِحْسٰنًاۗ اِمَّا يَبْلُغَنَّ عِنْدَكَ الْكِبَرَ اَحَدُهُمَآ اَوْ كِلٰهُمَا فَلَا تَقُلْ لَّهُمَآ اُفٍّ وَّلَا تَنْهَرْهُمَا وَقُلْ لَّهُمَا قَوْلًا كَرِيْمًا

Latin: wa qaḍā rabbuka allā ta'budū illā iyyāhu wa bil-wālidaini iḥsānā, immā yabluganna 'indakal-kibara aḥaduhumā au kilāhumā fa lā taqul lahumā uffiw wa lā tan-har-humā wa qul lahumā qaulang karīmā

Artinya: Dan Tuhanmu telah memerintahkan agar kamu jangan menyembah selain Dia dan hendaklah berbuat baik kepada ibu bapak. Jika salah seorang di antara keduanya atau kedua-duanya sampai berusia lanjut dalam pemeliharaanmu, maka sekali-kali janganlah engkau mengatakan kepada keduanya perkataan 'ah' dan janganlah engkau membentak keduanya, dan ucapkanlah kepada keduanya perkataan yang baik.

Kemudian, hadits adab terhadap orang tua lainnya adalah tidak membentak (meninggikan suara) atau memarahinya. Dalam hadist riwayat Bukhari, dari Al Musawwir bin Makhramah RA, Rasulullah SAW bersabda, 'Jika para sahabat berbicara dengan Rasulullah, mereka merendahkan suara mereka dan tidak memandang tajam sebagai bentuk pengagungan terhadap Rasulullah."

Selanjutnya, anak juga diharuskan mengucapkan kata-kata yang memuliakan dan menghormati orang tua. Hal itu tertulis dalam Quran surat Al Isra' ayat 24 yang berbunyi

Arab: وَاخْفِضْ لَهُمَا جَنَاحَ الذُّلِّ مِنَ الرَّحْمَةِ وَقُلْ رَّبِّ ارْحَمْهُمَا كَمَا رَبَّيٰنِيْ صَغِيْرًاۗ

Latin: wakhfiḍ lahumā janāḥaż-żulli minar-raḥmati wa qur rabbir-ḥam-humā kamā rabbayānī ṣagīrā

Artinya: Dan rendahkanlah dirimu terhadap keduanya dengan penuh kasih sayang dan ucapkanlah, 'Wahai Tuhanku! Sayangilah keduanya sebagaimana mereka berdua telah mendidik aku pada waktu kecil.'

Adab kepada orang tua terakhir adalah merendahkan diri dihadapan orang tua. Pasalnya, orang tua telah melahirkan dan merawat kita dari kecil hingga besar sehingga setiap anak harus bersyukur. Hal itu Allah SWT firmankan dalam surat Luqman ayat 14:

Arab: وَوَصَّيْنَا الْاِنْسَانَ بِوَالِدَيْهِۚ حَمَلَتْهُ اُمُّهٗ وَهْنًا عَلٰى وَهْنٍ وَّفِصَالُهٗ فِيْ عَامَيْنِ اَنِ اشْكُرْ لِيْ وَلِوَالِدَيْكَۗ اِلَيَّ الْمَصِيْرُ

Latin: wa waṣṣainal-insāna biwālidaīh, ḥamalat-hu ummuhụ wahnan 'alā wahniw wa fiṣāluhụ fī 'āmaini anisykur lī wa liwālidaīk, ilayyal-maṣīr

Artinya: Dan Kami perintahkan kepada manusia (agar berbuat baik) kepada kedua orang tuanya. Ibunya telah mengandungnya dalam keadaan lemah yang bertambah-tambah, dan menyapihnya dalam usia dua tahun. Bersyukurlah kepada-Ku dan kepada kedua orang tuamu. Hanya kepada Aku kembalimu.

ilustrasi orang tua dan anakViral Anak Buatkan Sarapan Ayah, Ini Adab dan Akhlak Kepada Orang Tua Foto: iStock

