Mahasiswa S2 Sebar Foto Bugil Eks Pacar, Ini Pesan Agar Kamu Tak Jadi Korban

Hestianingsih - wolipop Kamis, 06 Des 2018 19:31 WIB
Ilustrasi wanita sedih. Foto: Dok. iStock Ilustrasi wanita sedih. Foto: Dok. iStock

Jakarta - Polisi menangkap mahasiswa S2 bernama M Yusuf yang menyebar video bugil enam mantan pacarnya. Yusuf diduga menyebar video bugil itu sejak 2013.

Dalam pengakuannya kepada polisi, Yusuf meminta para pacarnya itu mengirimkan foto dan video tanpa busana. Saat korban sudah tidak mau menuruti permintaannya, tersangka--seperti diterangkan polisi--mengirimkan pesan ancaman akan mengunggah foto-foto dan video korban di internet.

"Waktu awalnya biasa, karena kan saya juga terbiasa melihat film porno. Terus ada rasa penasaran dan kepuasan," terang Yusuf.

Saat permintaan tak dituruti, Yusuf mengancam korbannya bahwa dia akan menyebar foto dan video bugil korban ke media sosial. Tapi ternyata meski permintaannya sudah dituruti, Yusuf tetap menyebarkan video bugil para pacarnya itu ke situs dewasa.



Apa yang dialami para wanita korban Yusuf ini termasuk dalam kasus kekerasan dalam pacaran. Di sela-sela acara Women's March Jakarta 2018 di Komnas Perempuan, Asnifriyanti Damanik dari Lembaga Bantuan Hukum Asosiasi Perempuan Indonesia untuk Keadilan (LBH APIK), pernah mengungkapkan sepanjang 2017, ada 17 kasus kekerasan dalam pacaran yang tercatat oleh lembaganya

Dan ancaman untuk menyebarkan foto atau video tidak senonoh dari pasangan atau mantannya ini menurut Asni menjadi tren baru karena munculnya media sosial. "Kini media sosial juga banyak digunakan untuk melakukan kekerasan dalam pacaran. Pelaku akan mengancam menyebarkan foto/video intim mereka kepada keluarga atau di media sosial," ujarnya.

Senada dengan Asni, psikolog Roslina Verauli juga mengatakan bahwa pemaksaan terhadap pasangan termasuk kekerasan seksual. "Ceweknya lagi nggak mau dicium, tapi tetap dicium, maka cium itu termasuk tindak kekerasan seksual," ujar Roslina.



Kekerasan yang terjadi antara Anda dan kekasih tentu membuat pacaran menjadi tidak sehat. Hubungan seperti itu disebut black dating atau hubungan asmara yang menyebabkan salah satu pihak merasa terpuruk sehingga tidak bisa berkembang. Namun banyak orang tidak percaya dengan black dating. Padahal hubungan yang seperti ini tidak baik dipertahankan.

"Kalau punya pasangan seperti itu akhiri saja hubungannya. Ketika remaja lain mengalami kekerasan mereka punya hak untuk protect dirinya," tambah Vera.

Contoh lain dari bentuk kekerasan psikis dan seksual ialah saat dipaksa melakukan hubungan intim. Ketua Sub Komisi Pemulihan Komnas Perempuan Sri Nurherwati menuturkan, banyak pria yang memberikan janji-janji manis untuk memaksa pasangannya berhubungan badan tapi kemudian tidak ditepati. Hal ini sangat merugikan pihak perempuan.

Yang perlu diingat setiap wanita dalam menjalani sebuah hubungan adalah, setiap orang pantas dicintai dan memiliki hubungan asmara yang harmonis. Tidak ada satu orang pun yang layak diperlakukan tidak baik. Ketika hubungan sudah penuh dengan pertengkaran, saling kritik atau bahkan berujung pada kekerasan fisik maupun emosional seperti pemaksaan yang dilakukan mahasiswa S2 pada enam wanita yang kini foto tanpa busananya tersebar, itu berarti tanda hubungan asmara sudah tidak sehat dan harus ditinggalkan.



(eny/eny)