Intimate Interview

Kisah Dina Faisal, News Anchor Jadi Desainer Kain, Rela Tidur Dekat Kandang

Daniel Ngantung - wolipop Minggu, 07 Nov 2021 10:22 WIB
Dina Faisal (Foto: Daniel Ngantung/Wolipop) Dina Faisal (Foto: Daniel Ngantung/Wolipop)

Dari Afriandi, Dina berkenalan dengan wastra khas NTB. "Hampir semua teknik ikat dan songketan yang ada di Indonesia bisa kita temukan di NTB," ungkap Dina akan kekagumannya pada tenun Lombok.

Dari perkenalan itu, muncul komitmen untuk melestarikan dan mengembangkan tenun Lombok. Ia mempertegas komitmen tersebut saat suaminya mencalonkan diri sebagai anggota legislatif.

Kegiatan Afriandi kampanye ke desa-desa dimanfaatkan Dina untuk melakukan riset tentang kain. "Saya sampai tidur di rumah warga yang kamarnya samping kandang sapi," kenangnya.

Untuk memperdalam ilmu tentang wastra Indonesia, ia berguru pada Sativa Sutan Aswar yang adalah seorang pemerhati sekaligus pembina perajin kain Nusantara. Belakangan, Sativa memercayakan Dina untuk melakukan pembinaan bersamanya di beberapa daerah.

Dina FaisalDina Faisal dalam balutan baju lambung khas suku Sasak, NTB. (Foto: Daniel Ngantung/Wolipop)

Banyak impian yang ingin dicapai Dina. Salah satunya mempopulerkan lagi baju tradisional lambung khas suku sasak di tengah kaum perempuan NTB.

"Lambung mulai ditinggalkan karena banyak beredar buatan pabrik dengan pewarnaan sintetis yang cenderung tak nyaman dipakai. Harapannya, nanti semakin banyak tenun Lombok yang terbuat dari benang kapas dan perempuan NTB mau memakai lambung lagi," kata Dina yang berbusana lambung ketika ditemui.


Menggarap kain-kain tenun dari daerah lain juga menjadi impian Dina Faisal. Tanpa terkecuali tenun dari daerah asalnya di Kalimantan Timur. Tapi salah satu ambisi terbesarnya mengibarkan Merah-Putih pertama yang terbuat dari benang kapas dengan pewarnaan alami. "Kami masih eksperimen warna merah yang pas. Semoga bisa kejadian dalam waktu dekat," katanya.

[Gambas:Instagram]



Halaman
1 2 3 Tampilkan Semua


Simak Video "Melihat Proses Produksi Kain Tenun Majalaya Secara Manual"
[Gambas:Video 20detik]

(dtg/dtg)