2. Contoh Akhlak kepada Orang Tua

Berbakti kepada orang tua merupakan akhlak terpuji dan menjadi salah satu bentuk ibadah kepada Allah SWT. Adapun, dikutip dari buku 'Bunga Rampai Penelitian dalam Pendidikan Agama Islam' karya Tim Dosen PAI berikut contoh akhlak kepada orang tua:

- Anak harus patuh kepada orang tua dalam segala hal yang mereka perintahkan dan yang mereka larang, selama hal tersebut sesuai dengan petunjuk Allah dan tidak bertentangan dengan syariat Islam

- Anak harus menghormati keduanya dan memuliakan mereka dalam berbagai kesempatan, baik dalam ucapan maupun tindakan

- Anak harus melakukan tugas yang terbaik bagi mereka, dan memberi orang tua semua kebaikan, seperti memberi makanan, pakaian, perawatan, perlindungan akan rasa aman dan pengorbanan kepentingan diri sendiri.

- Anak harus melakukan hal yang terbaik, yakni menjaga hubungan baik orang tua dengan sanak famili mereka, ana harus mendoakan, memohonkan ampunan, memenuhi janji-janji mereka dan menghormati sahabat karibnya.

3. Balasan Bagi Anak yang Tidak Berbakti kepada Orang Tua

Dalam Quran surat Al Ahqaaf ayat 17-18 Allah SWT menetapkan balasan bagi anak yang tidak berbakti kepada orang tuanya dengan memberikan azab karena mereka termasuk dalam orang yang merugi.

Arab: وَالَّذِيْ قَالَ لِوَالِدَيْهِ اُفٍّ لَّكُمَآ اَتَعِدَانِنِيْٓ اَنْ اُخْرَجَ وَقَدْ خَلَتِ الْقُرُوْنُ مِنْ قَبْلِيْۚ وَهُمَا يَسْتَغِيْثٰنِ اللّٰهَ وَيْلَكَ اٰمِنْ ۖاِنَّ وَعْدَ اللّٰهِ حَقٌّۚ فَيَقُوْلُ مَا هٰذَآ اِلَّآ اَسَاطِيْرُ الْاَوَّلِيْنَ

اُولٰۤىِٕكَ الَّذِيْنَ حَقَّ عَلَيْهِمُ الْقَوْلُ فِيْٓ اُمَمٍ قَدْ خَلَتْ مِنْ قَبْلِهِمْ مِّنَ الْجِنِّ وَالْاِنْسِ ۗاِنَّهُمْ كَانُوْا خٰسِرِيْنَ

Latin: wallażī qāla liwālidaihi uffil lakumā ata'idāninī an ukhraja wa qad khalatil-qurụnu ming qablī, wa humā yastagīṡānillāha wailaka āmin inna wa'dallāhi ḥaqq, fa yaqụlu mā hāżā illā asāṭīrul-awwalīn ulā`ikallażīna ḥaqqa 'alaihimul-qaulu fī umaming qad khalat ming qablihim minal-jinni wal-ins, innahum kānụ khāsirīn

Artinya: Dan orang yang berkata kepada kedua orang tuanya, "Ah." Apakah kamu berdua memperingatkan kepadaku bahwa aku akan dibangkitkan (dari kubur), padahal beberapa umat sebelumku telah berlalu? Lalu kedua orang tuanya itu memohon pertolongan kepada Allah (seraya berkata), "Celaka kamu, berimanlah! Sesungguhnya janji Allah itu benar." Lalu dia (anak itu) berkata, "Ini hanyalah dongeng orang-orang dahulu."

Mereka itu orang-orang yang telah pasti terkena ketetapan (azab) bersama umat-umat dahulu sebelum mereka, dari (golongan) jin dan manusia. Mereka adalah orang-orang yang rugi.

Semoga penjelasan adab dan akhlak kepada orang tua bisa menambah keimanan kita ya!



Simak Video "Antusiasme 12 Asdos Bareng Maudy Ayunda di d'Youthizen"
[Gambas:Video 20detik]
(pay/erd)