Terapkan Konsep DIY, IKEA Ingin Edukasi Cara Mandiri Belanja Perabot Rumah

- wolipop Rabu, 25 Feb 2015 17:08 WIB
Foto: Hestianingsih/Wolipop Foto: Hestianingsih/Wolipop

Jakarta - Sejak didirikan pada 1943, IKEA merupakan toko perabotan rumah yang mengusung konsep do-it-yourself (DIY), yaitu sistem berbelanja dimana pada konsumennya diharuskan melakukan aktivitas berbelanja sendiri. Mulai dari memilih barang, mencari perabotan yang dibutuhkan hingga merakit, semua harus dilakukan sendiri. Bantuan dari staf toko sangat minim dan hanya pada kondisi tertentu saja.

Ketika resmi dibuka di Alam Sutera, Tangerang, pada Oktober 2014 lalu, IKEA pun menerapkan konsep ini pada para konsumen di Indonesia. Pengalaman berbelanja yang semuanya dilakukan sendiri memang terbilang baru di Indonesia. Konsumen pun tidak langsung bisa beradaptasi dengan penerapan yang telah dilakukan IKEA selama puluhan tahun ini. Namun seiring berjalannya waktu, konsep DIY kini mulai diterima para pengunjung.

"Tentunya ada kesulitan tersendiri. Cari raknya di mana? Bagian mana? Di awal-awal kebanyakan pengunjung pakai layanan perakitan tapi lama kelamaan justru senang melakukan semuanya sendiri. Karena kalau pakai layanan tidak bisa langsung dirakit, harus tunggu beberapa hari," ujar Public Relations IKEA Indonesia Ririn Basuki, saat temu media di IKEA Alam Sutera, Tangerang, Rabu (25/2/2015).

Ririn menambahkan, tidak butuh waktu terlalu lama untuk para pengunjung untuk beradaptasi dengan konsep belanja yang baru di Indonesia ini. Satu bulan setelah beroperasi, mereka berangsur-angsur mulai memahami dan kegiatan berbelanja pun jadi lebih lancar ketimbang saat pertamakali toko resmi dibuka.

"Setelah beberapa bulan berjalan baru mereka (konsumen) mau ambil sendiri," tuturnya.

Selain mengedukasi masyarakat untuk lebih mandiri dalam berbelanja, konsep DIY yang diterapkan IKEA juga bertujuan agar produk-produknya bisa dibandrol dengan harga lebih terjangkau namun tetap dengan kualitas yang bagus. Marketing Manager IKEA Indonesia Eliza Fazia menjelaskan, dengan melakukan semuanya sendiri maka tidak perlu mengeluarkan ongkos tambahan yang dimasukkan ke biaya pembuatan produk sehingga harganya bisa jauh lebih murah.

"Melakukan semuanya sendiri berarti Anda tidak pelu membayar biaya untuk bantuan yang sebenarnya tidak diperlukan," ujar Eliza.

Selain itu, konsep DIY juga bertujuan membangun kedekatan emosional konsumen dengan produk dan bisa menjadi aktivitas yang menyenangkan bersama keluarga. Merakit sendiri barang bersama di rumah, juga bisa menumbuhkan kedekatan antar keluarga karena memerlukan kerja sama yang baik agar produk bisa terbentuk dengan sempurna.

Mencari dan membawa sendiri barang yang diinginkan mungkin terkesan sulit dan merepotkan. Tapi begitu sudah tahu caranya, berbelanja perabotan pun jadi lebih mudah. Bagaimana agar nyaman dan mudah berbelanja dengan konsep DIY ini?

1. Showroom
Pertama, Anda perlu memasuki showroom yang terletak di lantai dua toko IKEA. Di area ini terdapat display dari sekitar 7.000 item yang dijual. Ada beberapa produk yang langsung bisa diambil di area ini, berupa perangkat kecil seperti hiasan rumah, selimut, bantal, peralatan makan, pot tanaman, boneka, dan sebagainya. Sementara untuk produk yang perlu dirakit, Anda perlu memilihnya terlebih dahulu, membandingkan barang dan menguji produknya. Setiap barang display dilengkapi dengan label yang menunjukkan di mana Anda bisa mengambilnya.

2. Catat
Kemudian catat keterangan di kertas yang telah disediakan. Anda perlu mencatat kode produk, nomor rak dan nomor section tempat barang tersebut dapat diambil. Setelah mencatat semuanya, pengunjung bisa bergerak ke area Layanan Mandiri.

3. Layanan Mandiri
Di lantai satu terdapat area Market Hall yang berisi barang-barang yang tidak perlu dirakit. Masuk lebih ke dalam, pengunjung akan mendapati area Layanan Mandiri yang berisi seluruh produk yang perlu dirakit. Begitu sampai di area ini, periksa kembali kertas catatan yang telah Anda tulis dan mulailah mencari barang yang diinginkan. Kebanyakan produk IKEA dikemas datar sehingga mudah diambil sendiri dan langsung bisa dibawa pulang.

4. Rakit
Sesampainya di rumah, Anda bisa merakit sendiri produk yang dibeli dengan mengikuti instruksi di dalam kemasan. Barang yang telah dibeli pun langsung bisa dinikmati. Namun apabila tetap ingin menggunakan layanan perakitan, Anda bisa meminta bantuan staf dengan mengeluarkan biaya tambahan.

(hst/hst)