Beli Bunga Rp 10 M untuk Istana, Presiden Prancis dan Istri Dihujat Rakyat

Daniel Ngantung - wolipop Senin, 11 Jan 2021 11:07 WIB
PARIS, FRANCE - MAY 14:  Wife of Frances newly-elected President Emmanuel Macron, Brigitte Trogneux arrives at the Elysee Presidential Palace for the handover ceremony between Frances newly-elected President Emmanuel Macron and outgoing President Francois Hollande on May 14, 2017 in Paris, France. Macron was elected President of the French Republic on May 07, 2017 with 66,1 % of the votes cast.  (Photo by Thierry Chesnot/Getty Images) Presiden Prancis Emmanuel Macron dan Ibu Negara Brigitte Macron (Foto: Getty Images)
Paris -

Presiden Prancis Emmanuel Macron dan istrinya, Brigitte Macron, kembali dihujat, kali ini oleh rakyatnya sendiri. Pemicunya adalah pengeluaran fantastis hanya untuk dekorasi bunga istana kepresidenan di tengah krisis COVID-19.

Emmanuel dan Brigitte Macron dituduh memboroskan uang rakyat di tengah krisis pandemi setelah muncul kabar soal bujet bunga Elysée Palace di Paris.

Media politik Prancis Politis mengungkap bahwa pasangan nomor satu di Prancis ini mengeluarkan 600 ribu euro atau sekitar Rp 10 miliar tahun lalu hanya untuk membeli bunga penghias istana yang mereka tinggali.

Dilansir dari Daily Mail, biaya tersebut lima kali lebih besar dari bujet bunga semasa pendahulu Macron, seperti Francois Hollande dan Nicolas Sarkozy.

Hollande disebut menghabiskan dana sebesar 129 ribu euro pada 2011. Sementara biaya pembelian bunga Sarkozy mencapai 143 ribu euro.

PARIS, FRANCE - JULY 13:  In this handout photo provided by the German Government Press Office (BPA),  German Chancellor Angela Merkel (CDU) and the French President Emmanuel Macron speak at the beginning of the Franco-German Council of Ministers at the Elysee Palace on July 13, 2017 in Paris, France. (Photo by Guido Bergmann/Bundesregierung via Getty Images)Kanselir Jerman Angela Merkel dan Presiden Prancis Emmanuel Macron saat bertemu pada 2017. Pertemuan berlangsung di Elysée Palace. (Foto: Guido Bergmann/Bundesregierung via Getty Images)

Laporan tentang biaya bunga fantastis itu lantas menggeramkan publik Prancis. Apalagi, perekonomian Prancis sedang terpukul karena pandemi COVID-19. Belum lama ini, pemerintahan Macron baru saja menggelontorkan dana stimulasi sebesar 100 miliar euro demi memulihkan ekonomi di sana.

"Benar-benar memalukan dan menghina mereka yang miskin. Sungguh memboroskan uang rakyat," kritik seorang warga Prancis di media sosial.

Ada pula yang menulis, "Kami diminta untuk menghemat dan membayar lebih pajak, tapi dia bersenang-senang."

Akhir Desember lalu, Kantor Pemerintahan Prancis mengumumkan Macron terinfeksi virus Corona. Baru-baru ini terungkap pula bahwa istrinya mengidap virus membahayakan tersebut.

Macron sempat menggegerkan dunia lewat pernyataannya yang dinilai anti-Islam terkait kematian salah satu warganya. Akibatnya, sejumlah pemimpin negara mayoritas Muslim menyerukan rakyatnya untuk memboikot produk-produk Prancis.

(dtg/dtg)
DRooftalk
×
Dugaan Rasuah Nurdin Abdullah
Dugaan Rasuah Nurdin Abdullah Selengkapnya