Pilih Sedotan Stainless Steel atau Kaca untuk Gaya Hidup Ramah Lingkungan?

Hestianingsih - wolipop Senin, 02 Des 2019 18:09 WIB
Ilustrasi wanita memakai sedotan stainless steel. Foto: iStock Ilustrasi wanita memakai sedotan stainless steel. Foto: iStock

Jakarta - Penggunaan sedotan plastik sekali pakai kini mulai ditinggalkan. Berganti dengan sedotan stainless steel atau sedotan kaca yang bisa berulang kali digunakan.

Mereka yang mulai sadar akan bahaya sedotan plastik sekali pakai terhadap lingkungan beralih ke sedotan ulang pakai demi mengurangi sampah plastik yang perlu waktu ribuan tahun untuk terurai. Membawa sedotan stainless steel pun kini menjadi tren gaya hidup yang lebih ramah lingkungan di kalangan millennial.

Sedotan stainless steel adalah sedotan ramah lingkungan yang paling sering dipakai sebagai alternatif. Tapi ada beberapa sedotan ulang pakai yang terbuat dari bahan lain.

Ini jenis-jenis sedotan ramah lingkungan yang awet dan bisa dipakai berkali-kali, sesuai kebutuhan dan gaya hidup kamu.

1. Sedotan Stainless Steel
Sedotan stainless steel adalah sedotan terbuat dari material metal. Foto: iStock

Sedotan stainless steel adalah sedotan terbuat dari material metal yang paling ideal untuk dipakai minum. Bahan ini awet, tahan oksidasi (tidak mudah karatan) dan harganya lebih terjangkau. Selain itu sedotan stainless steel juga tahan panas dan goresan.

Bagi kamu yang baru memulai gaya hidup ramah lingkungan dan ingin meninggalkan sedotan plastik sekali pakai, bisa memilih sedotan stainless steel sebagai alternatif. Tapi perhatikan sebelum membeli. Pastikan materialnya berlabel food grade atau medical grade.


2. Sedotan Kaca
Sedotan kaca. Foto: Istimewa

Sedotan kaca merupakan pilihan ideal jika kamu sering mengonsumsi minuman yang bersifat acidic seperti kopi, teh dan soda. Sebab sedotan stainless steel cenderung rentan berkarat jika terkena minuman acidic meskipun jangka waktunya cukup lama.

Sedotan kaca biasanya terbuat dari material kuat dan tahan pecah. Tapi tidak setahan lama sedotan stainless steel, sehingga penggunaannya harus lebih hati-hati. Keuntungan memakai sedotan kaca adalah kamu tahu kapan alat minum ini harus dibersihkan karena transparan, sehingga noda atau kotoran di dalamnya bisa terlihat.

Seperti dikutip dari Pinkoi, sedotan kaca yang bening cocok digunakan jika kamu sering minum soda, lemonade, kopi, teh, dan sebagainya. Alat ini juga ideal jika kamu jarang mencucinya setelah digunakan.

3. Sedotan Bambu
Sedotan bambu. Foto: iStock

Kalau ingin sedotan ulang pakai yang benar-benar natural dan produksinya ramah lingkungan, bisa mempertimbangkan memakai sedotan bambu. Sedotan ini terbuat dari material yang lebih sustainable proses pembuatannya. Setelah tak lagi digunakan, karena rusak misalnya, sedotan bambu bisa terurai lebih cepat.

Namun memakai sedotan bambu, berarti kamu harus sering-sering mencucinya dan dikeringkan. Seperti tanaman pada umumnya, batang bambu memiliki pori-pori yang membuat jamur dan bakteri lebih mudah bersarang.


4. Sedotan Titanium
Sedotan titanium. Foto: Istimewa

Sedotan titanium bisa dibilang yang paling mahal di antara sedotan stainless steel, sedotan kaca dan sedotan bambu. Titanium merupakan material yang paling aman dan tahan lama, serta tidak menimbulkan rasa besi ketika dipakai minum. Ideal untuk dipakai anak-anak.

Simak Video "Toni-Ann Singh, Pemenang Miss World 2019 dari Jamaica"
[Gambas:Video 20detik]
(hst/hst)