Intimate Interview

Ini Henoch Sitompul, Barber Langganan Pejabat Indonesia Bertarif Rp 1,5 Juta

Daniel Ngantung - wolipop Jumat, 01 Feb 2019 18:35 WIB
Foto: Dok. Pancos Barbershop Foto: Dok. Pancos Barbershop

Jakarta - Bagi Henoch Sitompul, dunia barber bukan sekadar urusan memangkas rambut. Ada misi mulia di baliknya. Ia ingin menaikkan kembali derajat para barber, profesi yang selama ini dipandang sebelah mata.

Meski baru enam tahun terakhir menggeluti barber sebagai profesi utama, kecintaan Henoch pada dunia pangkas-memangkas rambut sudah bermula sejak remaja. Kala itu, pria kelahiran Jakarta, 14 Mei 1982, ini begitu terobsesi dengan potongan rambut yang rapi.

Dari situ, ia bercita-cita menjadi seorang barber profesional. Namun, keinginan tersebut harus dipendam lama lantaran keluarga Henoch tidak merestuinya.


Henoch Sitompul, celebrity barber pertama di Indonesia.Henoch Sitompul, celebrity barber pertama di Indonesia. (Foto: Dok. Pancos Barbershop)

Singkat cerita, setelah gonta-ganti profesi, dari penambang di Freeport hingga agen penjual asuransi, hasrat untuk menjadi barber kembali membesit di benaknya. Keinginan tersebut datang saat Henoch galau karena tidak menemukan barber yang cocok untuknya.

"Dalam sehari saya pernah potong rambut di tiga tempat berbeda karena hasilnya kurang memuaskan," kenang Henoch saat berbincang dengan Wolipop di tempat cukurnya miliknya, Pancos Barbershop, Kemang, Jakarta Selatan, Kamis (31/1/2019).

Tidak puas, Henoch pun mulai nekat menggunting rambutnya sendiri sembari mengasah kemampuannya menggunting rambut. Tanpa disangka Henoch, banyak kerabat dan teman-teman yang menyukai hasil potongan rambutnya.

Dari informasi mulut ke mulut, permintaan potong rambut lantas mulai berdatangan. Garasi kecil di rumahnya pun disulap Henoch menjadi barbershop dadakan untuk melayani konsumen. Ia juga menerima panggilan bagi mereka yang berhalangan ke rumahnya. Kala itu, ia masih menggratiskan jasanya karena menganggap masih dalam tahap bereksperimen dan berlatih.


Ini Henoch Sitompul, Barber Langganan Pejabat Indonesia Bertarif Rp 1,5 Juta(Foto: Daniel Ngantung/Wolipop)
Hasil cukuran Henoch semakin diminati banyak orang. Tak cuma dari Jabodetabek, pelanggannya bahkan ada yang berasal dari Malaysia dan Singapura. Mereka rela datang ke Jakarta hanya untuk mencukur rambutnya di tempat Henoch.

Di saat bisnisnya mulai tumbuh, Henoch sempat tertimpa musibah. Pada awal 2015, peralatan guntingnya raib dirampok orang yang membobol masuk ke rumahnya di bilangan Pondok Indah. Sempat berniat mencari pelakunya, Henoch di tengah upayanya memilih untuk mengurunkan niat tersebut dan mengikhlaskan barang kesayangannya.

Setahun kemudian, Henoch dikejutkan oleh tawaran menjadi juri kontes pencarian barber berbakat 'The Cuts' di Trans 7. Tanpa berpikir dua kali, ia menerima tawaran tersebut. "Moral of the story is, saat kita megikhlaskan sesuatu yang menurut kita baik diambil, Tuhan pasti akan menggantinya dua kali lipat," kata ayah tiga anak ini.

Meski bangga dengan pencapaiannya, Henoch masih merasa perlu untuk memperdalam teknik cukurannya. Pada 2014, ia sempat hijrah sejenak ke Amerika Serikat untuk berguru pada Vince Garcia. Disegani di komunitas barber seantero Negeri Paman Sam, Vince adalah barber langganan selebriti dunia papan atas. Drake, Ludacris, Tyrese hingga bintang NBA Lebron James dan Stephen Curry adalah beberapa di antaranya.


[Gambas:Instagram]


Meski kursusnya hanya beberapa hari, Henoch belajar banyak dari sang maestro. "Dari situ saya belajar bahwa, barber is all about art and science. Potong rambut ada seninya, tapi juga harus didukung dengan tekniknya. Kedua faktor tersebut sangat menentukan kualitas seorang barber," kata Henoch yang mengklaim dirinya sebagai celebrity barber pertama di Indonesia.

Pulang ke Tanah Air, Henoch semakin percaya diri untuk menseriusi profesinya sebagai barber. Tahun lalu, Pancos memberanikan diri untuk membuka tempat cukur eksklusif pertamanya di bilangan Kemang yang dinamai Pancos Barbershop.

Berbeda dari barbershop kekinian yang menjamur di kota-kota besar, Pancos Barbershop hadir dengan tampilan yang sangat minimalis. Tembok putih dibiarkan polos tanpa hiasan putih apapun. Selain lampu putih yang bersinar terang, ruangan juga didukung oleh pencahayaan alami dari beberapa jendela. Menurut Henoch, cahaya yang maksimal sangat menentukan hasil potongan barber.

"Sejak awal, Pancos Barbershop nggak mau neko-neko. Kualitas potongan yang ditawarkan di sini, bukan penampilan fisik barbershop," ujar Henoch yang saat ini menaungi dua barber di tempatnya.

Ini Henoch Sitompul, Barber Langganan Pejabat Indonesia Bertarif Rp 1,5 JutaFoto: Dok. Pancos Barbershop
Di tengah kesibukannya melayani klien, Henoch pun tak lupa untuk berbagi ilmunya dengan membuka kelas barber. Tujuan utamanya untuk melahirkan para barber berbakat sehingga profesi tersebut tak dipandang sebelah mata lagi.

"Selama ini, mungkin orang-orang masih menganggap rendah profesi pencukur rambut. Itu memotivasi saya untuk mengangkat derajat para barber sehingga kehidupan mereka bisa lebih sejahtera," terang Henoch yang kliennya termasuk para selebriti dan pejabat.

Henoch sendiri memasang tarif mulai dari Rp 300 ribuan hingga Rp 1,5 juta sekali potong. Harga bergantung pada gaya rambut dan jenis servis, potong di tempat atau panggilan. "Kembali lagi, barber itu ada seninya. Orang pasti rela bayar mahal karena ada kualitas yang ditawarkan," tambah Henoch. (dtg/dtg)