ADVERTISEMENT

Initimate Interview

Mengenal Betty Idroos, Perempuan Pertama yang Terpilih Jadi Ketua KPU DKI

Daniel Ngantung - wolipop Kamis, 22 Apr 2021 09:31 WIB
Ketua KPU DKI Jakarta Betty Epsilon Idroos (Foto: Daniel Ngantung/detikcom) Ketua KPU DKI Jakarta Betty Epsilon Idroos (Foto: Daniel Ngantung/detikcom)

Di tahun yang sama pula, ia memutuskan untuk berkeluarga. Baru menikah, Betty terpaksa 'meninggalkan' suaminya, Zulkarnain Amir, karena harus bertolak ke Aceh untuk keperluan penelitian LP3ES.

Pada tahun pertama pernikahannya, Betty dan suami menetap di sebuah kontrakan yang terletak di gang kecil di Manggarai, Jakarta Pusat. Ke mana-mana, ia mengandalkan kendaraan umum. Bahkan dalam kondisi hamil sekalipun. Naik-turun bus ke kantor tentu menjadi perjuangan tersendiri.

Masa-masa berat kembali dihadapinya saat kembali bekerja setelah anak pertama lahir. "Berat rasanya meninggalkan anak. Awalnya saya nangis-nangis. Saya percaya kalau rumah bahagia kalau ibu juga bahagia supaya ASI keluar dengan baik. Maka sebisa mungkin harus punya manajerial waktu yang baik," katanya.

Lulus S2 pada 2008, Betty aktif mengikuti banyak kongres dan program internasional terkait pemilu. Pada 2010, ia diundang oleh Kementerian Luar Negeri AS untuk melihat proses pemilu di beberapa negara bagian.

Ketua KPU DKI Jakarta Betty Epsilon IdroosKetua KPU DKI Jakarta Betty Epsilon Idroos (Foto: Daniel Ngantung/detikcom)

Wawasan Betty soal politik dan pemilu sebagai bagian dari demokrasi kian terasah sehingga memantapkannya untuk bergabung dengan KPU DKI.

Kariernya di sana diawali sebagai anggota Divisi Sosialisasi dan Pendidikan Pemilih, dan Partisipasi Masyarakat. Job desc utamanya menyampaikan informasi pemilu tingkat provinsi kepada masyarakat DKI.

Tak dipungkiri Betty, bahwa pemilu dan perpolitikan adalah dunia yang didominasi kaum pria. Pernah suatu kali kemampuannya bekerja diremehkan karena sedang hamil besar bayi kembar. Namun, Betty tak mau ambil pusing. Ia membuktikan orang tersebut salah dengan hasil pekerjaannya.

Satu lagi yang membuat Betty bertahan. "Jangan pernah menunjukkan keberpihakan di satu kelompok. Lurus-lurus saja. Beri komunikasi yang berimbang," kata ibu tiga anak ini.

Ia juga memegang teguh prinsip yang diajarkan ayahnya agar kebal dari praktik korupsi. "Jangan kau berani mengambil sesuatu yang bukan hak kamu, meski itu 25 peser sekalipun," kenang Betty menirukan wejangan sang ayah.

Di Hari Kartini ini, Betty teringat dengan sebuah kutipan sang tokoh pahlawan nasional:

"Tiada awan di langit yang tetap selamanya. Tiada mungkin akan terus-menerus terang cuaca. Sehabis malam gelap gulita lahir pagi membawa keindahan. Kehidupan manusia serupa alam."

Baginya, kata-kata Kartini tersebut merefleksikan bagaimana perjuangan seorang Kartini melalui berbagai rintangan hidup.

"Dengan situasi kondisi saat itu, seorang RA Kartini hadir sebagai sosok yg mendobrak kondisi gelap - antara lain yang melekat dengan perempuan yang minim atas edukasi yang baik- ke sisi terang dengan semangatnya memberikan pendidikan kepada kaum perempuan," katanya.

Situasi masa Kartini masih berelenvansi dengan apa yang dihadapi perempuan masa kini. Betty pun terinspirasi oleh semangat Kartini untuk selalu menebarkan kebenaran dan keadilan, baik lewat profesinya sebagai ketua KPU, maupun sebagai ibu.

Ketua KPU DKI Jakarta Betty Epsilon IdroosKetua KPU DKI Jakarta Betty Epsilon Idroos (Foto: Daniel Ngantung/detikcom)
Halaman
1 2 Tampilkan Semua

(dtg/dtg)